Minggu, 04 Januari 2015

[Book Review] Cerita Cinta Indonesia



Judul Buku : Cerita Cinta Indonesia
Kategori : 45 Cerpen Terpilih (Kumcer)
Tebal : 400 Halaman
Terbit : Oktober 2014
Beragam tema, beragam kisah terangkum di kumpulan cerita pendek Cerita Cinta Indonesia ini. Mulai dari jejak sastra hingga cerita pendek TeenLit tergores dalam 45 cerpen buah karya 45 penulis yang pasti sudah Anda kenal. Kumpulan cerita pendek ini adalah semacam bentuk syukur dan terima kasih bahwa kami masih bisa meneruskan semangat dalam berkarya.

Membaca kumpulan cerita pendek ini seakan memilih beraneka rasa dan rupa dalam sajian paket lengkap. Sebab, ada begitu terlalu banyak kisah kehidupan yang menunggu untuk diceritakan, dan yang terdapat dalam buku ini hanya sebagian kecilnya. Tak pernah cukup kisah cinta, misteri, persahabatan, dan beragam tema lainnya di dunia ini untuk ditampilkan dalam bentuk karya sastra atau cerita populer.

Apa pun rasa dan rupa yang Anda dapatkan saat membacanya, kami berharap Anda menikmati sajian Cerita Cinta dengan rasa Indonesia ini.

***

Kumpulan Cerpen ini ditulis oleh 45 Penulis GPU:
Ahmad Tohari, aliaZalea, Andina Dwifatma, Anjar Anastasia, Arswendo Atmowiloto, Ayu Gendis, Boim Lebon, Budi Maryono, Clara Ng, Debbie Widjaja, Dewi Kharisma Michellia, Dewi Ria Utari, Dewie Sekar, Dyan Nuranindya, Eka Kurniawan, Erlin Cahyadi, Esti Kinasih.

-----------------

Cerita Cinta Indonesia merupakan kumpulan 45 kisah terpilih dari 45 penulis yang namanya mungkin sudah tidak asing lagi karena karya-karyanya yang laris manis di pasaran atau mungkin beberapa diantaranya menjadi penulis favorit pembaca. Cerita Cinta Indonesia ini ibarat menu lengkap makanan, karena tersaji dengan 45 rasa yang berbeda, masing-masing penulis menceritakan kisah yang berbeda dan tentunya rasa yang berbeda. Mulai dari penulis senior hingga penulis baru dengan tema yang beragam dan diramu dengan “ciri khas” masing-masing. Sebagai pembaca, kita diajak membaca 1 demi 1 kisah yang diurutkan sesuai abjad penulis. Dan, hingga akhir aku cukup menikmati 45 cerita pendek ini, walau memang ada beberapa penulis yang telah “mencuri hati” dengan kisahnya.

Dibuka dengan “SK Pensiun” oleh Ahmad Tohari, yang mengisahkan tentang Pak Kirom, pensiunan mantri pasar yang diusianya 67 tahun memilih untuk menikahi Yu Jembar, janda beranak 4. Dan tentunya pernikahan Pak Kirom ini menjadi buah bibir tetangga, apalagi 1 bulan kemudian beliau ditemukan meninggal karena penyakitnya. Dan di akhir cerita, kita akan tahu alasan Pak Kirom yang sungguh bijaksana dan mengharukan dibalik keputusannya untuk menikah di usia senjanya.

Selanjutnya, masih ada 44 cerita lainnya, tetapi akan terlalu panjang jika menulisnya satu per satu. Ini 10 cerita pilihan yang berhasil menempati posisi favoritku:

1.Muse – Ika Natassa
Siapa yang tidak kenal dengan Ika Natassa, novel-novelnya sudah menjadi bestseller dan telah mempunyai tempat tersendiri dihati pembacanya. Dan kali ini, aku pun dibuat terkesan dengan ceritanya. Sederhana, tapi sungguh mengena. Konon, dalam Mitologi Yunani itu “Muse” merupakan dewa-dewi yang menjadi inspirasi terciptanya karya seni. Dan cerpen “Muse” ini mengisahkan tentang Raia Risjad dan “Muse”nya yang hilang, dan entah kenapa membaca cerpen ini, aku membayangkan Kak Ika sebagai sosok Raia. Dan aku suka dengan “twist”nya, kira-kira dibuat novel tersendiri gak ya si “Muse” ini. Kurang panjang buat kisah Raia =)

2.The Second Chance – Syafrina Siregar 
Temanya sederhana, tapi “feel”nya benar-benar kerasa. Mengisahkan tentang Meity, diulang tahunnya yang ke-39, hidupnya benar-benar berantakan. Semua yang berarti dalam hidupnya hilang, dimulai dari pekerjaan yang hilang karena di-PHK, suami yang berselingkuh hingga calon bayi karena keguguran. Hidup terasa hancur, tetapi Meity bertemu dengan sosok Kei, yang hanya dalam 1 tahun mengubah hidupnya menjadi terasa special. Ah, jadi pengen cerpen ini dijadiin novel dey. Ingin tahu lika-liku perjalanan kisah Meity dan Kei yang terasa terlalu singkat dieksplor jika dalam bentuk “cerita pendek”.

