Rabu, 21 Januari 2015

[Book Review] Two Lost Souls

Judul Buku : Two Lost Souls
Penulis : Pia Devina
Penerbit : GPU
Tebal : 208 Halaman
Terbit : Januari 2015
Aku kalut karena tidak juga menemukan Edwin. Aku semakin kalut saat membayangkan beberapa bulan ke depan aku akan meninggalkan Melbourne... yang artinya aku harus benar-benar menutup kisahku dengan Edwin.
-Alenna

Saat mereka berpelukan, aku merasa ada bola baseball yang menghantam wajahku dengan keras. Setelah itu, aku ada di lapangan hoki yang ternyata lapisan esnya retak, lalu longsor. Aku tenggelam.
-Athian

Alenna datang ke Melbourne beberapa tahun lalu. Ia mengambil studi di sana dengan satu alasan kuat: menemukan Edwin. Sejak kedatangannya, tak pernah sekali pun ia melewatkan Melbourne Festival karena ia yakin ia akan menemukan Edwin di sana.

Athian masih menunggu Gemma, mantan pacarnya, yang lebih memilih pergi ke Prancis untuk mengejar impiannya. Di tengah patah hati yang mendera, Athian bertemu Alenna yang menurutnya mirip Gemma.

Alenna dan Athian tidak menyadari… hati mereka sama-sama tersesat.

----------------------------------

Ini bukan pertama kalinya aku membaca novel Pia, kali ini Pia membuktikan kepiawaiannya merangkai kata. Ini novel ke-8 Pia dan debutnya di GPU. Kali ini Pia mencoba membawakan kisah Alenna dan Athian, 2 jiwa yang sedang tersesat dengan “pencarian akan cinta sejati”.


Ini kisah Alenna, seorang mahasiswi yang mencari kekasihnya selama 5 tahun, Edwin Adritama. Hanya sebuah scrapbook, kenangan masa SMA mereka yang menjadi pengobat rindu. Edwin seakan hilang ditelan bumi, hari demi hari, bulan demi bulan sejak perpisahan mereka karena kepindahan Edwin ke Melbourne tidak meruntuhkan cinta di hati Alenna. Alenna masih menyimpan janji Edwin untuk kembali dan tetap setia menunggu hingga hari itu tiba, pertemuan kembali mereka untuk merajut hari yang telah terlewati.

Walau Alenna dan Edwin sudah di kota yang sama, Melbourne. Alenna belum juga bisa menemukan Edwin. Alenna senantiasa mendatangi Melbourne Festival karena dia tahu Edwin sangat menyukainya bahkan sering menyebutkannya berkali-kali. Namun, harapan tinggal lah harapan, setelah 3x datang tanpa hasil, Alenna tak jua bertemu Edwin. Dimana sebenarnya Edwin? Akankah Alenna masih sanggup bertahan dalam penantian?

Ini juga kisah Athian, seorang mahasiswa yang sedang patah hati. Athian yang harus menelan kenyataan pahit ditinggal kekasihnya, Gemma untuk mengejar mimpinya sebagai Balerina. Athian belajar untuk menerima kenyataan, hingga hari itu, saat Athian bertemu dengan Alenna. Pertemuan yang mengusik hatinya karena Alenna sangat mirip Gemma. Athian dan Alenna pun menjadi semakin dekat, ada rasa nyaman yang tumbuh perlahan dihati keduanya. Athian pula yang membantu Alenna mencari sosok Edwin, sesuatu yang dirasa mustahil untuk dilakukan.

Dikisahkan dengan 2 sudut pandang, baik Alenna dan Athian, kita seakan diajak menyelami perasaan dan pikiran keduanya. Bagaimana mereka menyikapi perasaan mereka tentang cintanya masing-masing. Bagaimana akhir kisah Alenna dan Athian? Akankah mereka merajut kebahagiaan?

Aku begitu menikmati kisah Alenna dan Athian, walau sejak awal aku sudah bisa mereka-reka akan dibawa kemana cerita ini tapi aku sama sekali tidak bosan. Membaca lembar demi lembar halaman membuatku semakin penasaran dengan kisah keduanya. Perasaanku campur aduk bersama Alenna dan Athian, hingga di penghujung cerita aku bisa tersenyum bahagia untuk keduanya.

Ide yang sederhana bisa diramu dan dieksekusi dengan baik oleh Pia. Pia bisa membuatku sebagai pembaca larut dengan setiap kata yang dia coba sajikan dalam kisah ini. Aku merasakan chemistry yang kuat baik Alenna dan Athian. Sayangnya, karakter Edwin kurang dieksplor, padahal aku juga ingin tahu isi hatinya, seakan Edwin hanya “jeda” sejenak yang muncul melengkapi cerita.

Overall, kalau kamu penyuka kisah romance, aku rekomendasikan novel ini untukmu. Selamat berkelana bersama Alenna dan Athian...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design