Minggu, 05 Agustus 2018

[Blog Tour] Things About Him ---- GIVEAWAY!!!




Judul Buku : Things About Him
Penulis : Nara Lahmusi
Penerbit : GPU
Tebal : 248 Halaman
Terbit : Agustus 2018


Cinta mengira kehidupan SMA-nya bakal tenang-tenang aja. Sayangnya, nggak demikian. Cewek itu mesti tampil pada malam keakraban yang diadakan OSIS dan jadi sekretaris di kelasnya. Yang bikin tambah kelabakan, dia harus menghadapi Jason, ketua kelas yang temperamental.



Akan tetapi, siapa sangka ternyata Jasin perhatian sama Cinta? Bahkan lama-lama Cinta merasa Jason nggak semenyebalkan itu. Namun, Ramon--teman sebangku Cinta--malah bilang kalau Jason itu berbahaya.

Apa benar Jason berbahaya? Atau itu hanya bualan Ramon? Tapi, nggak mungkin kan Ramon berbohong.


---------------------------------



"Boleh menyesali sesuatu di masa lampau. Tapi, apa kita bisa mengubahnya? Hakikat makhluk hidup, ingat? Muncul, tumbuh, lalu mati. Bukan sebaliknya. Tugas manusia itu hanya berjalan ke depan, bukan ke belakang."

Setiap orang pasti pernah memiliki kenangan akan sesuatu maupun seseorang yang membahagiakan maupun menyakitkan. Kenangan yang akan terus dibawanya dalam hidup dan mempengaruhi hidupnya.

Seperti itulah kisah Cinta yang diangkat dalam novel teenlit terbaru Kak Nara Lahmusi "Things About Him". Cinta adalah seorang gadis remaja yang tertutup, penyuka domba, jago biologi, jago masak dan hanya memiliki 1 sahabat bernama Dion. Bersama Dion, Cinta berbagi segala hal, termasuk rahasia keluarganya, tentang mama dan papanya yang terpaksa berpisah karena sudah tidak ada kecocokan lagi.

Hal ini membuat Cinta bergantung pada Dion. Dion lah yang menemani Cinta melewati masa-masa remaja yang kosong saat mamanya memilih meninggalkannya dengan papa. Cinta menjadi pribadi yang menutup diri. Dia takut kehilangan lagi.

Dion dan Cinta berbagi apa saja. Mereka punya tempat-tempat favorit, terutama taman rahasia tempat mereka berbagi apa yang mereka suka. Bersama Dion, Cinta bahagia hingga dia pun merasakan sesuatu yang berbeda terhadap sahabatnya itu.

Namun, semua berubah ketika Dion akhirnya pindah bersama ibunya. Dion seakan hilang ditelan bumi. Cinta bingung kenapa Dion meninggalkannya begitu saja tanpa kabar. 

Setahun berlalu, Cinta pun masuk ke SMA dan disinilah dia bertemu dengan teman-teman baru. Cinta juga bertemu dengan sosok Jason, seseorang yang mengingatkannya akan Dion, masa lalunya. Namun, Jason berbeda dengan Dion. Jason itu ketus, dingin, perfeksionis dan suka seenaknya. Sayangnya, Cinta tak bisa membenci Jason. Jason malah sering hadir ketika Cinta sedang mengenang Dion bahkan mengulurkan tisu andalannya. 

Anehnya, kedekatan Cinta dan Jason malah membuat Ramon, teman sekelasnya malah memprovokasi Cinta. Ramon mengatakan Jason berbahaya, begitupun Jason mengatakan Ramon berbahaya. Mana yang harus dipercaya Cinta?

Bagaimana akhir kisah Cinta, Jason dan Dion?

Ah, akhirnya menemukan 1 lagi novel teenlit yang membuatku ketagihan saat membacanya. Sebenarnya dari segi ide ringan dan sederhana, tetapi aku suka bagaimana Kak Nara membuat aku penasaran sejak membaca halaman pertama.

Jika ada yang mengatakan, novel yang bagus adalah novel yang bisa membuat pembacanya tertarik sejak membaca beberapa lembar pertama, novel ini termasuk di dalamnya. Aku begitu penasaran dengan kehidupan Cinta, terutama masa lalunya bersama sosok Dion.