3.Surat-Surat Untuk Ibu – Ayu Gendhis
Aku belum pernah membaca karya penulis sebelumnya, tapi cerpen ini cukup memikatku. Mengisahkan tentang seorang anak yang menulis surat tentang curahan hatinya kepada ibunya yang telah meninggal 3 tahun lalu tentang kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidupnya semenjak ibunya tiada. Cara penulis bercerita, seakan-akan sosok “Ibu” itu masih hidup. Mengharukan =)

4.Gelas di Pinggir Meja – Ken Terate
Ah, aku suka banget cerpen ini. Mengisahkan tentang ibu yang selalu memberi nasihat kepada anak gadisnya, tetapi anak gadisnya malah menganggap semua nasihat itu semacam takhayul. Dan ketika ternyata satu demi satu apa yang dikatakan ibunya menjadi “nyata” si anak hanya bisa terdiam. Sederhana tapi sungguh mengena.

5.Dear Audrey – Lea Agustina Citra
Mengisahkan tentang 2 sahabat yang saling mencintai tapi tidak tersampaikan. Dan sedikit berbeda dengan novel-novel dengan tema serupa, penulis membuatku tercengang dengan “twist” yang disajikan.

6.SMS – Luna Torashyngu
Mengisahkan sms yang datang di pagi hari yang mengubah hidup Aryo. Sms yang mengabarkan tentang kondisi ibunya yang sedang sakit keras dikampung halaman membuat Aryo langsung terburu-buru pulang. Dan ternyata perjalanan bertemu ibunya tidaklah mudah, sms yang terus datang dalam perjalanan membuat perasaan Aryo makin khawatir. Tapi, aku tidak suka endingnya walau bisa ketebak sey =(

7.Apalah Artinya Nama – Marga T 
Cerpen ini benar-benar berbeda, membuatku jadi penasaran dibuatnya akan sosok Marga T, karena jujur belum pernah membaca karyanya 1 pun. Membaca cerpen ini, seakan-akan bertanya-tanya cerpen ini hanyalah fiksi atau memang benar nyata. Mengisahkan tentang penulis terkenal Marga T, yang ternyata memakai nama istrinya “Marga” sebagai nama penanya, dan aslinya bernama Frans. Selama ini sosoknya seakan-akan misterius dihadapan pembaca setianya. Hingga disuatu titik, Frans ingin pembaca mengenalnya sebagai Frans Dobo, bukan lagi Marga T. Tapi ternyata ada harga yang harus dibayar dibalik penggantian nama itu, termasuk royalti =)

8.Life Begins at Forty – Maria A Sardjono 
Mengisahkan tentang Rety, wanita yang masih setia melajang diusianya yang hampir mendekati 40 tahun. Rety, yang masih mendambakan sosok Kresno, mantan kekasihnya yang terpaut usia lebih muda yang membuatnya ragu untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Ceritanya mudah ketebak, tapi aku suka.

9.Bahagia Bersyarat – Okky Madasari
Selalu dibuat terpukau dengan penulisan Kak Okky, tema sederhana menjadi berbeda dalam ramuannya. Kali ini, Kak Okky mencoba mengangkat tema pasangan suami istri yang telah lama menikah dan dikaruniai anak dengan “kekurangan”. Awalnya semua terasa bahagia, tapi perlahan-lahan kehangatan keluarga pun menghilang, ditambah lagi dengan keinginan sang suami untuk “menikah lagi”. Sang istri pun bertanya-tanya tentang “makna bahagia”, apakah selama ini yang dia cari? Dan endingnya, lagi-lagi mengejutkan. Benar-benar bahagia yang bersyarat seperti judulnya.

10.Wanita Terindah – Rina Suryakusuma 
Rina Suryakusuma selalu menjadi penulis favoritku, dan kali ini cerpen ini pun tetap menjadi salah satu favoritku. Walau tema yang diangkat “biasa”, tapi ditangan Kak Rina mampu meramu menjadi kisah romance yang mengalir. Mengisahkan tentang seorang pria yang jatuh cinta bahkan bisa dikatakan terobsesi dengan sosok Christy, teman masa kecilnya. Namun, semua hanyalah angan belaka, Christy tidak pernah menganggapnya lebih dari seorang teman. Hingga satu hari, pria tersebut punya kesempatan untuk bisa memiliki Christy tetapi dengan cara yang tidak biasa yaitu “meracuni”.

Itulah 10 cerita favoritku dalam buku “Cerita Cinta Indonesia”. Namun, sebagai pembaca aku memang kurang terpuaskan, tapi aku menyadari kalau medium “cerpen” terlalu terbatas. Jika kita menginginkan konflik, karakter, alur bahkan cerita yang bisa jauh lebih tereksplor lebih dalam akan jauh lebih baik jika langsung membaca sebuah novel utuh.

Secara keseluruhan, kumcer ini menarik dan kurekomendasikan buat pembaca yang suka dengan bacaan yang ringan tapi mengena.

4/5 bintang kusematkan untuk “Cerita Cinta Indonesia”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design