Selasa, 31 Maret 2015

[Book Review] Ally : All These Lives

Judul : Ally : All These Lives
Penulis : Arleen A
Penerbit : GPU
Tebal : 264 Halaman
Terbit : Januari 2015
Available @bukupedia
Apa yang akan kaulakukan jika satu menit yang lalu kau anak tunggal orangtuamu, lalu satu menit kemudian ada seseorang yang muncul entah dari mana dan duduk di sampingmu mengaku sebagai adikmu? Apa yang kaulakukan jika kau menemukan foto di meja, menampilkan dirimu dan seseorang yang belum pernah kaulihat? Apa yang kaulakukan jika kau pulang ke rumah dan menemukan bahwa di dalam rumah itu sudah ada dirimu yang lain?

Kehidupan Ally memang bukan kehidupan biasa. Kerap kali ia mendapati dirinya ditempatkan dalam kehidupan yang seolah miliknya, tapi ternyata bukan. Dan tiba-tiba kata “pulang” punya makna yang baru. Apakah Ally akan memiliki kesempatan untuk “pulang”? Akankah ia bisa kembali pada cinta yang ditinggalkannya di kehidupannya yang lain?

Ini bukan kisah biasa. Ini kisah yang akan membuatmu berpikir kembali tentang arti hidup dan arti cinta yang sebenarnya.

------------------------

Sejak pertama membaca 2 bab awal novel ini, aku dibuat penasaran dengan kisah Ally ini. Pikiranku dibuat berkelana akan petualangan Ally. Aku membayangkan bahwa menjadi Ally tidaklah mudah. Ini bukanlah kisah romance biasa, ini tentang Ally, seseorang yang bisa berpindah ke dimensi lain.

Pertama kali terjadi, usia Ally masih sangatlah muda. Ally masih berumur 10 tahun, Ally yang anak tunggal tiba-tiba hanya sepersekian menit berubah menjadi seorang kakak dari seorang adik, bernama Albert. Awalnya Ally bingung tetapi akhirnya dia berpikir bahwa mempunyai seorang adik ternyata mengasyikkan juga.

Ketika kejadian serupa terjadi kembali untuk kedua kalinya, Ally sudah lebih dewasa, Ally duduk dibangku SMA. Ketika "Saat Ketidakberadaan" itu datang lagi menghampiri, Ally pun merasakan de javu. Ketakutan pun datang jauh lebih besar, Ally tidak bisa menduga apalagi yang akan dia hadapi, ketika kehilangan pun berada didepan mata, bagaimana Ally menyikapinya? Ya, Ally pun harus menerima di dunianya yang sekarang tidak ada lagi Albert, karena kecelakaan.

Setiap kali "Saat Ketidakberadaan" itu terjadi, selalu pasti ada yang berubah dalam hidup Ally, sekecil apapun itu. Tapi satu hal baik yang disadarinya, Ally tidak pernah menemukan perbedaan pada dirinya sendiri.

Semestinya hal itu membuatnya nyaman, lebih mudah untuk melanjutkan hidup, tapi sesungguhnya itu tidak benar. Ally tetap merasakan kehilangan dan ketakutan apalagi yang harus dia hadapi. Dunia seakan sedang mempermainkan hidupnya dan Ally sama sekali tidak bisa menolak, yang bisa dilakukan hanyalah menerimanya.

Hidup Ally pun tidak mudah, ketika itu terjadi lebih sering Ally hanya bisa memainkan perannya sebagai Ally di dunianya yang baru. Ketika akhirnya dia bertemu Kevin, pria yang membuatnya jatuh cinta dan percaya dengan kisahnya, lagi-lagi Ally harus kehilangan...

Ally pun mencoba untuk mencari tahu mengenai dirinya dan bagaimana untuk menghadapinya. Disinilah Ally bertemu dengan sosok Prof. Drone, seorang ahli yang Ally harap bisa membantunya. Namun, sayangnya di beberapa dunia yang dia tempati, Prof. Drone yang dia temui tidak bisa membantunya sama sekali, malah menasehatinya untuk menerima saja keadaannya.

Hingga, lagi dan lagi "Saat Ketidakberadaan" membawanya ke dunia Ally yang baru. Disinilah dia menjadi sosok Ally yang ternyata mengabadikan pengalaman perjalanan melintasi dimensi demi dimensi dalam sebuah buku catatan harian. Ally yang ini menginginkan agar Ally yang berganti peran dengannya bisa lebih jauh mengenal dirinya dan bisa menjalankan perannya dengan baik. Apalagi didunia yang sekarang, Prof. Drone yang ini ternyata punya sebuah alat yang bernama "Jangkar" yang bisa menghentikan waktu, dan membuat Ally tidak perlu lagi melintasi dunia lain.

Ketika Ally dihadapkan pilihan untuk memilih menjadi Ally yang bukan dirinya dan memakai Jangkar tersebut, atau tetap berusaha kembali ke dunianya, apa yang harus dilakukannya? Bagaimana akhir kisah Ally dan hidupnya yang tak pernah mudah itu?

Novel ini sungguh menarik, aku dibuat larut dan penasaran hingga akhir. Awalnya aku pikir ini novel terjemahan, ternyata aku salah. Hanya gaya berceritanya saja yang memang mirip dengan novel terjemahan.

Membayangkan kehidupan Ally yang bisa berpindah ke satu dimensi ke dimensi lain, membuatku lebih bersyukur dengan hidup. Rasanya tidak bisa membayangkan menjadi seorang Ally, harus kehilangan kekasih, adik bahkan kehilangan hidupnya sendiri, yang bisa dilakukan hanyalah menerima hidupnya yang baru dan terus seperti itu.


Kalau kamu penyuka novel yang bertema "dunia pararel" mungkin apa salahnya mencoba novel ini^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design