Diceritakan dengan alur campuran, alur maju dimana Cinta memulai masa SMAnya dan bertemu Dion beserta teman-teman barunya juga alur mundur berupa flashback kisah persahabatan Cinta dan Dion. Aku jadi bisa memahami kenapa Cinta begitu terpukul sejak kepergian Dion, karena Dion lah tempat dia berbagi semuanya.

Jujur sejak awal aku dibuat penasaran kemana Dion pergi, kenapa dia menghilang sekian lama, ada hubungan apa Jason dan Ramon dengan Dion, apakah memang benar Jason atau Ramon menyimpan sesuatu dan berbahaya bagi Cinta?

Sebuah kisah remaja tentang cinta, persahabatan, berdamai dengan masa lalu dan keluarga yang cukup menguras emosi. Konflik yang beragam dieksekusi satu per satu dengan cukup baik. Aku suka bagaimana Kak Nara membawa pembacanya sepertiku mengenal Cinta dan kehidupannya, dan bisa ikut larut dengan kisahnya.

Didukung dengan kover yang eye-catching, blurb yang membuat penasaran dan penulisan yang rapi, membuat novel remaja ini layak sekali untuk kamu baca. Dijamin bakal jatuh cinta. Aku hanya menemukan beberapa salah ketik yang tidak mempengaruhi kenikmatanku membaca. Aku hanya membutuhkan 3 jam saja untuk menyelesaikan novel ini.

Novel ini bisa dibaca siapa saja, baik remaja maupun dewasa, karena kisahnya yang universal. 

Secara keseluruhan, kamu mencari bacaan yang ringan dan bisa kamu baca sekali duduk, dengan konflik yang kompleks, aku rekomendasikan novel ini untuk kamu baca.


-------------------GIVEAWAY TIME---------------



Aku punya 1 (satu) eksemplar gratis Things About Him nih, caranya gampang banget loh:

1. Memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2. Follow instagram @naralahmusi @rizkymirgawati

3. Repost/Reshare/Regram/Upload banner seperti yang aku bagikan di IGku sertakan hastag #ThingsAboutHimNovel

4. Tulis nama dan kota tempat tinggalmu di kolom komentar postingan IGku, serta mention 2 temanmu yang berminat mengikuti GA ini.

5. Aktif mengikuti rangkaian review Things About Him di akun IGku (optional).

6. Bersedia mereview novel ini di akun IGmu jika terpilih sebagai pemenang.

7. Giveaway ini berlangsung mulai tanggal 5 - 8 Agustus 2018

Semoga beruntung!!!!!!
Selasa, 24 Juli 2018

Yuk Persiapkan Hari Pertama Sekolah dengan Baik!!!

Source : by google.com

Menjadi orang tua adalah hal yang paling membahagiakan. Sebagai orang tua, ada amanah yang wajib dipenuhi oleh setiap orang tua, yaitu mendidik anak. Anak memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang, bermain, beristirahat, berkreasi dan belajar dalam suatu pendidikan. Tempat pendidikan pertama anak adalah keluarga, di sinilah peran orang tua sangat penting dalam mendidik anak. Yang perlu diketahui, belajar adalah hak anak, bukan kewajiban. Permasalahannya, bagaimana agar anak tidak merasa terbebani dan menjadikan kegiatan belajar sebagai sarana aktualisasi diri? 

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah melalui pendidikan anak usia dini. Pendidikan anak usia dini merupakan suatu pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbungan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Peran orang tua, masyarakat maupun tenaga pendidik sangat penting di sini untuk membangun suasana yang kondusif, menyenangkan dan membuat anak termotivasi untuk belajar. 

Momentum hari pertama sekolah bisa menjadi salah satu cara orang tua mempersiapkan anak ke dunia barunya, khususnya bagi anak-anak balita yang baru masuk ke TK maupun SD. Bagaimana pun, hari pertama sekolah akan menjadi penentu bagi hari-hari anak selanjutnya di sekolah. Terdapat perbedaan mendasar antara hari pertama sekolah dulu dan sekarang. Kalau masa sekarang, orang tua disarankan untuk lebih aktif dalam mempersiapkan anak dan tentunya sebisa mungkin mengantarkan anak pada hari pertama sekolah. 

