Minggu, 01 Februari 2015

[Book Review] Yang Tak Terlupakan

Judul Buku : Yang Tak Terlupakan
Penulis : Rini Zabirudin
Penerbit : GPU
Tebal : 344 Halaman
Terbit : Mei 2013
Cinta pertama tidak pernah mati. Mungkin itulah kalimat yang cocok untuk melukiskan keadaan Mel saat ini. Meskipun telah ada seorang pria dengan predikat nyaris sempurna di sisinya, jauh di dalam hatinya nama Elang tetap terukir.

Setelah bertahun-tahun hidup selibat, Elang tidak berharap lagi untuk bisa menemukan sebentuk cinta. Dia bahkan sudah berhenti mencarinya! Elang sadar sepenuhnya bahwa hidup yang dia jalani sekarang bukanlah jenis hidup yang bisa melibatkan cinta.

Ketika takdir mempertemukan mereka, mampukah Mel dan Elang mengumpulkan kembali serpihan-serpihan hati yang dulu pernah mereka patahkan? Ataukah mereka harus menyerah saat nyawa menjadi taruhan masa depan mereka?

---------------------

"Dunia memiliki dua sisi berbeda. Jika salah satu sisinya malam, maka sisi lainnya adalah siang. Memang berbeda, tapi bukan terpisah, kedua sisi tersebut memang saling melengkapi."
Novel ini sebenarnya menarik tentang cinta yang tak pernah mati dan tak pernah dilupakan. Tapi karena terlalu banyaknya informasi yang dipaparkan, aku menjadi tidak begitu menikmati kisah ini.

Ini tentang kisah Mel-Elang, sepasang kekasih yang begitu saling mencintai. Namun, karena satu dan lain hal mereka terpaksa berpisah. Perpisahan ini menimbulkan rasa sakit dan patah hati yang mendalam di hati Mel. Walau tahun berganti dan telah ada sosok Aji dalam kehidupannya, sosok Elang tidak pernah pergi dan selalu punya tempat khusus dihati Mel.

Hingga suatu hari, Mel melihat suatu kejadian yang membuatnya terjebak dan menjadi buronan orang-orang jahat. Yang Mel tidak menyangka, sosok yang menyelamatkannya itu sosok yang begitu tak ingin diingatnya tetapi juga sangat dirindukannya, Elang.

Mel pun dibawa ke rumah Elang dan menjadi tawanannya. Tapi Mel dibiarkan untuk hidup bebas tapi dibawah pengawasan Elang. Dari sanalah, Mel akhirnya tahu tentang kehidupan Elang yang sesungguhnya, yang membuat mereka harus berpisah.

Pekerjaan Elang yang begitu berbahaya untuk nyawanya dan orang-orang terdekatnya.

Mel pun menjadi dilema dengan perasaannya terhadap Elang, apalagi Mel masih terikat hubungan dengan Aji. Hingga hari itu, Mel malah diculik oleh musuh Elang dan menempatkannya dalam situasi antara hidup atau mati.

Bagaimana akhir kisah Mel dan Elang?

Novel ini menarik, tapi sampai akhir cerita ada sesuatu yang membuatku tidak terlalu bisa menikmatinya. Penulis seakan-akan ingin banyak memberikan info tentang pekerjaan Mel sebagai peneliti dan pengetahuannya yang luas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design