Kamis, 12 Februari 2015

[Book Review] Sirius Secret

Judul Buku : Sirius Secret
Penulis : Dita Safitri
Penerbit : Elex Media
Tebal : 152 Halaman
Terbit : Desember 2014
Available @bukupedia
Setahun setelah kecelakaan, dunia Ayalisse berubah. Layaknya malam yang tidak menemui fajar—segalanya gelap. Hidup, karier, bahkan orang-orang di sekitar Ayalisse. Tapi, siapa sangka, surat-surat dan rekaman-rekaman berisi dongeng yang dikirimkan sosok misterius bernama Sirius perlahan membangkitkan kembali semangat hidupnya.

Tanpa disadari, Sirius menjadi bagian yang sangat penting dalam hidup Ayalisse, melebihi Karel—kekasihnya. Apa yang Ayalisse pikir tampaknya tak selalu sama dengan kenyataan. Ia lupa, di ujung angkasa yang gelap pun ada bintang yang tak terlihat. Ia lupa berprasangka, di dunia ini ada kebaikan yang tak tulus. Pertemuan dengan Sirius membuktikan semua itu. Ada rahasia yang tersembunyi bertahun-tahun dan akhirnya membuat Ayalisse semakin terpuruk. Juga membuat Ayalisse menyerah pada cinta yang bahkan belum sempat dia katakan. Pada pria itu. Pada Sang Sirius.


-------------------------------

“Kadang melepaskan adalah cara terbaik untuk tidak membuat orang lain terluka lebih dalam lagi.”
Ini tentang kisah Ayalisse, kecelakaan maut yang terjadi mengubah hidupnya. Hidupnya tak sama lagi. Tak ada lagi Ayalisse yang dulu, kecelakaan itu seakan menjadi mimpi buruk terpanjang baginya. Kecelakaan itu menjadikan karir keartisannya yang baru bersinar langsung meredup, semua yang tersisa hanya gelap dan gelap saja.

Hingga datanglah sosok Sirius, dengan kartu pos, surat dan rekaman-rekaman dongengnya yang perlahan-lahan mampu membangkitkan lagi harapan dan semangat hidup Ayalisse. Ayalisse menjadi terobsesi dengan sosok Sirius, melebihi kekasihnya sendiri, Karel.

Kecelakaan maut itu ternyata juga melunturkan rasa dihati keduanya, sosok Dre sebagai perawat pribadinya perlahan-lahan malah merebut hati Karel. Dan tanpa sepengetahuan Aya, mereka berdua menjalin hubungan.

Kemudian, sosok Sirius itu hadir kembali dan lebih dekat langsung kepada Ayalisse. Sirius ternyata punya motif tersembunyi melakukan aksinya itu, bukan sekedar penggemar rahasia tapi lebih kepada upaya balas dendam.

Bagaimana akhir kisah Ayalisse?

Novel ini sangat ringan, cukup beberapa jam saja aku sudah bisa menamatkannya. Tidak ada yang terlalu istimewa, gaya menulis yang cukup mengalir membuatku betah membaca hingga akhir. Walau memang alur yang coba disajikan rasanya terlalu cepat, klimaks ketika sosok Sirius sebenarnya dan alasannya terungkap juga kurang begitu "nendang"...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design