Kamis, 05 Februari 2015

[Book Review] Kania

Judul Buku : Kania
Penulis : Hapsari Hanggarini
Penerbit : Moka Media
Tebal : 304 halaman
Aku yakin setiap orang pernah mengunjungi tempat yang membuatnya tak ingin kembali atau bahkan tak ingin mendengar namanya. Bukan karena tak istimewa, lingkungannya kumuh, atau makanannya tak lezat, tapi karena ia bisa menemukan dirinya yang lama di tempat itu. Seperti ibuku, yang tiba-tiba tak menyukai Yogya.

Aku lahir dan dibesarkan dalam budaya Sunda. Tingkah laku, sifat, peran, hingga kepribadianku pun diatur dalam norma-norma. Meski begitu, orangtuaku tak pernah mengajarkan untuk membenci apalagi memusuhi suku lain. Maka, aku heran ketika ibuku tiba-tiba menangis saat kakakku memutuskan untuk menikah dengan seorang Jawa. Ia pun hanya terdiam ketika aku menyebutkan seorang yang aku cinta, juga seorang Jawa.

Aku bertanya padanya, kenapa? Tapi dia tak menjawab. Sampai akhirnya, di Ketapang aku mendapatkan alasannya. Dan setelah itu aku berpikir, wajar jika ibuku menangis.

-----------------------------
”Kata orang kalau cinta itu kadang enggak memerlukan alasan. Aku percaya, dan itu kurasakan sejak awal. Tiba-tiba saja seperti ada bunyi “TRING” atau “KLIK” seolah pertanda aku mulai mencintai dia. Kemudian, pelan-pelan datang berpuluh alasan yang menguatkan rasa itu.”
Ini kisah Kania, wanita yang sedang jatuh cinta. Tidak ada yang salah sesungguhnya, yang salah hanya Kania mencintai pria yang sebaiknya dihindari untuk dicintai. Entah kenapa lagi dan lagi Kania harus memendam rasanya. Yang pertama Kania jatuh cinta terhadap Agus, sahabat sekaligus rekan kerjanya. Tapi karena alasan sebuah janji Kania pun harus berusaha melupakan.

Hingga suatu hari perjalanan dinasnya ke Yogyakarta, mempertemukannya dengan Danang, pria Jawa yang awalnya dingin dan terkesan ketus yang kebetulan menjadi kliennya. Kania tak pernah menyangka kalau pertemuan itu akan menjadi pertemuan-pertemuan selanjutnya, Kania dan Danang pun semakin dekat dan bunga-bunga cinta pun perlahan mulai tumbuh di hatinya.

Dan ketika Danang mulai menunjukkan keseriusannya, Kania pun menjadi dilema dan ragu. Karena Kania tahu, Amih ibunya akan menolak Danang. Kania tak pernah menyangka, Amihnya yang penyayang bisa berubah menjadi seseorang yang sangat keras kepala jika menyangkut suku Jawa, hal yang mustahil sekali dibayangkan. Kania tak pernah tahu ada rahasia besar dibalik sikap Amih itu.

Amih malah makin gencar menjodohkannya dengan Agus, sahabat yang juga menjadi cinta rahasianya. Bagaimana akhir kisah Kania? Kepada siapa hatinya akan berlabuh? Temukan jawabnya dalam novel ini.

Sebenarnya tema yang diangkat sudah biasa, tetapi penulis mampu meramu cinta dengan latar belakang budaya yang berbeda dengan mengalir. Membuatku betah untuk membacanya. Chemistry para tokoh juga begitu terasa, terutama Kania dan Amih, aku bisa merasakan kasih sayang Amih kepada Kania. Aku suka sekali part Kania menulis diary tentang perasaannya sesungguhnya, begitu menyentuh. Nice story =)

”Siapa bisa menentang takdir? Cinta itu bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design