Senin, 25 Mei 2015

[Book Review] Istana di atas Pasir

Judul Buku : Istana di atas Pasir
Penulis : Bey Tobing
Penerbit : GPU
Tebal : 192 Halaman
Terbit : Mei 2015
Mahar seratus juta telah meruntuhkan fondasi cinta Ivan dan Amara yang telah mereka coba bangun selama tiga tahun terakhir. Mereka berpisah, meninggalkan semua kenangan manis dan menutupnya menjadi lembaran masa lalu.

Amara mengikuti keinginan sang ibu untuk menikahi Adrik, lelaki sempurna berjabatan tinggi yang bergelimang harta. Semua berjalan sesuai yang diimpikan sang ibu, pada awalnya. Hingga Amara mulai menyadari betapa rapuh rumah tangganya.

Bertahun-tahun lewat, Amara tak sengaja bertemu kembali dengan Ivan. Semua telah berubah, kecuali rasa yang masih mewarnai hati keduanya.

Namun, apakah rasa itu cukup untuk membuat cinta menemukan jalannya?

Atau mereka harus mempertahankan istana mereka masing-masing, yang dibangun di atas pasir?

-------------------

"Sebab, cinta melewati batas kata-kata."
Sejak pertama kali melihat covernya jujur aku sudah sangat jatuh cinta, sehingga ketika tahu buku ini akan terbit, aku tidak ragu untuk membelinya.

Ceritanya sederhana, dan mungkin sudah bisa ketebak sejak awal saat membacanya dari sinopsis ceritanya, tapi aku menikmati proses membacanya dan hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja aku sudah selesai membacanya...

Novel ini mengisahkan tentang Amara dan Ivan, sepasang kekasih yang saling mencintai dan berencana menikah. Namun, perbedaan status sosial diantara mereka tidak terhindarkan. Keluarga Amara menuntut agar Ivan harus membayar mahar sebesar 100 juta jika ingin menikahi Amara. Sayangnya, saat itu kondisi keuangan Ivan tidaklah begitu baik, apalagi Ivan harus menjadi tulang punggung keluarganya. Ivan pun meminta agar rencana pernikahan mereka ditunda setahun lagi, sayangnya itu tidak bersambut baik, keluarga Amara malah memilih untuk mencari pria lain untuk menjadi suami Amara.

Amara dan Ivan pun harus berpisah karena keadaan, Amara pun tak kuasa menentang. Walau mereka saling mencintai tetapi keadaan sedang tidak berpihak. Akhirnya setelah beberapa pria hadir dalam hidup Amara pasca putusnya Amara dengan Ivan, Amara pun akhirnya menikah dengan sosok Adrik. Awalnya Amara pikir dengan menikahi Adrik, cintanya kepada Ivan akan hilang dengan sendirinya, dan dia bisa belajar mencintai Adrik. Ternyata....

Apalagi Adrik hanyalah seorang pria yang sangat gila kerja, kebersamaannya bersama Amara dan Malika, buah hati mereka pun semakin berkurang. Amara mendapatkan semua yang wanita inginkan dalam hidupnya pria tampan, kaya dan bisa hidup bagai ratu dalam istana yang megah. Sayangnya, istananya bagai dibangun diatas pasir. Seperti itulah kisah pernikahannya...begitu rapuh

Bagaimana akhir kisah Amara? Sanggupkah ia mencintai Adrik? Bagaimana dengan Ivan??

Novel yang ringan banget, premis yang cukup mainstream, tetapi aku cukup menikmati kisahnya^^. Walau memang rasanya alur yang digunakan terlalu cepat sekali, aku tidak bisa terlalu merasakan chemistry diantara Amara dan Ivan, karena mereka sudah pisah, kemudian Amara menikah, punya keluarga sendiri dan lain-lain. Aku malah jatuh hati dengan sosok Kia, yang begitu sabar menunggu cinta Ivan...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design