Nah, apa yang kira-kira bisa dilakukan oleh para orang tua untuk mempersiapkan hari pertama sekolah anak-anak mereka? Ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan: 

1. Mengenalkan pada anak tentang sekolah 

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengenalkan anak tentang sekolah. Salah satu cara yang paling mudah adalah mengenalkan tentang sekolah melalui buku. Membaca buku merupakan suatu kegiatan positif yang bisa dilakukan siapa saja, termasuk anak-anak sejak usia dini karena banyak hal yang bisa didapatkan melalui proses membaca. Hal ini juga bisa menjadi cara untuk meningkatkan minat membaca pada anak. 

Tentunya, buku untuk anak berbeda dengan buku orang dewasa. Bagi anak yang belum bisa membaca, buku cerita bergambar bisa menjadi pilihan yang tepat. Karena anak-anak akan lebih tertarik membaca dengan buku yang berisi gambar-gambar daripada buku yang isinya hanya berisi tulisan saja. Di samping itu, anak pun jadi bisa berimajinasi mengenai cerita yang dia baca. 

Di zaman sekarang, pilihan buku cerita bergambar pun tak terbatas pada buku cetak saja. Kita pun bisa memanfaatkan teknologi yang ada, karena sekarang akses membaca pun bisa dilakukan melalui media apa saja. Sekarang kita bisa mengakses buku melalui buku digital atau buku elektronik atau membaca buku secara online, karena sudah banyak aplikasi seperti perpustakaan digital yang menyediakan buku dengan berbagai macam pilihan. 

Di sinilah, peran orang tua sangat penting sekali. Orang tua bisa meluangkan waktu tiap malam untuk menciptakan momen membaca dengan anak. Selain, dapat meningkatkan minat membaca pada anak, juga dapat mempererat hubungan antara orang tua dan anak. 

2. Ceritakan kegiatan seru atau menarik di sekolah 

Bagi anak yang belum pernah bersekolah, tentunya sekolah menjadi tempat asing baginya. Di sinilah, sebagai orang tua kita bisa mulai dengan menceritakan seperti apa sekolah, kegiatan apa saja yang bisa dia lakukan di sekolah dan kalau diperlukan ajak dia ke sekolah barunya sebelum dia masuk untuk pertama kalinya. 

3. Ajari dan biasakan anak untuk mempersiapkan keperluan sekolah 

Libatkan anak untuk mempersiapkan keperluan sekolahnya secara mandiri. Hal ini bisa dimulai sedini mungkin, dengan mendata apa-apa saja yang harus dia bawa, seperti alat tulis, bekal makanan, dan semua yang dia butuhkan untuk membuat anak nyaman selama di sekolah. 

4. Biasakan anak untuk disiplin bangun pagi 

Setelah semua hal-hal di atas, mulai biasakan anak untuk disiplin bangun pagi, terutama untuk anak yang selama ini bangun di atas jam sekolahnya. Hal ini untuk memberikan anak waktu untuk bersiap-siap sebelum pergi ke sekolah. Bagaimana pun, usahakan membuat mood anak terjaga dengan baik agar harinya pun menyenangkan. 

Jadi, bagaimana sudah siap untuk menyambut tahun ajaran baru dan menemani anak di hari pertama sekolah? 

Postingan ini sebagai bentuk partisipasi dalam event bersama Let's Read Indonesia. Let's Read merupakan perpustakaan digital buku anak yang merupakan program untuk menyediakan buku-buku berkualitas untuk anak dan dikelola oleh Asia's Foundation. Untuk melihat buku-buku anak apa saja yang bisa kamu baca, silahkan download bit.ly//LetsReadApp atau cek link bit.ly//LetsReadID

Minggu, 06 Mei 2018

[Blog Tour] Arterio -------------------- GIVEAWAY!!!




Judul Buku : Arterio
Penulis : SJ Munkian
Penerbit : Bitread
Tebal : 410 Halaman
Terbit : Desember 2017


Seseorang yang menekuni bidang medis umumnya berperangai ramah, penyabar dan punya kepedulian yang tinggi untuk menolong mereka yang terluka, tetapi itu tidak berlaku bagi Zag Waringga, dia tipikal pemarah, emosian juga pendendam, alih-alih menciptakan ramuan yang menyembuhkan dia malah menciptakan racun paling mematikan. Lain halnya dengan Nawacita, dia adalah sosok yang begitu perhatian, penuh belas kasihan namun kelampau naif, padahal dia memiliki potensi istimewa yang selangka bintang jatuh, yakni merasakan detak jantung beserta aliran darah secara terperinci.

