Jumat, 01 Mei 2015

[Book Review] Glamo Girls

Judul Buku : Glamo Girls
Penulis : Ragil Kuning, dkk
Penerbit : Senja
Tebal : 212 Halaman
Terbit : Maret 2015
Apa jadinya jika cewek-cewek gehol tinggal di pulau yang… penduduknya hidup sederhana?

Gina, Lala, dan Monic menamakan diri sebagai Glamo Girls. Ketiga cewek yang sering dijuluki juga sebagai Tiga Meong ini masing-masing naksir pada tiga cowok ganteng di kelas mereka, yaitu Adam, Bastian dan Tomy. Namun, cinta mereka bertepuk sebelah tangan.

Atas ide Adam, teman-teman sekelasnya di SMA Labsky bersekongkol untuk mengirim Glamo Girls sebagai perwakilan kelas ke acara baksos tahunan di Pulau Sabira, di Kepulauan Seribu, selama seminggu.

Di sana, mereka dititipkan di keluarga yang hidup sederhana. Mereka mendapat kamar yang isinya hanya balai-balai kayu tanpa kasur, beralas tikar pandan yang rusak di bagian ujungnya. Tapi, di rumah itu ada Bayu, cowok ganteng anak Bu Inah. Omaaakkk…!

It’s funny, entertain, and heart touching.

So, happy reading…!

---------------------

Novel yang ringan, menyegarkan dan sarat pesan moral saat aku menutup halaman terakhir novel ini.

Ini tentang kisah Gina, Lala dan Monic, 3 remaja yang cantik, kaya, dan penampilan selalu didukung dengan merek terkenal. Mereka menamakan dirinya "Glamo Girls", karena penampilan mereka yang glamor itu. Mereka sudah lama sekali memendam rasa terhadap 3 cowok tampan dikelas mereka, Adam, Bastian dan Tomy. Sayangnya 3 cowok ini tidak membalas perasaan mereka, mereka malah merasa terganggu dengan segala usaha pedekate Glamo Girls.

Hingga muncullah ide Adam, untuk melancarkan aksi membujuk seluruh teman sekelasnya untuk mengirim Glamo Girls sebagai perwakilan kelas mereka ke acara bakti sosial di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu selama seminggu. Glamo Girls tentunya menolak dengan keras, tetapi akhirnya mereka tak kuasa menolak dan akhirnya pasrah ikut acara bakti sosial tersebut.

Bisa bayangkan 3 remaja yang biasa hidup mewah, jajan sesuka hati, menghamburkan uang harus hidup prihatin di Pulau Sabira? Ya itulah kenyataannya, Glamo Girls ditempatkan di keluarga Bu Inah dan harus hidup sederhana. Rumah mereka begitu sederhana, bahkan kamar yang ditempatinya pun begitu kecil dan harus mereka bagi bertiga. Apalagi untuk makan, mereka harus membiasakan diri untuk makan seadanya, berbeda banget dengan kehidupannya semula.

Tetapi mereka cukup terhibur, karena kehadiran Bayu, anak Bu Inah yang walaupun anak kampung tetapi tampan. Glamo Girls pun bersaing menarik perhatian Bayu, selalu ingin dekat dengannya. Namun, jauh di lubuk hatinya mereka tetap merindukan Adam, Bastian dan Tomi.

Perlahan-lahan Glamo Girls pun berubah, apalagi mereka belajar banyak mengenai bersyukur dengan apa yang mereka punya dari kehidupan keluarga Bu Inah yang sehari-hari memang serba pas-pasan. Mereka begitu terkejut betapa Bu Inah bahagia menerima uang 10ribu hasil jualan kerupuk, uang yang sama yang tidak ada artinya bagi mereka.

1 minggu aktivitas di Pulau Sabira, mengubah pandangan Glamo Girls mengenai kehidupan mereka. Membuat mereka menyadari bahwa selama ini mereka kurang bersyukur dan tentunya selalu menghamburkan uang yang mereka dapatkan untuk hal-hal yang tidak perlu. Ternyata kepergian Glamo Girls ke Pulau Sabira juga membuat seisi sekolah merindukan mereka dengan alasannya masing-masing, tidak terkecuali Adam, Bastian dan Tomi. Apalagi selama ini Glamo Girls senantiasa mentraktir mereka jajan di kantin, membuat mereka kangen Gina, Lala dan Monic.

Yang tidak mereka ketahui, bahwa Gina, Lala dan Monic sudah menjadi remaja yang berbeda. Mereka telah berubah dan tidak ingin dimanfaatkan lagi. Bagaimana akhir kisah Glamo Girls?

“Boleh jadi, dulu mereka termasuk siswi yang pemilih dalam berteman. Tapi, kita tak boleh menghakimi kesalahan itu seumur hidup karena pada hakikatnya, setiap detik waktu akan membawa perubahan. Begitu juga dengan Glamo Girls."
Aku cukup menikmati kisah ini, kadang-kadang aku dibuat tersenyum dengan ulah dan interaksi Glamo Girls. Ringan dan menyegarkan. Walau memang kadang candaannya agak garing dan lebay tetapi aku cukup menikmati kisah 3 remaja ini

Jika kamu membutuhkan bacaan ringan yang bisa membuatmu terhibur, coba saja baca novel ini.^^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design