Selasa, 16 Juni 2015

[Book Review] You are (not) My Best Friend

Judul Buku : You are (not) My Best Friend
Penulis : Esi Lahur
Penerbit : GPU
Tebal : 208 Halaman
Terbit : April 2015
Mau tahu rasanya jadi murid pindahan yang masuk saat tahun ajaran baru sudah berjalan dua setengah bulan? Itu yang dirasakan Ingrid ketika kembali ke Jakarta setelah lima belas tahun tinggal di Kopenhagen.

Peraturan sekolah memaksa Ingrid mengikuti ekskul jurnalistik. Ekskul ini pula yang menyebabkan Ingrid harus berhadapan dengan Mirabel dan Mita, cewek cantik dengan antek-anteknya yang selalu mencari masalah.

Seiring waktu, kebencian Ingrid terhadap Jakarta dan rasa rindu pada Kopenhagen pelan-pelan terkikis. Tapi misteri kematian seorang siswa baru pada tahun kedua Inggrid di SMA Bhinneka membuatnya ragu apakah Jakarta benar-benar membuatnya betah.

--------------------
Awalnya Ingrid benar-benar membenci Jakarta dan lingkungan barunya, namun sejak Ingrid dekat dengan Orella dan Shirley, teman barunya Ingrid mulai bisa beradaptasi. Tapi tetap saja Ingrid merindukan Denmark, karena sudah menghabiskan hampir seluruh hidupnya disana.

Ingrid pun mencoba masuk ekstrakurikuler Jurnalistik, karena setiap siswa harus memilih satu 1 ekskul. Pilihan pun jatuh ke Jurnalistik, untungnya Orella pun 1 ekskul dengannya. Disanalah Ingrid bertemu dengan Elang, pimred Majalah Sekolah “Bhinneka”. Sebagai siswi baru, Ingrid mendapatkan tugas untuk mewawancarai Salvo, pemain futsal andalan sekolah untuk edisi terbaru majalah sekolahnya. Karena wawancara itulah, Ingrid kemudian menjadi terkenal dan akhirnya Mirabel dan Mita, mulai mendekatinya.

Ingrid, Orella, Shirley, Mirabel dan Mita pun menjadi sahabat dan sering menghabiskan waktu bersama. Namun, tetap saja ada yang janggal, Mita seakan ada dan tiada. Sosoknya yang pendiam menjadi agak terasing dari sahabat-sahabatnya. Mita seakan berteman dengan Ingrid, Orella dan Shirley karena Mirabel, bukan keinginannya.

Mereka layaknya remaja biasa sehingga mereka pun lebih sering bersama, belajar bareng dan tentunya sesi curhat bareng. Hingga muncullah teror itu. Tiba-tiba sekolah digemparkan dengan kematian salah satu siswi baru, Leora di sekolah mereka. Apalagi kemudian sering ditemukan bangkai kucing yang mengenaskan. Setelah hasil penyelidikan, Leora ternyata bukan bunuh diri, tetapi dibunuh dan pembunuhnya dicurigai masih berkeliaran di lingkungan sekolah. Dan ketika nyawa mereka pun ikut terancam, apa yang terjadi?

Novel ini ringan dan cukup beberapa jam saja aku sudah selesai menamatkannya. Novel ini lebih menekankan mengenai kisah persahabatan dan sedikit dibumbui thriller yang mewarnai persahabatan mereka. Aku pun bisa menduga siapa pelakunya.

Ceritanya mengalir lancar, dimulai dari kepindahan Ingrid, kebenciannya kepada Jakarta hingga perlahan-lahan Ingrid pun mulai bisa beradaptasi.

Jika kamu suka novel remaja yang sedikit membuat adrenalinmu terpacu, kamu bisa mencoba membaca novel ini.

1 komentar:

  1. mau tanya kalau diksi dari novel ini apa ya ??

    BalasHapus

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design