Sabtu, 07 Februari 2015

[Book Review] Guilty Pleasure

Judul Buku : Guilty Pleasure
Penulis : Christian Simamora
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 410 Halaman
BERHENTILAH MENCARI LAKI-LAKI UNTUK MEMBUATMU BAHAGIA.
MULAILAH MENJADI PEREMPUAN BAHAGIA YANG DICARI LAKI-LAKI.


Dear pembaca,
Sebelumnya, aku minta maaf karena terpaksa mengakui kalau cerita ini dimulai dengan adegan paling klise di sepanjang sejarah fiksi: tabrakan. Pembelaan dari diriku hanyalah, saat menuliskannya di bagian awal cerita, entah kenapa aku yakin sekali ini cara paling pas untuk mempertemukan Julien dan Devika, mengingat keduanya berasal dari dua dunia yang sama sekali berbeda.

Guilty Pleasure adalah sebuah cerita cinta, yang tentu saja terasa sangat sederhana kalau dibandingkan dengan rumitnya hubungan percintaan di dunia nyata. Novel ini bercerita tentang keraguan; bisakah kamu memercayakan masa depan di tangan orang yang belum bisa berdamai dengan masa lalunya?

Bolehkah aku bertanya sekarang, apakah bacaan yang seperti ini yang sedang kamu cari? Kalau benar begitu, aku bersyukur sekali bisa mempersembahkan cerita ini untukmu. Selamat membaca dan, seperti biasa...

selamat jatuh cinta.

-------------------

Bisakah kamu memercayakan masa depan di tangan orang yang belum bisa berdamai dengan masa lalunya?
Bang Christian kembali dengan novel terbarunya "Guilty Pleasure", masih dengan gaya nulisnya yang blak-blakan aku dibuat larut dengan kisahnya. Seperti buku sebelumnya, buku ini tidak kurekomendasikan untuk kamu yang masih dibawah 17+ ya, karena ada adegan-adegan kipasnya^^

Guilty Pleasure diawali dengan sebuah adegan paling klise seperti di sinopsisnya, yaitu sebuah tabrakan yang mempertemukan Julien dan Devika. Tabrakan yang membawa mereka ke pertemuan demi pertemuan berikutnya.

Devika dikenal sebagai seorang aktris yang terkenal dengan peran antagonisnya, sedangkan Julien adalah seorang pengusaha buah. Ya, berawal dari sebuah tabrakan timbullah benih-benih cinta. Julien sudah sejak awal tertarik terhadap Devika yang mengingatkannya dengan seseorang di masa lalu, tetapi berbeda dengan Devika yang sejak awal menganggap Julien sebagai om-om. Ya, Julien ternyata sosok pria matang berusia 40 tahun.

Diceritakan dengan sudut pandang orang ketiga, sebagai pembaca aku bisa menyelami apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan oleh Devika dan Julien, bagaimana mereka menyikapi perbedaan yang ada. Rentang usia yang cukup jauh bukanlah penghalang keduanya untuk dekat. Apalagi sosok Julien yang digambarkan sebagai pria matang, sukses dan tentunya tampan, terlalu sulit untuk ditolak.^^

Devika dan Julien pun semakin dekat apalagi sejak pertemuan Devika dengan mantan kekasihnya, Heze. Devika pun mulai membuka diri terhadap Julien. Sayangnya Julien tahu semuanya tentang Devika, sebaliknya Devika tidak pernah benar-benar tahu mengenai Julien yang masih setia melajang di usianya yang sudah cukup matang untuk menikah itu. Ada sesuatu yang mengganjal di hati Devika, yang membuatnya ragu untuk melangkah lebih jauh...

Hingga hari itu, Devika mengetahui mengenai masa lalu Julien, mengenai Julien yang belum bisa move-on dari masa lalunya. Bagaimana akhir kisah Julien dan Devika?

Ah, tentunya sebagai pembaca aku bisa menebak akhir kisah ini. Tetapi Bang Chris begitu pandai merajut jalinan ceritanya menjadikan ceritanya begitu menarik sehingga aku terus membaca dan membaca. Seperti novel-novel JBoyFriend lainnya, novel ini pun masih bertaburan istilah fashion yang lumayan banyak dan tentunya adegan-adegan dewasanya.

Gak sabar untuk membaca karya lainnya...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design