Arteri(o) akan mendenyutkan sebuah kisah yang berangkat dari pertanyaan : apakah tempat yang kini kau tempati sudah tepat? Bagaimana jika itu tidak sesuai dengan karakter dan tujuan hidupmu? Apakah petuah di mana pun kau ditempatkan Tuhan selalu punya alasan, perlu direvisi?

Arteri(o) sebagai pembuluh yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh, akan mengajakmu ke dunia yang lain dari pada yang lain, kisah yang meletupkan fantasi, aksi, konspirasi juga tentu saja romansa yang tepat menghujam jantungmu.

"Aku ingin menjadi arteri sang pembuluh, yang bersama degup terjujurmu mengarungi setiap ruas jaringan tanpa sekalipun berpikir melewatkan"
--------------------------------

Arterio merupakan novel kedua Kak SJ Munkian yang kubaca setelah Maneken. Seperti novel sebelumnya, novel ini kembali membuatku terpukau dengan imajinasi yang coba ditawarkan oleh Kak SJ Munkian.

Bayangkan saja, novel fantasi karya penulis Indonesia yang benar-benar menarikku untuk membaca  masih sangat jarang sekali. Aku suka sekali dengan ide ceritanya dan bagaimana Kak SJ Munkian mengeksekusi ceritanya.

Alkisah di sebuah negeri, ada sebuah akademi khusus untuk para remaja yang sudah berusia di atas 9 tahun. Akademi ini terdiri dari 5 jurusan utama yang memiliki disiplin ilmu berbeda, namun saling terkait, yaitu:
- Lazuar, untuk mereka yang mencintai ilmu hayati (makhluk hidup dan benda mati);
- Vitaera, untuk mereka yang mendalami ilmu manusia;
- Arterio, untuk mereka yang menyukai kesehatan dan penyembuhan;
- Pragma, untuk mereka yang menekuni ilmu praktis yang dapat dilihat, dihitung dan dilakukan secara teknis; dan
- Zewira, untuk mereka yang suka dengan kedalaman pikiran, kekuatan, struktur pemerintahan, perjuangan dan ketertiban.

Setiap murid akan diinisiasi dan melihat bakat mereka sebelum ditempatkan di jurusan mereka. Salah satunya adalah Zag, dia ditempatkan di jurusan Arterio. Sayangnya, Arterio bukanlah jurusan yang diinginkan Zag. Alih-alih ingin menjadi penyembuh, dia malah lebih tertarik masuk jurusan Zewira.

Zag tidak pernah tertarik membuat ramuan penyembuh, bahkan pembimbingnya sering bingung dengan ramuan-ramuan yang diciptakan Zag. Zag memiliki bakat, sayangnya cenderung ke arah ramuan pembunuh.

Zag ternyata memiliki sebuah rencana yang bersifat rahasia. Karena itu Zag sering menyelinap ke Laboratorium Tumbuhan Kuno dan Racun. Dia ingin membuat ramuan yang bisa mewujudkan rencananya itu.

Hingga keadaan menjadi semakin tidak terkendali. Negerinya diserang oleh pemberontak. Bagaimana akhir kisah Zag?

Membaca Arterio sungguh membuatku ketagihan. Walaupun novel fantasi, novel ini seakan dekat dengan dunia nyata, karena banyak orang seperti Zag di dunia ini, yang harus terjebak di jurusan yang tidak disukainya. Pilihannya hanya 2 menyerah atau berusaha beradaptasi, dan pilihan itu tergantung pada pilihan masing-masing orang.

Karakter yang kuat, alur yang semakin lama semakin menegangkan dan tentu saja tetap dibumbui dengan kisah romansa, membuat novel ini sungguh nyaman dibaca. Buat kamu pecinta novel fantasi berbalut romansa, aku rekomendasikan novel ini untuk kamu baca. Rekomen banget :)



-------------------GIVEAWAY TIME---------------

Aku punya 1 (satu) eksemplar gratis Arterio nih, caranya gampang banget loh:


1. Memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

2. Follow instagram @sjmunkian @bitread_id dan @rizkymirgawati

3. Repost/Reshare/Regram/Upload banner seperti yang aku bagikan di IGku sertakan hastag #Arterio jangan lupa mention kami

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar akun instagramku @rizkymirgawati

5. Giveaway ini berlangsung mulai tanggal 6 - 12 Mei 2018
Semoga beruntung!!!!!!

Senin, 04 Desember 2017

[Blog Tour] Impian Demian - Pertemuan Tak Terduga dengan Penulis

Aku sedikit terlambat tiba di rumah teman yang menjadi host acara tupperware bulan ini. Sudah ada lumayan banyak orang di ruang tengah, tempat acara itu diadakan. Teman kantor yang nge-host ini sedang tergila-gila pada produk wadah makanan kedap udara yang berasal dari Negeri Paman Sam itu. Maka nggak heran, begitu ada tawaran nge-host dari  seorang anggota tupperware, langsung saja disambarnya.

