Jumat, 13 Februari 2015

[Book Review] Akar Hati

Judul Buku : Akar Hati
Penulis : Rosa Amanda Salim
Penerbit : Elex Media
Tebal : 256 Halaman
Terbit : Februari 2014
Available @bukupedia
Lilac
Hatiku hanya sepetak tanah
Ditumbuhi tanaman yang tak akan punah
Namanya cinta sejati
Biarkan ia mengakar di hati
Seandainya hati adalah tanah dan cinta itu tanaman,
ia tumbuh dengan mengakar.
Hingga akhirnya mencengkeram.
Semakin kuat cengkeramannya,
akar dapat meremukkan tanah tempatnya bertumbuh.
Lantai bagaimana kalau tanaman itu dicabut hingga akarnya?
Mati, tentu saja.

Arya
Aku mencintai senyuman yang memuja itu
Sampai kapan aku bisa menikmatinya?
Aku ingin memilikinya seumur hidupku

------------------------------
"Seandainya hati adalah tanah dan cinta itu tanaman, ia tumbuh dengan mengakar."
Ini kisah tentang Arya dan Lilac, dua pasangan yang dipertemukan karena perjodohan keluarga. Sama-sama dengan ikhlas menerima perjodohan itu karena ternyata mereka saling memendam perasaan sejak dibangku sekolah bertahun-tahun yang lalu.

Tapi itu semua tak membuat pernikahan mereka menjadi pernikahan terindah. Mereka tak pernah saling mengungkapkan rasa yang ada. Apalagi Lilac benar-benar tidak yakin kalau Arya mencintainya. Diperparah dengan kehadiran Vita, mantan kekasih Arya yang sama-sama dokter, cantik dan juga menawan membuat Lilac terintimidasi, hanya cemburu dalam diam.

Untung ada sosok Jordan, sahabat masa kecil Lilac yang selalu menemani Lilac menjalani kisah pernikahannya dengan Arya. Sosok Jordan ini 'too good too be true" banget, sosok favoritku banget.^^

Perlahan-lahan hubungan Arya dan Lilac mulai mencair, mereka seperti pasangan pengantin baru umumnya belajar saling mengenal, belajar untuk menerima pasangan masing-masing akhirnya benteng-benteng pertahanan itu pun runtuh. Tapi sayangnya lagi dan lagi ada sosok orang ketiga yang senantiasa mengganggu kenyamanan hubungan mereka. Ditambah dengan kondisi Arya dan Lilac yang tak pernah bisa jujur dengan perasaan mereka sesungguhnya.
Bagaimana akhir kisah Arya dan Lilac?

Ah, sebenarnya jujur aku cukup tertarik dengan ide cerita novel ini. Menarik dan didukung dengan profesi dokter dipasangkan dengan penulis, bagaimana mereka menjembatani perbedaan, kesibukan masing-masing. Aku suka bagaimana penulis membuat sedikit sajak disetiap babnya, tapi sayangnya itu semua tidak bisa mengubah kalau novel ini hancur sehancurnya dari segi teknis.

Novel semenarik apapun jika tidak dikemas dengan baik, tetap saja akan terasa mengganggu. Aku biasanya tidak terlalu mempermasalahkan typo yang menyebar asalkan aku masih bisa menikmati ceritanya, sayangnya novel ini terlalu banyak hingga aku bingung kenapa novel ini bisa lulus sampai cetak.

Ada pertanyaan yang cukup menggelitik, apakah novel ini langsung naik cetak tanpa editing atau bagaimana? Rasanya kalau ada kesalahan dalam proses percetakan tidak mungkin sampai separah ini. Kesalahan berulang yang hampir kutemui sepanjang proses membaca dari awal hingga akhir.

Nama tokoh yang tak jelas, antara Arya dan Kev, aku sampai dibuat pusing sebenarnya penulis ini ingin menggunakan nama Arya atau Kev? Itu baru awalnya.
Belum kesalahan penulisan yang seharusnya papan tulis menjadi ayah tulis, Lilac menjadi Linda dsb, tertukarnya nama yang seharusnya Arya bukan Jordan dan lain-lain yang kalau kusebut satu per satu saking banyaknya.

Aku benar-benar dibuat speechless, sungguh sangat disayangkan cerita yang cukup menarik ini bisa benar-benar dihancurkan dari segi teknis penulisan. Aku berharap jika memang ada kesempatan, penulis bahkan penerbit bisa lebih memperhatikan untuk bisa melakukan proses editing kembali, biar novel ini lebih bisa dinikmati oleh pembaca.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design