Jumat, 26 Juni 2015

[Book Review] Dosa Terindah

Judul Buku : Dosa Terindah
Penulis : Monica Petra
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer
Tebal : 176 Halaman
Terbit : Juli 2014
Vincent,

Aku tahu dialah yang terbaik,

tapi aku tidak bisa mencintainya...

Bukan karena dia tidak memiliki cinta setulus hati,

tetapi karena hatiku masih dirantai oleh masa lalu...

Ketika orang yang pernah aku cintai datang kembali dan menghadirkan cinta yang sama,

aku hanya berharap dia tidak mengkhianatiku lagi.

Aku berharap,

hatinya hanya untukku seorang.

Jika aku kembali ke dalam pelukannya,

apakah ini menjadi sebuah dosa?

Selamanya, Edmund....

aku mencintainya.

-------------------------

Wah gak nyangka membaca novel ini tidak membutuhkan waktu yang lama, aku benar-benar dibuat gregetan sampai menjurus jengkel dengan Sean, tokoh wanita dalam novel ini.

Novel ini menunjukkan bahwa cinta itu buta, dan ini benar-benar terjadi sama Si Sean. Novel ini mengisahkan mengenai kehidupan Sean. Rencana pernikahannya dengan Edmund, kekasih yang telah dipacarinya selama 5 tahun kandas sudah. Semua impian indahnya bersanding di pelaminan musnah sudah, Edmund membatalkan pernikahannya dan memilih Gisel.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, Sean kehilangan Edmund sekaligus menjadi pengangguran, karena Sean telah memutuskan untuk resign saat mereka akan menikah. Sean pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti kursus-kursus sambil mencari pekerjaan. Saat Sean mengikuti kursus bahasa Inggris, Sean bertemu dengan sosok Vincent, berondong yang berbeda usia 4tahun dengannya.

Kehadiran Vincent yang walaupun lebih muda tetapi ternyata bisa tampak dewasa. Tak membutuhkan waktu lama, Vincent dan Sean pun memutuskan untuk berpacaran. Namun, ternyata Sean masih saja memikirkan Edmund. Tiba-tiba datanglah undangan pernikahan Edmund dengan Gisel, yang membuat dunia Sean seakan runtuh. Untungnya ada Vincent yang mendampinginya.

Tetapi kisah percintaan Sean dan Vincent pun tidak berjalan mulus, perbedaan usia, lingkungan pertemanan dan gaya hidup begitu mencolok diantara keduanya. Sean yang terbiasa hidup mewah dan diberikan perhatian serta barang mewah oleh Edmund, harus bisa menerima bahwa Vincent hanyalah mahasiswa dengan isi kantong mahasiswa pula. Apalagi Vincent bukanlah sosok pria romantis yang gampang mengumbar perasaannya.

Hingga kemudian Edmund hadir kembali. Edmund datang meminta kesempatan kedua, karena Gisel kecelakaan. Sean pun semakin dilema, antara tetap bersama Vincent atau menerima kembali Edmund.

Ah, aku benar-benar dibuat jengkel dengan Sean, karena Jean ini seorang guru dan berusia 24 tahun harusnya sudah bersikap lebih dewasa, tetapi Sean malah seperti ABG labil. Apalagi kehadiran Edmund kembali, membuat Sean tergoda untuk berkhianat, yang dibilangnya "dosa terindah".

Sampai menjelang ending, aku cukup terkejut. Penulis sukses membuatku tercengang. Ya, kisah Sean ini benar-benar dramatis...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design