Selasa, 06 Januari 2015

[Book Review] Marginalia


Judul Buku : Marginalia
Penulis : Dyah Rinni
Penerbit : Qanita
Tebal : 304 Halaman 
Aku Yudhistira, aku Arjuna, aku Bima, aku Nakula Sadewa. Berapa Bharatayudha harus kujalani. Demi kamu, Drupadiku?

ARUNA
Cengeng! Tulisan singkat dan rapi di kumpulan puisi Rumi kesayangan almarhum Padma membuatku terbakar. Kurang ajar! Berani-beraninya cewek dingin berhati belatung itu menodai kenangan Padma. Belum tahu dia berhadapan dengan siapa. Aruna, vokalis Lescar, band rock yang paling diidolakan. Tunggu pembalasanku.


DRUPADI
Aku tak punya waktu untuk cinta. Meski tiap hari aku berhubungan dengan yang namanya pernikahan, ini hanya urusan bisnis semata. Aku tak percaya romantisme, apalagi puisi menye-menye. Hidup ini terlalu singkat untuk jadi melankolis. Namaku memang Drupadi, tapi hatiku sudah tertutup untuk laki-laki.

"Kekasih tak begitu saja bertemu di suatu tempat, mereka sudah saling mengenal sejak lama." - Rumi

-------------------------------------
"Kebanggaan terbesar sebuah buku adalah saat seseorang mengambilnya dari sekian banyak buku yang ada, membacanya dengan sepenuh hati, menekuk ujung halamannya, meninggalkan marginalia di samping tulisan yang sudah ada, kemudian melanjutkannya kepada manusia lain. Itulah sebuah buku menjadi hidup karena kemudian mereka akan menciptakan keajaiban."
Walau aku kurang sepaham dengan quote tersebut, karena aku salah 1 pembaca yang sangat menjaga baik-baik buku yang aku punya, tapi aku dengan senang hati berbagi dengan sesama pembaca buku ^^ dan novel ini telah membuat mood membacaku kembali lagi, aku larut dengan ceritanya dan hanya butuh 2,5jam saja untuk menyelesaikan kisahnya. Terima kasih kepada penulis yang memberikan aku info baru tentang marginalia, dan berbagi cerita yang indah dibalik marginalia tersebut.

Ini tentang kisah Aruna dan Drupadi, 2 orang asing yang dipertemukan oleh sebuah marginalia di buku puisi Rumi milik Kafe Marginalia. Ya, marginalia itu hanya sebuah kata cengeng yang ditulis oleh Drupadi, yang membuat seorang Aruna, vokalis band Lescar marah besar dan akhirnya mencari penulis marginalia tersebut. Bagi Aruna, buku puisi Rumi itu buku kenangan dan pengingatnya kepada Padma, kekasih hatinya yang telah meninggal dan dia menganggap marginalia yang dibuat oleh Drupadi di buku tersebut telah merusak marginalia Padma.

Drupadi tidak pernah percaya akan keajaiban, tapi ternyata dia tidak menyangka bahwa marginalia yang dia tulis, telah membawanya bertemu dengan seseorang yang akan mengubah hidupnya, Aruna.

"Alam ini hidup dalam aturannya sendiri, terkadang acak dan jalang. Tidak ada yang romantis ataupun ajaib tentang kehidupan."
Dan dimulailah kisah mereka, Aruna dan Drupadi. Membaca catatan Aruna dan Drupadi secara bergantian dalam novel ini membuatku bisa menyelami perasaan mereka dan bisa masuk dalam kisah mereka. Aku seakan bisa membayangkan Kafe Marginalia yang unik dengan pemiliknya, Sonya dan Gandi yang hangat, dan jadi pengen ikut membaca buku disana dan menulis marginalia juga ^^

Keajaiban demi keajaiban terjadi, walau tidak berjalan mulus kisah Aruna dan Drupadi. Perlahan-lahan cinta makin tumbuh di hati Aruna, tapi Drupadi yang sudah tidak percaya akan cinta malah ingin menjauhi Aruna, walau kenyataan mereka malah semakin dekat. Disanalah Aruna diuji untuk memperjuangkan cintanya.

Mungkin Tuhan tahu ada 2 hati yang sama-sama dilukai oleh cinta dan satu-satunya cara untuk menyembuhkan hati keduanya adalah dengan mempertemukan keduanya

Dan Aruna tidak menyerah begitu saja, dia melakukan segala cara demi meyakinkan Drupadi akan cinta dan keseriusannya. Inilah bagian yang paling romantis dari kisah Aruna dan Drupadi. Aruna dibantu oleh teman-teman segrup bandnya Lescar, Chiya asisten Drupadi dan pemilik kafe Marginalia, Sonya dan Gandi ingin membuktikan kepada Drupadi bahwa mereka memang telah ditakdirkan bersama. Bersama-sama mereka menggarisbawahi setiap kata CINTA dan BENCI dalam setiap buku yang ada di Kafe Marginalia tersebut, yang jumlahnya ratusan.

Dan hasilnya adalah:

CINTA 14.226 : BENCI 9484

Survey membuktikan kalau cinta itu dua pertiga lebih banyak daripada benci. Kesimpulannya secara statistik dan secara takdir, kita memang harus bersama, Drupadi

Bagaimanakah akhir kisah Aruna-Drupadi, silahkan membaca sendiri novel romantis ini, bagaimana sebuah marginalia telah mengubah 2 anak manusia =)

"Kekasih tak begitu saja bertemu di suatu tempat, mereka sudah saling mengenal sejak lama."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design