Kamis, 08 Januari 2015

[Book Review] : Say No To Love

Judul Buku : Say No To Love
Penulis : Wiwien Wintarto
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 312 halaman
Terbit : 2007
Hari pertama Dewi masuk kerja sebagai sekretaris di Helman Communications tak berjalan semulus yang ia sangka. Di luar dugaan, ia dipelonco habis-habisan oleh Wisnu, Presdir Helman Comm, bosnya sendiri, yang kebetulan usianya hanya terpaut beberapa tahun darinya.

Tidak terima, Dewi marah dan mengamuk. Begitu marahnya, ia sampai mengusir Wisnu dari kantornya sendiri. Akibatnya, Wisnu yang merasa bersalah sampai merasa perlu meminta maaf dengan cara spetakuler.

Namun awal yang agak aneh itu justru membawa hubungan mereka ke titik yang tak pernah mereka sangka sebelumnya. Mereka tak hanya bertemu di kantor sebagai bos dan sekretaris, tapi juga menjelma menjadi sahabat dekat yang sangat kompak dalam segala hal, bak sepasang sobat di sekolah. Gosip, tuduhan, dan rumor pun merebak mengenai status hubungan keduanya.

Akankah mereka menyatu menjadi pasangan sungguhan? Atau tetap saja TTM-an seperti sekarang? Dan apakah mereka tetap akan bilang "Love sucks!" meskipun mereka tahu bahwa mereka perfect for each other?

------------------------

Ini bukan pertama kalinya aku membaca karya penulis, setelah sebelumnya membaca Fade In Fade Out aku kembali tertarik mencoba membaca novel ini. Memang novel ini sudah lama terbit, masuk dalam jejeran metropop pertama-tama yang muncul di masanya. Tapi aku sama sekali bisa menikmati proses membacanya, hanya sekali duduk saja aku bisa menamatkan novel ini.

Novel ini dari segi tema mungkin terlalu BIASA, sudah banyak novel yang mengambil tema yang sama, kisah percintaan antara sekretaris dan bosnya. Tapi penulis mampu membuat novel ini menjadi menarik dari gaya bahasa dan alur yang digulirkan. Aku dibuat tersenyum dan gregetan dengan hubungan antara Dewi dan Wisnu, sang bos.

Novel ini mengisahkan tentang Dewi, seorang sekretaris yang bekerja di Helman Communications. Hari pertama kerjanya berjalan kurang baik karena suatu tindakan perploncoan "anak baru" yang dilakukan bosnya, Wisnu hanya karena Dewi terlambat bekerja. Dan Dewi ternyata tidak terima dengan sikap Wisnu, Dewi malah melawan bahkan mengusir Wisnu dari kantornya sendiri. LUCU BANGET, ngebayangin sosok Wisnu yang dibuat tidak berkutik sama sekali. Apalagi Wisnu kemudian melakukan segala cara permohonan maaf untuk menggugah Dewi memaafkannya.

Setelah segala kesalahpahaman itu, akhirnya Dewi dan Wisnu pun malah semakin dekat. Pribadi Dewi yang menyenangkan, apa adanya dan mudah bergaul membuat Wisnu nyaman berada didekatnya. Apalagi sosok Dewi ternyata mampu memikat keluarga Wisnu dan menjadi seperti keluarga sendiri. Wisnu dan Dewi pun tidak lagi menjalin hubungan profesional antara bos dan sekretaris, tapi lebih dari itu, mereka mengikat menjadi "BEST FRIEND". Namun, kedekatan mereka menimbulkan segala gosip dikalangan orang-orang terdekatnya, tetapi Wisnu dan Dewi tak peduli, karena mereka cukup nyaman dengan status mereka.

Hingga suatu hari, mereka harus kembali bertanya ke hati masing-masing, apakah memang ini hanya sebatas TEMAN, atau memang ada rasa lain yang berkembang? Bagaimana kisah Dewi dan Wisnu?

Novel ini ringan dan memang mudah ketebak akan seperti apa akhirnya, tapi aku benar-benar menikmatinya. Chemistry antara Dewi dan Wisnu begitu berasa, tokoh-tokoh pendukung pun memberi warna tersendiri dalam kisah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design