Senin, 25 Mei 2015

[Book Review] For a better Tomorrow

Judul Buku : For a Better Tomorrow
Penulis : Rini Zabirudin
Penerbit : GPU
Tebal : 256 Halaman
Terbit : Mei 2015
"Tetaplah berada di dekatku. Aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu."

Ellis belum bisa berhenti menyalahkan diri sendiri atas kematian suaminya. Dia memutuskan untuk hidup menyepi dan menjadi seorang herbalis seperti yang dilakukan neneknya.

Pertemuannya dengan Bima telah mencairkan hatinya yang dingin. Tetapi, Bima datang dengan membawa masalah besar baginya. Mereka harus berjuang bertahan hidup sambil melepaskan setiap luka di hati.

Saat mereka berdiri di sisi jalan yang berbeda, sekali lagi Ellis harus memilih, hidup seperti apakah yang ingin ia jalani? Atau… bisakah Bima meninggalkan segalanya demi Ellis?

------------------

"Jika masa lalumu terlalu berantakan hingga kau sendiri pun tidak yakin bisa mengurainya, memulai segalanya dari awal bisa jadi ide yang bagus."
Novel ke-4 karya Rini Zabirudin yang kubaca setelah Matahari untuk Lily, Dalam Pelukan Bintang, Yang Tak Terlupakan dan aku merasakan sekali perkembangan tulisan penulis. Novel ini lebih bisa menyentuh hatiku dan menimbulkan perasaan hangat saat membacanya.

Walau premis yang diangkat biasa, tetapi penulis selalu menyelipkan pengetahuan baru yang membuat novel ini menjadi lebih berwarna. Kali ini, penulis mencoba mengangkat mengenai kisah Elis, seorang herbalis...

Ini tentang kisah Elis, seorang herbalis yang memilih untuk tinggal di hutan herbal warisan neneknya. Elis tinggal seorang diri dan mengabdikan dirinya untuk warga sekitar yang membutuhkan pertolongannya. Hingga suatu hari muncullah sosok Bima. Bima yang misterius dan datang dalam keadaan kelaparan bahkan nyaris dehidrasi.

Elis pun tergerak untuk menolong Bima. Elis menawarkan gudang untuk menginap bahkan menyajikan makanan yang entah sudah berapa lama tidak pernah dicicipi oleh Bima. Ya, Elis tidak pernah tahu bahwa Bima adalah seorang buronon, tersangka pembunuhan istrinya sendiri...

Elis merasakan kejujuran dan kebaikan di hati Bima, hingga akhirnya Elis pun menawarkan pekerjaan untuk membantunya mencari tumbuhan-tumbuhan herbal di hutannya. Bima pun dengan senang hati menerimanya, apalagi Bima belum mempunyai rencana lain, yang diinginkan hanya tempat bersembunyi dari kejaran orang-orang yang mengincarnya.

Dimulailah interaksi Bima dan Elis yang perlahan-lahan semakin dekat. Tetapi Elis tetap tidak pernah tahu rahasia besar apa yang sedang disembunyikan Bima. Bima pun terlalu takut untuk jujur karena perlahan-lahan sosok Elis telah mencuri hatinya.

Namun, kemudian datanglah orang-orang yang mengincarnya ke rumah Elis dan Bima tidak punya pilihan lain selain jujur.

Bagaimana akhir kisah Elis dan Bima? Akankah Bima menemukan keadilan dan membersihkan namanya?

Ini novel penulis yang paling kusuka sejauh ini, aku bisa merasakan chemistry antara Elis dan Bima yang pelan-pelan tumbuh seiring berjalan waktu. Mereka saling menyembuhkan satu sama lain, saling melengkapi...Pengetahuan baru tentang khasiat tumbuh-tumbuhan herbal pun menjadi nilai tambah novel ini.

Aku merasakan sekali perkembangan tulisan penulis dari novel-novelnya sebelumnya, walau memang masih saja kujumpai beberapa typo tetapi aku tetap menikmatinya.

Kisah romance berbalut misteri pembunuhan dan intrik petinggi militer membuat novel ini cukup kaya warna.

3.5 star untuk kisah Elis dan Bima yang menyentuh hati.^^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design