Rabu, 17 Juni 2015

[Book Review] (S)He is My Girl

Judul Buku : (S)He is My Girl
Penulis : Chyntia Yanetha
Penerbit : GPU
Tebal : 240 Halaman
Terbit : Juni 2015
Di kali keempatnya mengikuti audisi Akademi Golden Voices, meski sempat mendapatkan penolakan pahit dari Phillip−si Tuan Arogan yang menjadi salah satu juri−akhirnya Alexa berhasil lolos. Tapi… bukan tanpa syarat. Syarat itu bahkan begitu tak masuk akal. Bayangkan! ALEXA HARUS MENYAMAR JADI LAKI-LAKI!

Alasannya sederhana, karena Phillip menganggap Alexa sebagai itik buruk rupa yang tidak menarik menjadi perempuan, tapi cukup menarik sebagai laki-laki. Tawaran itu begitu tidak masuk akal, sekaligus begitu menggiurkan. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Alexa menerima tawaran itu. Lagi pula, Alexa memang sudah sering dikira laki-laki, jadi apa susahnya sih menyamar jadi laki-laki? Tapi, bagaimana jadinya kalau ternyata si Tuan Arogan malah jatuh cinta pada si Itik Buruk Rupa? Dan… apa iya, menyamar jadi laki-laki itu mudah seperti yang dibayangkannya?

-------------------------

Sebenarnya ide ceritanya menarik, tentang cewek yang terpaksa menyamar menjadi pria karena keadaan. Ya, ini tentang kisah Alexa, yang untuk ke-4 kalinya mengikuti audisi Akademi Golden Voices. Alexa yang sehari-hari sudah berpenampilan seperti pria, mencoba peruntungannya kembali untuk mengejar mimpinya sebagai penyanyi.

Sayangnya, perjuangan meraih mimpi itu tidak mudah. Philip salah satu juri saat audisi malah tidak respek terhadapnya, bahkan cenderung menolaknya. Tetapi Dikta, juri lainnya malah melihat ada potensi baik dalam diri Alexa. Philip yang terdesak pun memunculkan sebuah ide gila, dia akan memberikan kesempatan kepada Alexa untuk lolos audisi, kalau Alexa mau menyamar sebagai pria.

Awalnya Alexa sangat marah terhadap Philip, apalagi Philip terkesan menyepelekan dirinya. Philip benar-benar menganggapnya sebagai seorang itik buruk rupa yang tidak ada apa-apanya. Tetapi, Alexa ingin lolos audisi, karena Alexa punya niat lain, mencari ayahnya yang sudah lama meninggalkan dia dan keluarganya.

Akhirnya, Alexa pun menerima ide Philip dan menyamar sebagai Alex. Alexa pun bersama kontestan lain harus hidup bersama-sama dalam Akademi dan melakukan segala aktivitas latihan bersama. Tetapi perlahan-lahan Philip pun menyadari ada sebuah perasaan yang berbeda dihatinya untuk Alexa. Sesuatu yang membuat dia tidak lagi menganggap Alexa sebagai seorang itik buruk rupa. Sayangnya Philip terlalu sombong untuk mengakui, sehingga Philip malah membuat Alexa semakin tidak menyukainya.

Tetapi perlahan-lahan Philip pun mulai tidak kuasa menahan perasaannya, dia pun mulai melakukan segala cara agar bisa dekat dengan Alexa. Alexa pun ternyata tidak bisa menghindar, kalau dia juga menyukai Philip. Tetapi mereka tetap harus menjaga sikap, Alexa sedang menyamar sebagai Alex dan ini tidak boleh terbongkar.

Dan ketika situasi menjadi tidak terkendali, dan ada orang yang ternyata ingin memanfaatkan situasi yang ada, bagaimana kisah ini akan berakhir?

Sebenarnya aku cukup menikmati kisah ini, cukup sekali duduk saja. Tetapi aku tidak begitu merasakan chemistry diantara Philip dan Alexa, apalagi Alexa terkesan gampangan sekali mudah luluh terhadap Philip, bahkan dengan mudahnya dicium oleh Philip....Ah, tapi ini mungkin kembali ke selera ya.

Konflik tentang keluarga Alexa juga tidak terlalu dieksplor dengan baik, hanya seperti tempelan saja. Tetapi untuk usaha Philip mendapatkan Alexa dan bertanggungjawab atas semua ide gilanya, cukup mengharukan =)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design