Senin, 05 Januari 2015

[Book Review] Rhapsody

Judul Buku : Rhapsody
Penulis : Mahir Pradana
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 324 Halaman
Hei, di sebelah dunia bagian mana kau sedang berada?

Sudah bertahun-tahun kau dan aku mencari arah.
Berkali-kali jatuh cinta pada selatan.
Menaruh keraguan pada barat.
Terus menunggu isyarat timur.
Hingga utara pun sudah tak lagi kita percaya.

Sudah kujejaki banyak kisah, kutemui pula banyak luka.
Ternyata, pada kisah lalu milik kitalah harapan itu tetap ada.

Masih kuatkah kau dan aku berjalan?
Atau, kali ini, mungkin pulang akan menjadi jawaban.

-----------------------------

Nobody ever says that life is easy
But that doesn’t mean you cannot reach your dreams
And create your own paradise


Ini novel kedua penulis yang kubaca setelah Here, After. Kali ini Mahir Pradana mencoba membawa kisah perjalanan dirinya menjadi sebuah novel yang begitu bermakna.

Ini tentang kisah Abdul Latif, yang biasa dipanggil Al untuk meraih impiannya membesarkan hostel miliknya “Makassar Paradise”. Bagaimana Al jatuh bangun membesarkan “Makassar Paradise” ditengah persaingan hotel-hotel berbintang lainnya. Al harus pintar mencari peluang dan menjadikan hostelnya berbeda dan menawarkan sesuatu yang bisa menarik para wisatawan untuk memilih hostelnya.

Kehadiran 2 orang pria yang akhirnya menjadi temannya, Bambang a.k.a Bebi dan Miguel, pria asal Spanyol yang jauh-jauh terbang ke Makassar hanya untuk bertemu dengan Al membawa keajaiban dalam hidup Al. Berkat ide-ide cemerlang dari Miguel, “Makassar Paradise” pun mulai mengepakkan sayapnya ke kancah internasional dan wisatawan asing pun mulai melirik hostel sederhana tersebut karena menawarkan sesuatu yang berbeda dan unik, salah satunya tur gratis keliling tempat wisata di Makassar ^^

Tapi memang semakin besar “Makassar Paradise”, badai pun datang mendera hostel tersebut dan lumayan menggoyahkan Al dalam mempertahankan mimpinya. Dimulai dari urusan keluarga yang melibatkan kakaknya, Siska yang melakukan percobaan bunuh diri, merenggangnya hubungan pertemanannya dengan Miguel yang dirasa mengkhianatinya sampai berita tewasnya Miguel akibat tenggelam bersama kapal yang ditumpanginya. Hal ini pun diperparah dengan berita ditemukannya salah satu tamu yang menggunakan narkoba, akhirnya “Makassar Paradise” pun harus ditutup sementara.

Kisah Al dengan impiannya membesarkan “Makassar Paradise” ternyata tidak sejalan dengan kisah percintaannya. Sudah lama Al harus menjalani status “single” karena patah hati dan dikhianati oleh Nadya, kekasihnya di Berlin. Dan harapan itu berwujud seorang mantan kekasih, Sari. Ternyata harapan terlalu indah, sekalipun Al dan Sari mempunyai perasaan yang sama, ada sebuah benteng tak kasat mata yang memisahkan mereka, “impian Sari” yang membuat mereka belum bisa menjalani hubungan sebagaimana layaknya pasangan lainnya.

”I believe that dream and love, those are two uncertain things. However, I better become foolish in chasing dream than chasing love.”
Dengan menggunakan alur flashback, kisah perjalanan Al selama di Eropa yang dimulai dari Berlin, Madrid, Kopenhagen, Praha, Paris dan berakhir di Berlin membawa kita mengerti tentang kehidupan Al sebelum dia kembali ke Makassar dan membesarkan “Makassar Paradise”, yang membawa Miguel hadir dalam kehidupannya dan ternyata memang semua peristiwa tersebut saling terkait satu sama lain.

Bagaimana akhir kisah Al? Sanggupkah dia mempertahankan “Makassar Paradise” ditengah badai yang menerpa? Bagaimana dengan orang-orang terdekatnya, Siska, Miguel dan Bebi? Apakah akhirnya Al bisa menemukan cinta sejatinya?

Membaca “Rhapsody” membuka pemahamanku untuk selalu percaya dengan kekuatan impian dan cinta, tidak ada yang tidak mungkin. Kita tidak bisa hidup sendiri dan orang-orang diluar sana yang akan selalu mendukung kita ^^ Membuatku juga bangga sebagai orang Indonesia dengan segala keindahannya yang kurang dieksplorasi lebih jauh, membutuhkan partipasi untuk lebih menggaungkan keindahan Indonesia.

Jika kamu berharap ini hanyalah kisah romansa biasa antara dua anak manusia, kamu akan mendapatkan lebih daripada itu, malah kisah cinta tidak terlalu dominan disini hanya sebagai bonus dalam perjalanan hidup Al. 

"The most wonderful moments in life is when our dreams finally come true."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design