Kamis, 02 April 2015

[Book Review] Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas

Judul Buku : Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas
Penulis : Eka Kurniawan
Penerbit : GPU
Tebal : 245 Halaman
Terbit : April 2014
Di puncak rezim yang penuh kekerasan, kisah ini bermula dari satu peristiwa: dua orang polisi memerkosa seorang perempuan gila, dan dua bocah melihatnya melalui lubang di jendela. Dan seekor burung memutuskan untuk tidur panjang. Di tengah kehidupan yang keras dan brutal, si burung tidur merupakan alegori tentang kehidupan yang tenang dan damai, meskipun semua orang berusaha membangunkannya.

--------------------

Wow, ternyata novel ini bisa membuatku betah membacanya. Ini pertama kalinya aku membaca karya Mas Eka, dan aku jatuh cinta dengan tulisannya.
Tema yang diangkat itu biasa, tetapi dari hal yang biasa itu bisa menjadi sebuah cerita yang blak-blakan, mengalir dan ya sedikit vulgar. Mas Eka benar-benar bisa membuat cerita tentang "Burung" ini menjadi sebuah cerita yang sarat makna...

Ini tentang kisah Ajo Kawir. Saat masih remaja dulu dan masa-masa puber sebagai lelaki lagi meningkat, ketertarikan terhadap lawan jenis pun semakin tinggi. Ajo Kawir dan sahabatnya, Tokek pun sering diam-diam mencoba hal-hal baru, termasuk sering mengintip adegan-adegan dewasa yang tidak seharusnya mereka lihat.

Hingga malam itu, Tokek mengajak Ajo Kawir melihat sesuatu yang dikatakannya dahsyat dan bisa membuat Ajo Kawir terhibur. Ditengah malam mereka pun menyelinap ke rumah Rona Merah, seorang wanita gila. Ternyata mereka pun disuguhi pemandangan pemerkosaan yang dilakukan oleh 2 oknum polisi. Ternyata dibalik tubuh Rona Merah yang gila itu ada sosok yang indah, yang membangkitkan naluri lelaki mereka.

Namun, ternyata mereka ketahuan. Ajo Kawir pun terpaksa harus menyaksikan langsung pemandangan itu didepan matanya, malah Ajo Kawir dipaksa untuk ikut menyetubuhi Rona Merah. Dan disinilah, kisah itu bermula. Sejak hari itu si "Burung" tak mau berdiri lagi.

Ajo Kawir pun menjadi galau, segala cara telah dilakukannya, tetapi tak membuatnya kunjung berdiri juga. Akhirnya, Ajo Kawir pun membiarkannya saja untuk tidur panjang. Sampai akhirnya, Ajo Kawir pun bertemu Iteung dan mereka saling jatuh cinta. Tetapi sungguh malang, hal ini pun tak membuat kemaluannya berdiri, sehingga membuat Ajo Kawir sungguh nelangsa dan tidak ingin menyakiti Iteung.

Tetapi Iteung mau menerima Ajo Kawir dan kekurangannya itu dan cukup puas dengan jari jemarinya. Lama kelamaan itupun tak cukup, kebahagiaan mereka pun harus terenggut, Iteung ketahuan hamil dan tentunya bukan anak Ajo Kawir.

Ajo Kawir pun marah besar dan memutuskan pergi dan berkelana lagi dan akhirnya berakhir menjadi supir truk pengangkut barang muatan Jawa-Sumatera. Hidup Ajo Kawir tidaklah mudah, tetapi dia banyak belajar dari hidupnya.

“Kehidupan manusia ini hanyalah impian kemaluan kita. Manusia hanya menjalaninya saja."
Bagaimana akhir kisah Ajo Kawir? Apakah pada akhirnya akan berdiri kembali?

Novel ini tidak kurekomendasikan untuk kamu yang masih dibawah 17tahun, karena banyaknya konten dewasa yang ada dalam buku ini. Tetapi aku sama sekali tidak merasa jijik, aku menikmati cerita ini hingga akhir cerita.

Seperti buku lainnya, tentunya aku berharap akan menemukan kisah yang happy ending di akhir cerita. Ya, aku menemukannya tetapi tidak seperti yang kubayangkan, aku masih dikejutkan dengan twist yang terungkap.

Novel ini benar-benar sarat makna dan pembelajaran hidup. Karakter Ajo Kawir, Tokek dan semua tokoh dalam buku ini mempunyai perannya masing-masing dan sesuai porsinya.

Nice story =)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design