Rabu, 11 Maret 2015

[Book Review] Let Me Be With You

Judul Buku : Let Me Be With You
Penulis : Ria N. Badaria
Penerbit : GPU
Tebal : 352 Halaman
Terbit : Februari 2015
Tidak tahan karena terus didesak menikah oleh keluarganya, Kinanti akhirnya menerima ide gila Rivan Arya, sahabat kakaknya yang telah ia kenal sejak SMA. Mereka akan menerima perjodohan yang diatur tersebut, menikah, dan tinggal bersama demi menyenangkan keluarga sambil menjalani aktivitas masing-masing. Tetapi, bila suatu saat salah satu pihak terganggu dan merasa tidak cocok bersama, mereka akan bercerai baik-baik.

Tak disangka, perjodohan bisa juga menyenangkan. Kebersamaan yang mulanya kaku dan canggung, perlahan mulai menumbuhkan perasaan nyaman, sayang, dan saling membutuhkan kehadiran masing-masing.

Namun sayangnya, bayang kelam masa lalu terus mengendapendap mengikuti. Satu demi satu rahasia yang disembunyikan Rivan terancam menghancurkan keeping-keping perasaan cinta yang pelan-pelan Kinanti serahkan untuk pria itu. Akankan mereka terus bersama, atau berakhir seperti kisah-kisah yang ditulis Rivan Arya, sang penulis novel best seller itu? Terpaksa mengakui bahwa cinta adalah rasa yang selalu mengguratkan luka dan menyisakan air mata.

----------------------------

"Cinta adalah sebuah rasa yang terkadang mengguratkan luka hingga menyisakan air mata. Rasa yang terkadang menciptakan senyum dan tawa bahagia. Namun, meski terkadang mengguratkan luka, cinta akan mengalirkan bahagia pada orang-orang yang tulus merasakannya karena keindahan cinta akan memulihkan segalanya."-Rivan Arya
Ini tentang kisah Kinanti dan Rivan. Dua pasangan yang menikah bukan karena "CINTA" tetapi keadaan. Sebenarnya mereka bisa memilih untuk tak bersama, tetapi karena saat itu menikah adalah pilihan yang terbaik buat mereka, mereka pun akhirnya memilih untuk menikah.

Awalnya, pernikahan ini merupakan solusi yang terbaik untuk mereka. Kinanti yang selalu didesak untuk menikah oleh keluarganya akhirnya menerima ide dari Rivan, sahabat kakaknya itu. Mereka yang awalnya saling canggung, perlahan-lahan hubungan mereka pun mencair dan tanpa diduga kebersamaan mereka menumbuhkan rasa yang berbeda. Rasa yang membuat mereka nyaman dan bahkan jatuh cinta satu sama lain.

Namun, lagi dan lagi kebersamaan mereka harus teruji kembali. Tiba-tiba datang seseorang dari masa lalu yang ingin menghancurkan hubungan mereka, disamping itu penyakit yang datang menimpa Rivan mengancam untuk menghancurkan kehidupan pernikahan mereka yang mulai mengecap kebahagiaan.

Rivan yang tidak ingin membuat Kinanti khawatir bahkan sedih memilih untuk menikmati penyakitnya sendiri. Malah Rivan berusaha semaksimal mungkin agar Kinanti tidak pernah tahu, bahkan Rivan akhirnya mulai berbohong untuk menyembunyikan kebenaran. Ternyata sepandai-pandainya Rivan menutupi, akhirnya Kinanti pun mulai sadar dengan perubahan Rivan. Malah akhirnya, timbullah kesalahpahaman yang malah berpotensi menghancurkan pernikahan mereka.

Bagaimana akhir kisah Kinanti dan Rivan? Mampukah mereka melalui badai dalam pernikahan mereka dan merajut kembali kebahagiaan bersama?

Sebenarnya novel ini klise banget, penulis seakan memfokuskan tulisannya pada hubungan Kinanti dan Rivan. Bagaimana mereka menyesuaikan diri terhadap pernikahan mereka hingga satu per satu permasalahan muncul. Konflik penyakit yang diderita Rivan, kehadiran Sherly maupun Rino pun tidak terlalu banyak mengambil "porsi" yang besar dalam kisah ini, sehingga membuatku kadang-kadang bosan dalam membacanya.

Rasanya hubungan Kinanti dan Rivan ini berputar-putar saja dalam hal yang sama, dan sampai sekarang aku masih tidak mengerti dengan keputusan Rivan yang memilih untuk berpisah dengan Kinanti, dengan segala alasannya yang tidak ingin membuat Kinanti sedih, khawatir atau merasakan lagi kehilangan. Namun, mungkin disitulah klimaks bahkan konflik yang diinginkan penulis. Penulis ingin pembaca larut dalam emosi dan perasaan Rivan bahkan Kinanti menyikapi badai dalam pernikahan mereka.

Hingga di penghujung akhir, aku cukup bisa merasa lega karena sejak awal aku sudah bisa menduga akhir yang dipilih untuk kisah Kinanti dan Rivan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design