Selasa, 03 Februari 2015

[Book Review] X : Kenangan yang Berpulang

Judul Buku : X, Kenangan yang Berpulang
Penulis : Devania Annesya
Penerbit : Grasindo
Tebal : 280 Halaman
Terbit : Februari 2014
Andra menengadah dan ia menggunakan tatapan mata teduhnya untuk melunakkan hati Ariel. “Aku hanya baru sadar kalau aku begitu mencintaimu dan tidak bisa melepaskanmu.”

“Kau tahu kan aku tidak percaya cinta? Jadi jangan gunakan alasan itu.” balas Ariel ketus.

“Aku membutuhkanmu.”

Ariel mengatupkan rahangnya erat-erat. “Lalu kau di mana saat aku membutuhkanmu?”

Tujuh tahun sejak terakhir Ariel Narinta bertemu dengan Andra Anggara – pria cinta pertamanya. Ariel sudah hampir bisa menjalani hidupnya dengan normal. Ia sudah baik-baik saja.

Namun laki-laki itu kembali muncul dalam hidup Ariel, sebagai atasannya. Ia muncul dan memaksanya kembali menoleh ke belakang. Kembali menatap kenangan yang sangat ingin ia lupakan.

Bagi Ariel, Andra adalah pelajaran terpahit dalam hidupnya. Darinya, Ariel belajar untuk tidak pernah mempercayai siapapun. Tuhan sekalipun.

--------------------

Ini tentang kisah Ariel dan Andra.Mereka datang dari keluarga yang berbeda, namun bisa saling melengkapi bahkan jatuh cinta. Andra yang datang dari keluarga kaya raya dan bisa mendapatkan semua yang dia inginkan. Sosok Andra digambarkan sebagai pria yang sempurna, tampan, kaya raya dan punya hati bagaikan malaikat. Sedangkan Ariel, gadis yang menarik, pekerja keras dan selalu serius dalam hal apapun. Perpaduan yang luar biasa, mereka berdua saling melengkapi. Karena hanya pada Ariel lah, ada sisi lain Andra yang bisa terkuak.

Awalnya semua terasa menyenangkan, hidup mereka begitu bahagia, hingga musibah itu datang merenggut semua kebahagiaan Ariel. Membuat dia menjadi pribadi yang berbeda, bahkan tidak percaya lagi terhadap CINTA apalagi TUHAN. Sejak hari itu, Ariel kehilangan semuanya, kehilangan dirinya yang dulu, kehilangan sahabatnya bahkan harus kehilangan ANDRA, sesuatu yang sangat dan sangat tidak ingin dia lakukan.

”Kau membuatku percaya bahwa keajaiban itu ada. Kau membuatku merasa bahwa tidak ada salahnya menulis puisi cinta dan menyimpannya dalam botol kaca. Aku datang hanya untuk mengatakan itu. Karena selanjutnya, aku akan selalu membencimu di sisa hidupku.”
Ariel pun tidak menyerah, dia mulai membangun kembali keping-keping kehidupannya yang tersisa. Disini, aku salut Ariel tetap bisa survive dengan kehidupannya walau Ariel harus banyak menerima guncingan orang.

7tahun kemudian, takdir berkata lain. Ariel yang baru saja kehilangan pekerjaan dengan senang hati menerima tawaran pekerjaan dari Ninna, sahabatnya. Yang tak disangkanya, Ariel akan bertemu dengan Andra kembali, sang mantan yang sangat dibenci sekaligus sangat dicintai dan dirindukannya.

Andra yang selama ini merasa menyesal dan selalu dihantui mimpi buruk pun, berusaha untuk memikat hati Ariel lagi. Segala cara dilakukannya, hingga akhirnya mereka pun menikah. Kupikir sampai disini, mereka akan baik-baik saja. Tapi disaat Ariel sudah mulai memaafkan dan menerima semua kejadian di masa lalu, sekali lagi Tuhan mencobanya...Andra direnggut oleh kecelakaan...
Gimana akhir kisah Andra dan Ariel???

Ah, membaca novel ini sungguh menarik. Diceritakan dengan gaya menulis yang cukup mengalir. Kita akan diajak untuk menemani Ariel melalui fase kehidupannya setelah ditinggal Andra, juga diselingin kisah flashbacknya saat jatuh cinta bersama Andra.

Membaca novel ini perasaanku campur aduk, gregetan, terharu, tertawa hingga bisa tersenyum lega. Penulis meramu kisahnya dengan baik sehingga aku bisa benar-benar menikmati novel ini...

Novel ini kurekomendasikan untuk kamu penyuka novel romance yang mampu mengaduk emosimu.^^

“Ada sesuatu yang tak pernah berakhir meski telah terhenti. Sesuatu itu disebut kenangan, yang membuat Andra kembali mencarimu setelah tujuh tahun. Dan yang membuatmu kembali lagi saat ini… adalah bentuk lain dari kenangan. Pada akhirnya, semua manusia akan kembali pada orang yang dicintainya dan tak bisa lari lagi.”

4 komentar:

  1. Aku...penasaran sama bukunya. Spoiler dong...happy ending ato sad ending? (spoiler yg sungguh kelewatan)

    (asdewi)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Happy ending kok Mba Dewi, merasa tertipu sama penulisnya, sudah mikirnya sad ending...eh ternyata ;p

      Hapus
    2. rancangan awal mau sad ending mbak... tapi kok malah gitu... aku juga tertipu sama proses menulisnya :((

      Hapus
  2. Tapi tetap saja suka buku ini =)

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design