Minggu, 04 Januari 2015

[Book Review] Call It Love



Judul Buku : Call It Love
Penulis : Irma Yuniar
Penerbit : GPU
Tebal : 280 halama
Aku akhirnya mengerti, aku tidak pernah sendiri. Kau selalu bersamaku sejak awal, sejak semuanya dimulai...

Hidup Jen kacau saat ia dipecat dari pekerjaannya. Satu-satunya tawaran kerja yang menghampirinya hanya kesempatan menjadi manajer aktor yang sangat dibencinya, Regha Aditya. Sekalipun mereka belum pernah bertemu, Jen tahu Regha-lah yang membuat hatinya hancur dalam kecelakaan memilukan lama berselang.

Regha yang tak tahu apa-apa tentang Jen menunjukkan sikapnya yang biasa: angkuh dan dingin. Hanya saja, sesuatu dalam diri Jen membuat Regha tertarik. Namun Jen tetap tak peduli... hingga ia menyadari bahwa Regha juga tak pernah pulih dari kecelakaan itu.

------------------------ 

Call It Love merupakan novel debut penulis, memang aku tidak menaruh ekspektasi terlalu tinggi untuk novel ini, tapi setelah membaca novel ini sorry to say aku kurang menikmatinya.

Novel ini mengisahkan tentang Jennifer, seorang manajer artis yang harus menelan kenyataan pahit dipecat dari pekerjaannya. Jennifer pun mencoba mencari pekerjaan lain dan tidak jauh-jauh dari dunia yang selama ini digelutinya, manajemen artis. Gayung pun bersambut, salah satu manajemen artis, Big Management yang menghubunginya untuk mengisi posisi "manajer artis sementara" karena manajer yang sebelumnya sedang mengambil cuti selama 3 bulan.

Jen yang membutuhkan pekerjaan pun akhirnya menerima pekerjaan itu, walau dia hanya bekerja selama 3 bulan saja. Namun, Jen harus menelan kenyataan pahit, aktor yang ditanganinya kebetulan adalah Regha Aditya, sosok pria yang sangat dibencinya karena mengingatkannya akan peristiwa yang memilukan di masa lalunya.

Sejak awal, Jen menunjukkan ketidaksukaannya kepada Regha. Dan Regha pun bukannya tidak sadar akan sikap Jen, malah dibuat bingung karena tidak mengerti kenapa sikap Jen sungguh berbeda kepadanya dibandingkan yang lain. Dan tanpa disangka Regha, Regha pun mulai sering memperhatikan Jen, dan perasaan nyaman itu pun mulai menyelusup dihatinya. Perasaan yang berbeda, yang tidak pernah dirasakannya bahkan kepada Vanya, kekasihnya saat itu.

Namun,perlahan-lahan hubungan Regha dan Jen pun mencair,apalagi sejak Jen tahu bahwa kecelakaan beberapa tahun silam itu juga membuat trauma dan penyesalan yang besar dikehidupan Regha. Dan Jen pun tidak bisa menampik perasaannya sendiri yang telah tumbuh kepada Regha.

Bagaimana akhir kisah Jen dan Regha?Akankah ada kesempatan kedua untuk Regha?

Novel ini dari segi cerita cukup menarik, namun ketika aku membaca hingga halaman akhir, aku tidak bisa merasakan chemistry apa-apa terhadap novel ini. Novel ini begitu standar dan datar, penulis seakan ingin mengambil zona aman, tidak ada kejutan yang membuat pembaca menjadi gregetan.

Padahal untuk 280 halaman, penulis sebenarnya bisa memberikan sesuatu yang berbeda. Penulis mungkin bisa lebih mengeksplor peristiwa kecelakaan naas yang menimpa Jordy, tunangan Jen juga kehadiran Vanya sebagai kekasih Regha yang cukup posesif itu menjadi kekuatan novel ini, bukan sekedar tempelan dan bumbu cerita saja. Dan ya, sebagai novel metropop,novel ini masih jauh banget dari "unsur metropop", semoga di buku selanjutnya penulis lebih bisa mengeksplor tulisannya menjadi sesuatu yang jauh lebih menarik ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design