Sabtu, 04 April 2015

[Book Review] The Wind Leading To Love

Judul Buku : The Wind Leading to Love
Penulis : Ibuki Yuki
Penerbit : Haru
Tebal : 342 Halaman
Terbit : Maret 2015
Available @bukupedia
Rasa sakit itu merupakan bukti kalau kita masih hidup.

Suga Tetsuji depresi. Menuruti saran dokter, dia mengasingkan diri di sebuah kota pesisir, di sebuah rumah peninggalan ibunya. Namun, yang menantinya bukanlah ketenangan, tapi seorang wanita yang banyak omong dan suka ikut campur bernama Fukui Kimiko.

Fukui Kimiko kehilangan anak dan suaminya, dan menyalahkan dirinya sendiri sebagai penyebab kematian mereka berdua. Dia menganggap dirinya tidak pantas untuk berbahagia.

Setelah menyelamatkan Tetsuji yang nyaris tenggelam, Kimiko menawarkan bantuan pada pria itu untuk membereskan rumah peninggalan ibunya agar layak jual. Sebagai gantinya, wanita itu meminta Tetsuji mengajarinya musik klasik, dunia yang disukai anaknya.

Mereka berdua semakin dekat, tapi….

-------------------------
Aku ingin dicintai. Sebagaimana aku mencintaimu.
Ini kisah Tetsuji, kehadirannya ke Miwashi awalnya untuk mengasingkan diri dari segala beban hidupnya. Seharusnya di usianya yang ke-40 tahun, dia menjadi pria bahagia, punya pekerjaan mapan juga keluarga yang tentunya sangat menyayanginya. Tapi ternyata, Tetsuji divonis dokter menderita depresi, sehingga dia mengambil cuti panjang untuk merenungkan semuanya.

Disanalah Tetsuji bertemu dengan Fukui Kimiko, seorang wanita yang sering disebut "Peko Chan". Semua sopir truk berlomba-lomba memberikan tumpangan kepadanya, karena entah hanya kebetulan atau tidak kehadirannya senantiasa membawa keberuntungan.

Ternyata Kimiko hanyalah wanita biasa, walau dari luar dia sangat menikmati hidup, dan kelihatan bahagia. Kimiko tetaplah wanita yang kesepian dan menyimpan rahasia kelam dan perasaan bersalah dalam hidupnya. Perasaan bersalah terhadap suami dan anaknya yang telah meninggal dunia.

Saat Tetsuji ingin bunuh diri, Kimiko lah yang menemukan dan menyelamatkan dirinya. Kimiko pun menawarkan diri untuk membantu mengurus Rumah Semenanjung, rumah peninggalan ibu Tetsuji yang ingin dijualnya. Alih-alih minta imbalan, Kimiko hanya minta diajari untuk lebih mengerti musik klasik, seperti kesukaan anaknya dulu.

Sosok Kimiko yang bawel, blak-blakan dan selalu ingin tahu mencairkan sosok Tetsuji yang dingin. Akhirnya hubungan mereka pun mencair, dan perlahan-lahan timbul perasaan nyaman satu sama lain. Musim panas itu menjadi musim panas terbaik untuk mereka berdua, terutama bagi Tetsuji. Rasanya bersama Kimiko, semua terasa benar.

Padahal Tetsuji tahu, dia masih punya istri dan anak yang menunggunya di Tokyo, walaupun saat itu pernikahannya memang sedang tidak baik-baik saja malah dalam proses perceraian. Hingga pada akhirnya Tetsuji harus memilih, mempertahankan pernikahannya atau mengejar Kimiko, apa yang terjadi?

"Keputusan yang dibuat oleh orang tua memengaruhi kehidupan anak mereka."
Aku suka banget novel ini, sebenarnya ceritanya sederhana, tetapi aku bisa dibuat larut dengan kisah Tetsuji-Kimiko ini. Mereka seakan terlahir untuk satu sama lain. Chemistry diantara keduanya, membuat mereka saling melengkapi.

Terjemahannya pun sama sekali tidak kaku, konflik yang ditawarkan pun tidak terlalu banyak, tetapi mengalir lancar. Kisah ini seakan fokus kepada Tetsuji dan Kimiko, bagaimana mereka menyikapi hidup mereka saat itu dan bagaimana mereka akhirnya harus menentukan pilihan terbaik untuk kehidupannya...

"Manusia maupun benda akan mengalami perubahan. Tidak ada yang bisa menghindari itu. Jika itu benar, maka kita hanya bisa berusaha untuk melewati semua perubahan itu tanpa rasa takut. Tentu saja sambil mengharapkan sebuah masa depan yang lebih baik."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design