Menjadi tuan rumah acara Tupperware itu punya keuntungan sendiri. Tuan rumah hanya perlu mengumpulkan potensial buyer untuk menghadari demo Tupperware, dan dia akan mendapatkan hadiah produk. Hadiah itu tergantung jumlah transaksi yang terjadi pada saat acara. Semakin banyak barang yang laku, akan semakin bagus dan mahal produk yang bisa didapatkannya. Dan  teman itu sudah mewanti-wanti kami untuk ikutan membeli produk. Itu permintaan yang sulit ditolak, karena dia juga nyaris nggak pernah menolak pemintaanku. Lagi pula, aku suka Tupperware kok, jadi ini simbiosis mutualisme.

“Ky, orang yang nawarin nge-host ini bawa temennya, lho,” Asri, si pemilik rumah menahan saat aku hendak duduk. “Gue yakin lo pasti excited dan pengin kenalan.” Senyumnya tampak lebar.

“Adam Levine?” godaku sambil tertawa. “Sori, tapi gue sedang nggak ingin selingkuh. Suruh dia  balik lagi kapan-kapan deh, saat hormon  gue sedang nggak stabil.”

“Adam Levine juga nggak kepengin punya affair sama lo, kali!” jawab Asri cemberut. “Dia lagi mabuk kepayang sama bini dan anaknya.” Dia kini setengah menyeretku menuju sudut ruangan, tempat seorang perempuan berjilbab merah sedang duduk bermain ponsel. “Itu Nimas Aksan, Neng! Gue tahu kok kalo impian terbesar bloger dan reviewer buku itu adalah ketemu langsung sama penulis dan ngobrol eksklusif.”

Senyumku sontak melebar. “Beneran Nimas Aksan yang penulis itu?” Aku baru saja selesai membaca buku terbarunya yang berjudul Impian Demian.

“Ya, iyalah, Neng. Memangnya ada berapa Nimas Aksan sih? Lo mau kenalan sendiri atau harus  pake jasa gue?”

“Gue bisa sendiri,” sambutku cepat. “Pake jasa lo tarifnya mahal. Ntar lo malah paksain gue beli Blossom Collection, padahal gue udah punya 2 set.” Aku buru-buru mendorong Asri menjauh, sebelum mendekati sofa di sudut ruangan, yang memang sedikit terpisah sofa set dan tempat duduk lain yang sudah diatur untuk keperluan acara.

“Hai…” tegurku begitu sampai di dekat perempuan itu. Aku menunggu sampai kepalanya terangkat sebelum melanjutkan, “Mbak Nimas Aksan, kan?” Wajahnya terlihat sama persis dengan foto-fotonya di sosial media miliknya. Karena aku bloger  buku, hampir semua teman di sosial mediaku adalah pencinta buku, terutama penulis. Jadi, wajah Nimas Aksan lumayan akrab, terutama beberapa minggu terakhir setelah buku terbarunya terbit. “Kenalkan, saya Kiky, Mbak.”

Nimas Aksan berdiri dan menyambut uluran tanganku. “Halo….” Senyumnya tampak ramah.

Aku menyilakan dia duduk kembali dan ikut mengambil tempat di dekatnya. “Saya boleh ngobrol dengan  Mbak Nimas sebentar? Nggak  ganggu?” Aku sih berharapnya dia nggak keberatan diajak ngobrol. Bertemu langsung dengan penulis yang bukunya fresh from  the oven akan bagus untuk cerita dalam blog-ku.

Nimas serentak menggeleng. “Sama sekali nggak. Mau ngobrol apa?”

Asyik. Ini namanya pucuk dicinta ulam tiba. “Saya sudah baca buku Mbak Nimas yang baru, lho. Dan saya penasaran dengan POV 1 laki-laki yang Mbak Nimas angkat. Nggak banyak kan penulis perempuan di Indonesia yang menulis dengan POV seperti itu. Ada alasan khusus, Mbak?”

