Jumat, 27 Februari 2015

[Book Review] Bintang Jatuh

Judul Buku : Bintang Jatuh
Penulis : Silvarani
Penerbit : GPU
Tebal : 172 Halaman
Terbit : November 2014
Available @bukupedia
Bintang, seorang jurnalis muda, tidak pernah ambil pusing soal kuasa Allah yang satu ini, sampai... PLAAAK! Tamparan keras mendarat di pipinya. Alena, gadis genius yang beberapa detik lalu masih dia yakini sebagai calon istri, kini malah resmi menjadi mantannya.

Bintang pun disadarkan pada satu kenyataan: Begitu mudah hati manusia berubah jika Allah sudah berkehendak.

Bingung dan patah hati, Bintang lantas menerima tawaran pergi ke Yogya untuk menenangkan diri sekaligus menyelesaikan tugas. Dalam perjalanan naik kereta, seorang gadis kembali menamparnya, kali dengan pesona dan keluasan pengetahuan agama—seluk-beluk shalat, tata cara bertayamum, juga sejarah Islam di nusantara. Tak pelak suatu rasa, perlahan namun pasti, tumbuh dalam hati Bintang.

Akankah Bintang menemukan cinta baru? Siapkah dia menjalani rencana Allah yang lebih besar?

---------------------------------

Ini pertama kalinya aku membaca karya penulis, sehingga aku tidak terlalu berekspektasi tinggi. Membaca sinopsis buku ini, mungkin sedikit banyak kita bisa tahu mau dibawa kemana penulis akan membaca kisahnya.

Ini tentang kisah Bintang, hubungannya dengan Alena, kekasihnya harus putus ditengah jalan. Karena Alena dan keluarganya yang terus mendesak untuk menikah, sedangkan keadaan belum memungkinkan bagi Bintang untuk melamar Alena. Ya, ayah Bintang sedang sakit keras sedangkan kakaknya, Mba Winta pun belum menikah, dan Bintang pun enggan untuk melangkahi.

Di lain sisi, Alena pun sudah tidak bisa menunggu lagi. Alena pun memilih untuk mengakhiri hubungannya dengan Bintang. Bintang yang patah hati pun akhirnya memilih untuk menerima pekerjaan ke Jogja, lumayan untuk menyembuhkan patah hatinya.

Selama perjalanannya menuju Jogja, yang kali ini menggunakan kereta api, Bintang bertemu dengan “Saya”, seorang gadis berkerudung yang mengubah pandangan hidupnya, yang kembali mengingatkannya akan cinta yang sesungguhnya, “Cinta kepada Yang Maha Kuasa”.

Perjalanan beberapa jam itu semacam perenungan bagi Bintang, dimana Bintang sudah lama jauh dari-Nya. “Saya” yang cukup paham mengenai seluk-beluk shalat, tata cara tayamum hingga sejarah Islam di Nusantara menimbulkan sepercik rasa di hati Bintang.

Akankah Bintang berhasil move-on dari sosok Alena dan menemukan cinta yang baru? Silahkan baca sendiri “Bintang Jatuh”.

Novel ini sungguh ringan, tema yang diangkat pun sudah familiar dan sering diangkat dalam novel-novel serupa. Kali ini penulis menyisipkan kisah dalam balutan nuansa islami. Penulis banyak menyelipkan mengenai tata cara shalat, tayamum hingga sedikit sejarah Islam, yang lumayan cukup menambah pengetahuan. Jika kamu membutuhkan novel yang ringan, yang bisa kamu baca sekali duduk, mungkin apa salahnya kamu mencoba membaca novel yang satu ini ^^ Namun, karena keterbatasan halaman, sehingga membuat novel ini kurang klimaks, jadi terkesan "flat" untukku.

“Bukan perkara gampang melupakan orang yang pernah dekat dengan kita. Namun, aku belajar dari rasa sakitku. Semua hal di dunia ini, entah menyenangkan atau menyakitkan, tak mungkin terjadi tanpa seizin-Nya.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design