Selasa, 31 Maret 2015

[Book Review] Falling

Judul Buku : Falling
Penulis : Rina Suryakusuma
Penerbit : GPU
Tebal : 320 Halaman
Terbit : Maret 2015
Carly merasa hidupnya berjalan normal. Ia punya orangtua yang menyayanginya, calon tunangan yang tampan dan perhatian, serta sahabat-sahabat yang peduli padanya. Namun, Carly selalu merasahidupnya belum utuh, ada kehampaan dalam hatinya. Sampai satu titik ia bertemu Maggie, dan ia tahu hidupnya takkan pernah sama lagi.

Maggie memiliki karier sukses dan tahu bahwa dia tidak seperti perempuan kebanyakan. Dan, Maggie tidak pernah ragu dengan apa yang dia inginkan dalam hidup. Sampai ia bertemu dengan Carly dan menjalin hubungan kerja. Hubungan yang berlanjut pada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang dalam, dan mengubah pandangan serta perasaan mereka selamanya.

Hingga akhirnya Carly pun menyadari bahwa dia perlu jatuh cinta pada orang yang salah untuk menemukan dirinya yang sesungguhnya...

-------------------------

Ini bukan pertama kalinya aku membaca karya Mba Rina, selama ini aku mengenal tulisan Mba Rina dari lini Amore, sehingga ketika aku mendengar Mba Rina akan menerbitkan novel terbaru dengan lini Metropop, aku sangat antusias dan ingin segera membacanya. Apalagi setelah melihat sinopsisnya yang simple, aku sudah jatuh cinta, dan ketika membalik backcover untuk mengintip sinopsis ceritanya, aku membayangkan sebuah kisah yang tidak biasa.

Ini mungkin bukan pertama kalinya tema ini diangkat, tetapi buatku Mba Rina mengambil tema ini cukup mengejutkan, karena selama ini aku mengenal tulisannya memang tentang cinta, tapi ringan dan manis, tidak terlalu banyak konflik.

Diceritakan dengan sudut pandang Carly, seorang ODP cerita ini bermula. Ketika Carly harus menjalani sebuah training dan dimentori oleh Maggie, seorang atasan yang gila kerja dan sangat perfeksionis. Ya, Carly ditempatkan di divisi Leasing yang terkenal dengan bosnya yang galak dan menghendaki seluruh dibawah kendalinya.

Awalnya Carly merasa tertekan dengan sikap Maggie, tetapi perlahan-lahan hubungan mereka mencair. Sebuah kejadian tak sengaja saat melihat Maggie sedang sakit yang berakhir dengan sebuah kerokan di toilet menjadi titik balik cerita ini...

Hidup Carly menjadi tidak sama lagi. Entah kenapa Carly mulai merasakan sesuatu yang berbeda dengan dirinya terhadap Maggie. Apalagi saat itu, kekasihnya Seth terus mendesaknya dengan rencana pertunangan mereka. Entah itu sindrom pra pertunangan, hubungan Carly dan Seth malah menjadi berantakan, Seth seakan menjadi protektif dan pemaksa yang membuat Carly makin menjauh.

Ternyata ada hal lain yang jauh lebih besar daripada itu. Carly pun mulai galau dengan perasaannya sendiri, terutama rasa yang hadir datang menyelinap untuk seseorang yang sesungguhnya terlarang untuknya. Tetapi Carly seakan tak mampu membendung perasaannya.

Disinilah sebagai pembaca, aku seakan diajak menyelami perasaan Carly mengenai perasaannya. Antara menolak dan terus mempertahankan perasaan yang tidak semestinya ada itu. Tapi entah kenapa, aku malah benar-benar tidak suka dengan karakter Carly. Carly seakan mementingkan perasaannya sendiri, semua hanya tentang dia, terutama tentang Seth calon tunangannya mau berusaha untuk berubah. Carly berubah menjadi seorang yang egois, seakan Carly yang paling menderita dengan keadaannya. Ayahnya yang mau memperbaiki hubungan pun tidak dianggapnya sama sekali, padahal ternyata ayahnya sangat mencintainya dengan caranya sendiri.

Namun, ini semua hanyalah kisah fiksi. Dan kalau mau dibilang ini kisah romance biasa, tentang cinta segitiga, tentang perselingkuhan, tentang arti keluarga, yang berbeda adalah tokohnya saja yang kebetulan sedang dipermainkan oleh cinta yang sesungguhnya terlarang untuknya. Ending yang dipilih pun cukup mengejutkanku walau memang tetap berakhir happy ending.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design