“Alasan khusus?” Nimas mengulang kata-kataku. “Cuman pengin tantangan baru aja sih sebenarnya. Saya pernah membaca Madre punya Dee, dan jadi pengin mencoba. Ibu saya pernah bilang kalau nggak ada yang sulit dikerjakan asal mau. Yang ada tuh malas.”

“Nasehat bagus, Mbak.” Aku melanjutkan pertanyaan, “Oh ya, saya juga sudah baca buku pertama Mbak Nimas yang judulnya Janji Es Krim itu. Kok jaraknya lumayan jauh dengan buku yang ini ya, Mbak?”

Nima memperbaiki posisi duduknya sehingga kami berhadapan. Wajahnya terlihat semringah. Dia tampak bersemangat bercerita tentang bukunya. “Iya, lumayan jauh sih karena buku pertama saya itu ditulis pas anak pertama saya lahir. Setelah itu sibuk ngurus baby dan hamil lagi dalam jarak waktu setahun. Saya baru konsen menulis lagi setelah anak kedua saya berumur tiga tahun dan mulai mandiri. Itu sih yang bikin jarak terbit lumayan lama.”

“Trus bikin Impian Demian itu berapa lama sih, Mbak?” Mumpung ketemu narasumber yang bersahabat, sekalian saja diubek-ubek.  Lumayan untuk mengisi blog. Ini kesempatan yang nggak datang dua kali.

“Impian Demian itu dimulai sejak Januari 2017 sih. Benar-benar kelar dan disetor ke editor itu bulan Agustus 2017.”

“Ada kesulitan waktu ngerjain Demian nggak, Mbak?”

“Sebenarnya bukan kesulitan dalam pengerjaan sih, Mbak Kiky. Lebih ke deg-degan kalau karakter tokohnya kurang  laki.” Nimas tampak berpikir, mengingat-ingat. “Yang lain paling soal riset karena mengangkat cerita tentang pabrik dan dunia arsitektur yang  jauh dari dunia saya.”

“Oh ya, satu lagi nih, Mbak,  Demian itu tokoh yang karakter aslinya ada dalam  dunia nyata atau hanya rekaan sih?”

Nimas tersenyum. “Setiap karakter saya dalam cerita sebenarnya punya role model aslinya sih. Jadi ya, ada sosok Demian asli dalam dunia nyata. Cowok skeptis dan sinis memandang hidup. Dan meskipun pintar, dia malas menonjolkan kepintarannya.”

“Boleh tahu siapa orangnya, Mbak?”

Nimas tertawa. “Kayaknya sih mirip editor saya, Mbak. Dia sendiri yang bilang kalau Demian lumayan mirip karakter dia. Mungkin karena itu dia lebih mudah klik  ke naskahnya.”

Aku ikut tertawa. “Termasuk bagian womanizer-nya, Mbak?” tanyaku iseng.

Tawa Nimas menjelma menjadi gelak. “Bagian yang itu saya nggak berani jawab sih. Nanti ditanyakan sama orangnya langsung.”

Suara riuh dari tempat demo Tupperware mengalihkan perhatianku. “Mbak Nimas pengguna Tuperware juga?” Aku mengalihkan topik percakapan.

Nimas mengangguk. “Saya nggak semaniak ibu-ibu dalam meme Tuperware itu sih, tapi ya, saya punya beberapa koleksi Tupperware. Paling suka sih sama produk  T-Pop karena komplit dan punya kemasan khusus yang  cantik, sehingga pas untuk dijadikan kado.

Aku merasa percakapan singkat kami sudah cukup untuk mengisi rubrik temu penulis di blogku. “Oke, Mbak Nimas, makasih banyak untuk kesempatan ngobrolnya, yah. Nggak setiap hari bisa ketemu penulis keren nih. Wawancaranya boleh saya masukkan  dalam blog saya, kan?”

“Tentu saja boleh. Hitung-hitung buat promo.”


Postingan ini merupakan cerita pendek yang aku buat setelah obrolan singkat dengan Mba Nimas Aksan, penulis Impian Demian yang diterbitkan oleh Elex Media di whatsapp sekaligus sebagai bagian dari rangkaian Blog Tour Impian Demian.

Jangan lupa, simak juga kisah seru lainnya di blog teman-teman lainnya ya, yuk cek saja di banner di bawah ini:


Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design