Jumat, 27 Februari 2015

[Book Review] Blue Vino

Judul Buku : Blue Vino
Penulis : K. Fischer
Penerbit : GPU
Tebal : 328 Halaman
Mereka terdiam.
Tanpa kata, namun bukan tanpa makna.
Ketika cinta menebarkan mantranya, sebuah senyum mampu membuka seluruh bulir rasa.

Langenlois. Wilayah perkebunan anggur di selatan Austria itu menjadi tempat Roz menyembuhkan luka hati karena dikhianati rekan kerjanya.

Di tengah deretan pohon anggur serta penduduk pedesaan yang ramah dan menyenangkan, Roz berharap bisa menata lagi kehidupan pribadinya yang terlupakan demi ambisinya berkarier.

Bjorn Baum dan Dagny Kerulaner adalah dua pria yang membuat Roz menemukan sisi lain dirinya. Tapi tak disangka oleh Roz, satu dari dua pria tersebut melakukan hal keji yang nyaris membuat Roz melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya.

----------------------

Ini novel pertama penulis yang kubaca dan memang sejak awal tidak terlalu berekspektasi tinggi terhadap amore ini. Seperti tipikal amore yang sudah pernah kubaca, ini tetap mengangkat tema percintaan yang tidak ada habisnya untuk dibahas.

Novel ini menceritakan kisah romansa yang berbeda, dengan setting perkebunan anggur di Austria. Kita seakan diajak berpetualang dipedesaan yang didominasi dengan kebun-kebun anggur dan memang Langenlois terkenal dengan penghasil "wine".

Jujur awal membaca kisah ini, agak sedikit bosan dengan deskripsi yang terlalu detail dan narasi yang tak berkesudahan untuk menggambarkan Langenlois, apalagi sampai berlembar-lembar. Tapi untungnya tidak terlalu kepanjangan juga, akhirnya kisahnya pun bergulir mengalir dan lancar.

Novel ini mengisahkan tentang Rozalia, yang sering dipanggil Roz, yang merasa dikhianati oleh rekan kerjanya, Hubert untuk proyek yang mereka tangani bersama, yang malah diakui Hubert sebagai hasil kerjanya sendiri.

Roz pun memutuskan untuk rehat sejenak dari rutinitas kantornya, dia memutuskan untuk mengambil liburan selama 3minggu. Akhirnya, karena belum ada tempat tujuan, Roz pun tertarik untuk berlibur ke Langenlois, tempat tinggal Lisa, sekretarisnya. Disanalah, Roz tinggal di Hennerhof, rumah yang dikelilingi oleh perkebunan anggur yang sangat luas.

Roz pun bertemu dengan 2 sosok pria yang berbeda, Bjorn dan Dagny. Kesan pertama yang begitu berbeda. Interaksi yang lebih intens, akhirnya menyadarkan Roz bahwa tidak bisa menilai seseorang begitu saja dari wajah dan penampilannya, seperti kata pepatah "don't judge a book by it's cover".

Perlahan-lahan semua fakta terungkap, mana pria yang benar-benar tulus atau hanya sekedar memanfaatkan Roz saja, apalagi Roz ternyata tidak hanya berlibur di Hennerhof, dia malah terlibat lebih dalam dengan kasus yang terjadi pada Hennerhof.

Roz merasa tidak bisa tinggal diam begitu saja, membiarkan Lisa dan Hennerhof harus bangkrut dan semua disita oleh bank karena utang yang telah jatuh tempo. Dan ternyata, hal ini makin diperparah bahwa diantara Bjorn dan Dagny ada yang memang sangat menginginkan Hennerhof.

Bagaimana akhir kisah Roz? Siapakah yang akan dipilihnya? Bagaimana nasib Hennerhof, masih bisakah diselamatkan? Baca sendiri kisah Roz dengan segala problematikanya dengan setting perkebunan anggur yang begitu memikat, kita akan terpesona.

Jalinan cerita yang mengalir, pengetahuan tentang jenis-jenis wine, cara pembuatannya merupakan bonus yang menarik, sayang untuk dilewatkan ^^. Walau aku kurang begitu suka dengan sikap Roz yang terkesan "gampangan", padahal baru kenal dan berkencan, tapi overal Blue Vino bisa menjadi pilihan. Gak sabar untuk membaca karya penulis lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design