Minggu, 21 Juni 2015

[Book Review] Singapore Begins

Judul Buku : Singapore Begins
Penulis : Agata Barbara
Penerbit : Ice Cube
Tebal : 229 Halaman
Terbit : April 2015
“Tepparapol Goptanisagorn.”

“Hah?” ujar Kanna spontan tanpa dia sadari.

“Namaku. Tepparapol Goptanisagorn,” sang cowok mengulangi, kali ini dengan sedikit lebih lambat.

Kanna mengerjap. Tep… teppa… Gopta… “Apa?”

Kanna tahu dia bukan anak kesayangan Mama-Papa, tapi dibuang ke Singapura tidak pernah ada dalam rencana hidupnya. Namun apa boleh buat, hasil tes kepribadiannya yang minus membuat keputusan orangtuanya tak dapat diganggu gugat. Dan di sinilah Kanna akan tinggal sekarang, di sebuah rumah kos bersama empat orang lainnya dari empat negara berbeda pula. Baru saja menginjakkan kaki di sana, Kanna sudah disambut oleh ibu kos superheboh. Dia juga harus berbagi kamar dengan gadis bule yang berbeda seratus delapan puluh derajat dengannya. Oh, dan suara tangisan siapa itu dari lantai dua? Cuma setahun, sih, tapi bagaimana cara Kanna bertahan kalau menyebutkan nama salah satuhousemate-nya saja sudah begitu sulit?

-----------------------

Novel YARN yang ceria dibanding YARN lainnya yang sudah kubaca. Novel ini mengisahkan mengenai kehidupan Kanna dan temannya yang merasa "terbuang" dari keluarganya. Karena hasil tes bakatnya, orangtuanya mengirim Kanna ke Singapura untuk belajar hidup dengan orang lain.

Awalnya Kanna yang memang tertutup dan sulit percaya dengan orang lain sungguh menentang ide tersebut. Tapi mau tak mau akhirnya Kanna harus menerima nasibnya untuk melanjutkan sekolahnya setahun. Di Singapura, Kanna menjadi anak kos bersama 5 orang yang sungguh benar-benar berbeda kepribadian dengannya. Kanna pun harus berbagi kamar dengan Sally, yang benar-benar gaul dan suka sekali bercerita. Sungguh berbeda dengan Kanna, yang sulit mengungkapkan perasaannya.

Sebagai pembaca, aku diajak berkenalan dengan Kanna dan teman kosannya, Shelly yang ramah, Paresh yang super duper iseng, G yang lebay dan Joon Hee yang baik hati dan paling terlihat normal diantara semuanya. Interaksi mereka yang penuh warna membuat kisah ini menarik.

Penulis mampu membuat Kanna berubah dalam artian yang baik secara perlahan-lahan. Setiap tokoh yang ada punya peranan masing-masing dan tentunya mendukung perkembangan Kanna. Kanna belajar banyak hal dari teman-temannya.

Kisah persahabatan yang indah dan debut yang sungguh manis =)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design