Selasa, 31 Maret 2015

[Book Review] A Painting of Pains

Judul Buku : A Painting of Pains
Penulis : Hanna Natasha
Penerbit : GPU
Tebal : 224 Halaman
Terbit : Desember 2014
Available @bukupedia
Nadia nyaris gila ketika ibunya melarang hubungannya dengan Ray, dengan alasan bahwa pria yang amat dicintainya itu ternyata kakak tirinya! Ia tak menyangka bahwa selama ini ia dicekoki kebohongan demi kebohongan oleh sang ibu.

Meski berat, Nadia berusaha mengendalikan diri agar tak terjebak dalam cinta terlarang. Membendung perasaannya kuat-kuat.

Tapi bagaimana caranya menghapus perasaan yang begitu dalam?

Mampukah Nadia berdamai dengan segala kepahitan dalam hidupnya dan menemukan cinta yang menggantikan segala hal manis yang direnggut darinya?

---------------------
"Kebenaran harus diterima dan disyukuri, bagaimanapun sakit yang ditimbulkan. Itulah bagian dari episode kehidupan kita, Raff."

Ini tentang kisah Nadia, seorang gadis yang manja dan anak mami. Selama bertahun-tahun dia tinggal di Singapura, dan ketika dia lulus kuliah, dia memutuskan untuk bekerja dan kembali ke Indonesia, tepatnya, Jakarta. Tak perlu bersusah payah, Nadia pun diterima bekerja di "Fashionita", salah satu majalah dimana maminya menjadi pemodalnya.

Nadia pun harus membuktikan eksistensinya tanpa embel-embelnya maminya. Didekat kantornya, Nadia kemudian menemukan sebuah galeri seni yang menarik hatinya. Nadia pun bertemu dengan sosok Raffi, sang pelukis yang menarik hatinya dan membuatnya de javu. Sosok Raffi seakan familiar di hatinya, tetapi Nadia tidak pernah ingat dimana mereka pernah bertemu.

Sedangkan di pihak lain, Raffi berusaha menahan perasaan untuk tidak mengungkap kebenaran bahwa Raffi adalah kakak tiri Nadia yang telah terpisah sekian lama. Ternyata Nadia tidak pernah mengenal sosok Raffi sejak Nadia meninggalkan Jakarta bertahun-tahun silam, mami Nadia seakan berusaha membuat Nadia lupa akan kisah masa kecilnya, terutama masa-masa dia punya seorang kakak, bernama Raffi.

Ada rahasia kelam yang seakan ditutupi oleh mami Nadia tentang hal itu. Hal ini pun makin diperumit lagi dengan Nadia yang malah menunjukkan ketertarikan bahkan jatuh cinta dengan Raffi. Raffi pun dilema untuk mengungkap semuanya atau bagaimana. Di sisi lain, ada sosok Heli, tetangga apartemen Nadia  juga sosok Abed, sahabat masa kecil Nadia yang sama-sama menaruh hati kepada Nadia. Untunglah ada sosok Dian, kekasih Raffi yang begitu dewasa dan bijaksana, yang bisa membuat semuanya menjadi cukup terkendali...

Bagaimana akhir kisah Nadia? Siapakah yang akan dipilihnya?

Sejak pertama melihat covernya, aku sudah menyukainya. Aku pun mencoba melihat sinopsisnya, aku pun dibuat penasaran. Sayangnya, selama membaca novel ini aku tidak merasakan chemistry dari kisah ini. Aku seakan bingung mau dibawa kemana kisah ini, untungnya novel ini cukup bagus dari segi editing, sehingga aku masih bisa menyelesaikannya dengan sekali duduk saja.
"Cinta semestinya realistis. Kalau memang terlalu banyak hambatan yang tak mungkin diterjang, untuk apa dilanjutkan? Kalau memang cinta itu merugikan dan bahkan akan merajut masa depan yang buram, sebaiknya tak usah diteruskan."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design