Rabu, 27 Mei 2015

[Book Review] Minoel

Judul Buku : Minoel
Penulis : Ken Terate
Penerbit : GPU
Tebal : 272 Halaman
Terbit : Juni 2015
Kata orang, cinta butuh pengorbanan. Kata orang, cinta berarti memberi. Itulah yang dipercaya Minoel saat Akang menawarkan cinta dan mimpi indah. Minoel melayang ke awang-awang. Akhirnya ada juga cowok yang mencintai dirinya yang cacat.

Minoel menerima cinta Akang. Meskipun itu berarti dia tidak bisa ikut kegiatan hadrah dan pramuka lagi. Meski itu berarti dia tidak bisa sering-sering main dan gosip bareng Lilis dan Yola lagi.

Namun, Akang berubah. Lelaki itu mulai bertingkah kasar dan tak masuk akal. Inilah ujian cinta Minoel. Akang mau menerimanya yang serba kekurangan, miskin, bodoh, dan cacat. Sudah seharusnya dia menerima kelakuan Akang yang buruk, kan? Toh buruknya hanya kadang-kadang.

Yola dan Lilis terus membela dan mengingatkan Minoel bahwa Akang tidak baik untuknya, dan Minoel terus mengabaikan teman-temannya. Tapi, ketika Akang mulai menuntut Minoel menyerahkan diri sepenuhnya, Minoel mulai bertanya apakah cinta memang butuh pengorbanan SEBESAR itu? Lebih jauh lagi, apakah itu benar-benar cinta?

--------------------

Sejak membaca Dark Love aku sudah jatuh cinta dengan tulisan Ken Terate sehingga saat aku melihat Minoel di coming soon, aku tidak ragu lagi untuk membeli dan membacanya.

Masih seperti Dark Love, Ken Terate mencoba mengangkat isu tentang Kekerasan Dalam Pacaran, yang mungkin pernah terjadi di sekitar kita. Sayangnya ada yang terlapor, dan lebih banyak yang tidak terlapor.

Melalui kisah Minoel, sebagai pembaca aku diajak berkenalan dengan kehidupannya. Kehidupannya yang tidak mudah. Minoel lahir dalam keluarga yang tidak mampu, bahkan cenderung miskin. Minoel tidak cantik, tidak juga jelek, tetapi Minoel cacat, inilah yang membuatnya menjadi kurang PD dengan penampilannya. Apalagi untuk remaja seusianya, banyak yang sudah berpacaran bahkan Lilis dan Yola, sahabatnya juga. Minoel pun ingin punya pacar dan merasakan indahnya pacaran.

Hingga suatu hari datanglah Si Akang, seorang cowok yang memang tidak terlalu tampan tapi membuat Minoel tertarik. Ternyata perasaan bersambut, Akang pun memulai pdkt terhadap Minoel bahkan mengajaknya jadian. Minoel pun tidak membutuhkan waktu lama untuk menjawab dan akhirnya Minoel-Akang pun resmi menjadi sepasang kekasih.

Walaupun Minoel mendengar desas-desus mengenai keburukan Akang, Minoel tetap menutup kuping. Bahkan Yola yang sering mengata-ngatai Akang pun tidak digubris. Cinta Minoel terhadap Akang membutakan dirinya. Bagi Minoel, Akanglah cinta sejatinya.

Awalnya semua terasa indah, tetapi perlahan-lahan Akang menunjukkan sifat aslinya. Akang bisa berubah sesuai moodnya, kadang bisa menjadi pria paling romantis dan di saat lain bisa berubah menjadi pria yang kasar, dan suka main tangan.

Minoel pun hanya bisa sabar dan sabar, dan menceritakan segala keluh kesahnya kepada Yola dan Lilis yang tentunya akan menyuruhnya putus saja. Tetapi Minoel memilih untuk tetap bertahan. Karena bersama Akang, Minoel merasakan eksistensi dirinya, yang tidak pernah dia dapatkan dari keluarganya..

Hingga lama kelamaan, sikap Akang menjadi protektif dan lebih menjadi-jadi lagi. Di satu sisi Minoel ingin putus, tetapi Minoel masih sayang Akang. Dan hari itu semua menjadi titik balik kehidupan Minoel. Bagaimana akhir kisah Minoel???

Membaca kisah Minoel ini membuatku terharu dan kadang-kadang ikut gregetan dengan sikap Minoel. Tapi aku pun tidak bisa menyalahkan Minoel yang mencintai Akang dan menutup mata dan telinga untuk semuanya. Ditulis dengan format semacam diary, seperti Dark Love, perlahan-lahan kita dibawa untuk mengenal Minoel dan semua yang terjadi dalam kehidupannya.

Aku bisa merasakan semua yang dirasakan Minoel. Membaca novel ini membuat perasaanku naik turun layaknya roller-coaster, untungnya aku bisa menutup buku ini dengan perasaan lega...

Buku ini bagus sekali dibaca untuk remaja, karena banyak pembelajaran yang bisa dipelajari dari kisah Minoel. Apalagi di usia remaja, yang sangat rawan sekali dengan perasaan yang namanya "Cinta" kalau tidak diarahkan bisa berakibat sesuatu yang tidak diinginkan.^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design