Senin, 08 Juni 2015

[Book Review] New York After The Rain

Judul Buku : New York After The Rain
Penulis : Vita Safitri
Penerbit : GPU
Tebal : 288 Halaman
Terbit : Mei 2015
Tidak ada yang tahu bahwa Julia Milano adalah sosok di balik penulis best seller terbitan BlackInk, tempat Julia bekerja sebagai editor.

Ketika Ethan Hall, sutradara ternama, ingin mengangkat salah satu karya Julia ke layar lebar, mau tidak mau Julia harus membuka topeng yang selama ini ia kenakan dan membuka diri untuk bekerja sama dengan pemuda itu.

Tapi siapa sangka, kedekatan membawa mereka pada skenario yang membuat luka hati dan rahasia-rahasia yang mereka sembunyikan tersibak.

Ketahuilah, seseorang akan melakukan apa pun untuk orang yang dicintainya. Apa pun....

-------------------

Ini pertama kalinya aku membaca karya Vita Safitri, dan aku cukup menikmati saat membaca novel ini. Mengisahkan tentang kehidupan Julia Milano, editor BlackInk. Julia punya sebuah rahasia yang ditutupinya selama ini, yaitu dirinya adalah sosok dibalik Jane Martin, penulis bestseller novel-novel terbitan BlackInk. Tidak ada yang tahu jati diri Jane Martin, karena Julia benar-benar menutupinya hanya editornya sekaligus sahabat terbaiknya, Brianna yang tahu tentangnya.

"Perasaan tidak pernah salah dalam memilih seseorang. Ini hanya masalah waktu yang tidak tepat."
Hal ini bukan tanpa alasan, karena peraturan BlackInk melarang pegawainya untuk mempunyai rangkap jabatan, termasuk editor dan penulis secara bersamaan. Selain karena itu, Julia juga tidak ingin rahasianya itu terbongkar dan akhirnya dia harus memilih salah satu profesi yang sangat dicintainya itu, apalagi kalau sampai berhenti bekerja dan jauh dari sosok Jacob Pierce.

Ya, Julia Milano tertarik bahkan mengagumi Jacob Pierce, direktur penerbitan BlackInk sekaligus sahabatnya. Sayangnya Jacob tidak pernah tahu mengenai perasaan Julia, Julia mencintai Jacob dalam diam dan betapa hancurnya hatinya ketika tahu Jacob akan segera menikah.

Hingga suatu hari, Ethan Hall hadir dalam kehidupannya. Ethan, sang sutradara yang ingin mengangkat salah 1 novelnya ke layar lebar. Entah darimana Ethan tahu rahasianya bahwa Julia adalah Jane Martin, sang penulis. Akhirnya, mereka pun bekerjasama dan rahasia Julia pun tetap aman. Namun, kedekatan mereka perlahan-lahan menumbuhkan perasaan yang berbeda di hati keduanya. Alih-alih mengingat Jacob, Julia malah merasakan kenyamanan saat bersama Ethan. Sayangnya lagi dan lagi, Julia harus menelan kenyataan pahit kalau Ethan pun telah memiliki kekasih.

"Cinta itu di luar akal, kau tidak mungkin tidak memikirkannya. Meski kau sudah menutup mata untuk tidak melihatnya, menutup telinga untuk tidak mendengarnya dan menutup mulut untuk tidak membicarakannya. Sekuat apa pun usahamu untuk mencegah keberadaannya dengan semua indra yang kau miliki, kau tetap bisa merasakannya dengan hatimu."
Apalagi saat syuting Goodbye, Autumn novelnya yang difilmkan, semua bayangan masa lalu seakan berputar kembali dalam benak Julia. Mengingatkan kembali akan kenangan kecelakaan yang pernah melibatkan dirinya. Dan ternyata Julia tidak sendiri, Ethan pun memiliki rahasia tersendiri dan ketika semua terkuak apa yang terjadi?

Novel ini ringan, dan manis. Aku menikmati proses membacanya, settingnya pun memanjakanku, membuat khayalanku menjelajahi sudut-sudut New York. Gaya menulis yang mengalir lancar dan perasaan yang tumbuh perlahan-lahan membuat chemistry pun dibangun cukup kuat.

Walau memang aku tidak kaget sama sekali dengan twistnya, bahkan sudah bisa menebak sejak awal, aku tetap suka dengan novel ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design