Sabtu, 10 Januari 2015

[Book Review] Love Bites

Judul Buku : Love Bites
Penulis : Edith PS
Penerbit : GPU
Tebal : 200 Halaman
Terbit : Oktober 2014
Available @bukupedia
Vania:
“Percayalah, kalau diizinkan memilih, aku ingin menghabiskan sepanjang hariku di sofa, menonton dvd komedi keluarga Modern Family sambil menikmati sundae dan bercengkerama dengan Cherish. Sayangnya...”

Ivan:
“Ini bukan tentang gue mengerti atau tidak soal pekerjaannya, tapi tentang bagaimana seorang suami menjadi sandaran bagi istrinya yang butuh pendengar. Gue ingin bisa diandalkan olehnya.”

Apa yang terbayang saat mendengar fenomena Alpha Wife dan Beta Husband? Tentang bagaimana pernikahan diusahakan ketika terjadi pertukaran peran antara suami dan istri. Tentang dominasi istri—dari segi finansial dan pengambilan keputusan—dan peran baru laki-laki sebagai stay-at-home husband.

Selamat datang di kehidupan Ivan dan Vania. Pasangan muda dengan satu anak perempuan berusia lima tahun, yang dipenuhi beragam dinamika pernikahan kaum urban di era modern: gaya hidup, stigma sosial, kodrat, idealisme, skala prioritas, inferioritas, pelarian... Sampai akhirnya keduanya yang semula mempermasalahkan perbedaan, yang awalnya diyakini menyatukan mereka, mulai saling menyalahkan.

In fact, love is not that blind. It even bites!

------------------

Ini bukan pertama kalinya aku membaca tema “Alpha Wife, Beta Husband”, dan penulis mampu membuatku larut dengan kisah keluarga Ivan dan Ivana ini. Kehidupan pernikahan mereka yang sudah beranjak 6 tahun yang tinggal menunggu “bom waktu” untuk dipertanyakan.
“Percayalah, kalau diizinkan memilih, aku ingin menghabiskan sepanjang hariku di sofa, menonton dvd komedi keluarga Modern Family sambil menikmati sundae dan bercengkerama dengan Cherish. Sayangnya...”
Ini tentang Ivana yang bertindak sebagai wanita karier yang punya karir yang gemilang dan menjanjikan. Apalagi sejak naik jabatan dan mendapatkan fasilitas mewah lainnya, Ivana pun harus pisah rumah dengan Ivan, suaminya dan Cherish. Sedangkan Ivan, dari segi pekerjaan lebih fleksibel, Ivan seorang penulis yang punya waktu lebih banyak dirumah dan bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama dengan Cherish.

Awalnya memang Ivan dan Ivana menikmati peran mereka masing-masing. Semua terasa baik-baik saja. Mereka saling menerima keadaan kalau Ivan dirumah dan Ivana yang bekerja dikantor. Tapi kesibukan Ivana yang luar biasa menyita waktu, dan kurangnya kebersamaan mereka mulai memicu pertengkaran demi pertengkaran. Pernikahan mereka pun teruji, mampukah mereka bertahan atas dasar cinta dan Cherish. Apalagi ketika mereka mulai saling mempertanyakan arti kebahagiaan dan cinta diantara mereka.

Ah, membaca novel ini mengingatkanku bahwa keluarga tetap yang utama. Aku bisa larut dengan ceritanya. Sederhana tapi memikat. Gaya menulis yang begitu mengalir, konflik yang begitu terasa nyata membuatku betah membaca novel ini cukup sekali duduk saja. Perasaanku naik turun saat membaca novel ini, hingga saat menutup novel ini aku bisa bernafas lega walau memang aku berharap ending yang sedikit berbeda, tapi mungkin ini memang yang “terbaik” bagi semuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design