Rabu, 25 Februari 2015

[Book Review] Almost 10 Years Ago

Judul Buku : Almost 10 Years Ago
Penulis : Trini
Penerbit : Ice Cube, KPG
Tebal : 336 Halaman
Terbit : Juni 2014
Available @bukupedia
“Mana mungkin aku tertarik padanya? Dia membuatku takut.”

“Itulah masalahmu. Kau jarang telihat bahagia. Karena saat kau menyesapnya, kau langsung menguburnya secepat perasaan itu datang.”

“Kau sepertinya sangat ahli tentangku,” kataku datar.

“Jika kau tidak mau terlihat mendung sepanjang waktu, mulailah dengan hal kecil seperti berterima kasih saat orang memujimu, bukan malah menatapnya curiga.”

Jangan salahkan Anna Mollan yang selalu memandang sinis kehidupan. Sepuluh tahun lalu, umurnya baru sembilan. Di musim panas yang seharusnya menyenangkan, ibu dan kakaknya meninggal dalam kecelakaan. Ayahnya memang selamat, tapi mengalami gangguan kejiwaan. Itu sebabnya Anna tidak percaya lagi pada kebahagiaan, termasuk yang hadir dalam bentuk cinta. Tidak pada Joshua Madison—psikiater tampan yang menangani ayahnya, tidak juga pada Nolan Vervain—bassist keren yang tergila-gila padanya. Tidak pada siapa pun sampai pria misterius itu datang memberinya bunga setiap hari, lalu tiba-tiba menghilang saat Anna mulai membuka diri, dan kembali hanya untuk membuat hidup Anna terhempas sekali lagi.

-----------------------
“Jika kau tidak mau terlihat mendung sepanjang waktu, mulailah dengan hal kecil seperti berterima kasih saat orang memujimu, bukan malah menatapnya curiga.”
Sebagai novel debut, novel ini sukses membuatku betah banget membacanya, hingga enggan untuk melepasnya. Karakter yang kuat, plot yang rapi, setting yang begitu berasa nyata membuatku ikut melebur dalam kisah ini. Walau memang gaya menulisnya seperti layaknya membaca novel terjemahan, aku tetap saja menikmati novel debut ini.

Ini tentang kisah Anna Mollan, hidupnya yang jatuh bangun karena di saat usianya masih relatif muda, harus kehilangan mama dan abangnya tercinta karena suatu peristiwa kecelakaan. Dan itu makin diperparah oleh kondisi ayahnya yang malah seakan tidak peduli kepadanya bahkan melupakan sosoknya hingga ayahnya harus dirawat bertahun-tahun di rs kejiwaan.

Anna pun berubah menjadi seseorang yang tidak percaya lagi dengan kebahagiaan, apalagi cinta. Walaupun sebenarnya hidupnya cukup baik-baik saja. Dikelilingi sahabat juga seorang Nollan, pria yang begitu jatuh cinta setengah mati kepadanya. Namun, Anna seakan menutup hatinya, hati dan pikiran seakan saling menolak untuk mengakui apa yang dirasakannya.

Hingga hari itu, Danny Branson datang mengusik hatinya. Berawal dari Danny yang selalu setia memberikannya bunga setiap hari tak peduli Anna menolaknya, tapi perlahan-lahan benteng pertahanan Anna pun runtuh. Namun, entah kenapa sosok Danny begitu misterius, Anna tak pernah tahu siapa Danny sesungguhnya.

Bersama Danny, Anna pun mulai merajut mimpi untuk bahagia kembali, tetapi lagi dan lagi Anna harus terempas oleh kenyataan, Danny tiba-tiba menghilang.

Anna pun menjadi dilema antara Nolan dan Danny, dua pria yang sedang dekat dengannya. Bagaimana akhir kisah Anna? Sanggupkah dia memaafkan dan meraih kebahagiaanya?

Ah, aku suka novel ini. Walaupun twistnya sudah bisa kutebak sejak awal tetapi aku tetap menikmati bagaimana penulis membawaku hingga ke titik klimaks sampai akhirnya aku menutup halaman akhir. Endingnya pun cukup menarik, walau memang jujur aku berharap lain dari kisah ini^^

Overall, aku tak akan berpikir dua kali untuk membaca karya penulis lainnya^^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design