Senin, 09 Februari 2015

[Book Review] Riana

Judul Buku : Riana: I'm the Other Woman
Penulis : Fifi Mardhi
Penerbit : GPU
Tebal : 176 Halaman
Terbit : Februari 2015
NIEN:
Nien tidak membalas pagutan bibir Sam, pun tidak menolaknya. Nien hanya diam. Membayangkan Lena. Membayangkan pipinya yang merona setiap membicarakan Sam. Membayangkan matanya mencuri-curi pandang ke arah Sam.

NA:
“Brain is the sexiest part of a man’s body. And you have a brain, Sir, one of the best among all.” Na menyebutkan itu sambil mengerling manja pada Lukman. Hanya jam terbang Lukman yang tinggi dalam menghadapi perempuan yang membantunya tidak tersedak mendengar pernyataan seintimidatif itu.

RIE:
Jujur, sebenarnya aku lebih menikmati pembicaraan kami via Yahoo! Messenger. Di dunia maya aku bebas mendeskripsikan mimik dan wajah Adit sesukanya. Dan kalau suatu saat aku mati gaya, pembicaraan bisa ditunda dengan alasan ketiduran, ada telepon masuk, atau sinyal yang sedang tidak bersahabat.

RIA:
Yang terbayang dalam pelupuk mata Ria hanyalah Bagas. Bagas yang tidak ganteng. Bagas yang tidak gaul. Bagas yang gendut. Bagas yang aneh. Bagas yang nerd. Bagas yang menorehkan nyaman dan tidak mau pergi dari pikiran Ria.

AYA:
Aku menatap laki-laki di hadapanku dengan saksama. Mencari-cari keindahan di wajahnya, menganalisis seberapa tinggi tingkat keenakannya untuk dilihat, dan berharap ada hal yang cukup bagus untuk menjelaskan kegemaranku pada lelaki ini. Tidak Ada.

Namaku Riana. Aku mengenal mereka semua.


-----------------------

"Being the other woman is just like a curse to me."
Ini tentang kisah Nien, Na, Rie, Ria dan Aya...

5 pribadi yang punya 1 kesamaan, tidak beruntung dalam urusan percintaan. Padahal punya tampang menarik dan karir yang menjanjikan. Sayangnya yang mendekat malah para pria yang seharusnya dihindari, pria-pria terlarang yang sudah terikat hubungan dengan yang lain.

Ini tentang Nien, penyiar baru yang ingin menjodohkan sahabatnya Lena. Namun, ternyata Sam yang ingin dijodohkannya malah jatuh cinta kepadanya. Nien yang tidak punya perasaan yang sama malah memutuskan untuk pergi dan menjauh.

Ini tentang Na, karirnya yang sedang menanjak malah membuat Lukman jatuh cinta. Pria paruh baya yang pantas untuk menjadi ayahnya sendiri. Pria yang jatuh cinta setengah mati kepadanya, sayangnya bagi Na, Lukman hanyalah selingan sementara.

Ini tentang Rie, Rie yang kesepian dan butuh perhatian dari seorang pria. Kemudian muncul Adit, teman sekolahnya dulu yang menemani dan membanjirinya dengan perhatian. Tapi buat Rie, Adit hanyalah teman biasa, teman curhat tidak ada perasaan khusus kepadanya. Dan ketika Rie tahu Adit ternyata sudah berkeluarga bukanlah hal yang susah untuk melepasnya.

Ini tentang Ria, perjumpaannya dengan Bagas memercikkan harapan untuk pria terakhir sebagai pelabuhan cintanya. Sosok Bagas yang biasa, yang jauh dari pria impiannya. Sayangnya keberuntungan pun belum berpihak, Bagas telah bertunangan dengan wanita lain dan bukan dirinya...

Ini tentang Aya, kedekatannya dengan Teddy layaknya candu. Walau Teddy bukanlah seseorang yang masuk dalam kategori pria impianya. Tapi Aya selalu tahu, Teddy tak akan pernah menjadi miliknya karena Teddy telah terikat dengan yang lain.

Ah, bagaimana bisa 5 orang punya masalah yang sama? Tak beruntung dalam urusan percintaan. Entah kenapa panah cupid salah dalam mendeteksi signal pria single, malah yang terkena pria-pria yang sudah terikat.

Membaca novel setebal 176 halaman ini menarik, ringan dan tidak membosankan. Penulis bisa meramu ceritanya dengan baik dan mengalir.

Aku bisa merasakan setiap perpindahan karakter dari Nien, Na, Rie, Ria dan Aya tentang cintanya yang salah berlabuh. Bagaimana mereka menyikapi permasalahan itu. Ditutup dengan twist yang sudah sejak awal kuduga dan kutebak tapi sama sekali tidak mengurangi kenikmatanku membacanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design