Jumat, 09 Januari 2015

[Book Review] Dalam Pelukan Bintang

Judul Buku : Dalam Pelukan Bintang
Penulis : Rini Zabirudin
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 320 Halaman
Terbit : Desember 2013
Tetap berpikir positif! Prinsip itulah yang selalu mampu membuat Jasmine tersenyum. Bertahan menghadapi orangtua yang tak pernah ada untuknya, menghadapi kesepiannya, dan bertahan dari keinginan untuk dicintai seorang pria. Namun ketika Ryan muncul dan mulai mengusik ketenangannya, mampukah Jasmine bertahan dengan semua prinsip yang selama ini dipegangnya erat-erat?

Tidak ada lagi wanita ideal yang tersisa di dunia ini, itulah yang selalu ada dalam benak Ryan. Hidupnya penuh dengan petualangannya dengan banyak wanita. Hingga dia bertemu Jasmine yang amat sangat tidak ideal berdasarkan standarnya tentang wanita.

Jika Ryan terganggu dengan kehadiran Jasmine di rumahnya, mungkinkah suatu saat nanti dia bisa menerima cinta yang tumbuh perlahan di hatinya? Dan sebesar apa pengorbanan yang harus dia lakukan untuk meraih hati Jasmine yang telah disakitinya?

-------------------------

"Masa lalu memang indah untuk dikenang, karena hidup tidak selalu mendapatkan semua yang diinginkan."
Akhirnya selesai juga membaca novel ini, jujur melihat covernya aku sungguh tertarik. Membaca sinopsis di back cover, sedikit banyak aku sudah bisa mengira akan dibawa kemana kisah ini.

Membaca novel ini layaknya menonton sebuah drama percintaan yang mungkin sering banget kita tonton di televisi. Kisah tentang dua orang, pria dan wanita yang awalnya tidak saling respek malah akhirnya jatuh cinta karena keadaan. Sang Pria dikisahkan sebagai seorang playboy, hobby bergonta-ganti pasangan dan selalu berhasil memikat wanita-wanita cantik. Hingga hari itu, kehidupannya terusik oleh kehadiran seorang wanita yang sangat mengganggunya. Kesan pertama yang kurang baik, apalagi mereka ternyata harus hidup berdampingan dalam satu rumah.

Ini tentang kisah Jasmine, mahasiswi tingkat akhir yang sedang menyelesaikan skripsinya yang diharuskan tinggal di rumah sahabat keluarganya, yaitu keluarga Ryan. Ryan sejak awal melihat sosok Jasmine, entah kenapa sudah membuat benteng pertahanan dengan sikapnya yang dingin, ketus bahkan arogan. Ya, Ryan tidak ingin Jasmine tinggal dirumahnya. Apalagi penampilan Jasmine yang bukan seperti wanita yang selama ini mendekatinya yang cantik dan terawat.

Jasmine pun menjadi takut dengan sosok Ryan bahkan terkesan menghindar, tidak ingin berurusan dengan Ryan. Tapi entah kenapa ada saja alasan yang membuat dia harus berdekatan dengan Ryan. Hingga keadaan berbalik saat Ryan sakit, hubungan mereka pun semakin melunak. Sampai disitu hubungan mereka naik turun kayak roller-coaster tanpa arah yang jelas. Jatuh cinta dalam diam, tapi tidak ingin mengakui.

Kepergian Jasmine untuk kembali ke Surabaya, ke rumah keluarganya menyadarkan tentang rasa yang perlahan telah tumbuh dan berkembang. Tapi lagi dan lagi, masih saja hubungan mereka diuji oleh ketidaksetujuan orangtua Jasmine karena mereka telah menjodohkannya dengan orang lain, yang usianya jauh lebih tua bahkan lebih cocok menjadi ayahnya. Bagaimana akhir kisah mereka?


Sebenarnya aku cukup menikmati kisah Jasmine dan Ryan, tapi entahlah aku belum mendapatkan chemistry diantara keduanya. Aku malah lebih bisa merasakan chemistry keluarga Ryan yang hangat, yang membuat Jasmine serasa keluarganya sendiri. Penulis seakan terus menambah konflik demi konflik yang membuat novel ini menjadi layaknya "drama", padahal sosok Jasmine punya sesuatu yang cukup menarik. Kecintaannya akan bintang dan mitologi menjadi warna sendiri dalam novel ini, sayangnya kurang dibalut dengan kemasan yang memikat. Dan endingnya pun ya seperti yang kutebak, terlalu biasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design