Kamis, 30 Juli 2015

[Book Review] Marriage of Convenience

Judul Buku : Marriage of Convenience
Penulis : Shanti
Penerbit : Elex Media
Tebal : 320 Halaman
Terbit : Juli 2015
-Krishna-
Aku menatap lembaran kertas di tanganku, berusaha keras memahami isinya. Oh bukan, aku paham betul apa isinya. Lebih tepatnya sih, berusaha keras untuk menerima isinya. Kenyataan pahit. Bahwa aku, Krishna Satya Sangkala, tidak akan pernah merasakan indahnya menjadi seorang ayah.

-Dita-
Aku menatap rintik hujan yang semakin menderas. Tidak berniat sedikit pun untuk beranjak dari bangku taman yang kududuki sejak 3 jam yang lalu. Berharap butiran hujan bisa membantuku menghapus rasa sakit itu. Di sini, di dadaku. Dan di sini. Aku meraba perutku perlahan. Yah, Nak. Sekarang hanya tinggal kita berdua. Kenyataan pahit. Bahwa aku, Anindita Sahaja, akan menjadi single mother.

---------------------
Aku termasuk pembaca yang sangat suka dengan tema pernikahan, sehingga saat Elex Media menerbitkan buku dengan lini Le Mariage, aku sudah memasukkannya dalam wishlist bacaanku.

Aku sudah membaca 3 buku Le Mariage sebelumnya, yaitu Wedding Rush Not A Perfect Wedding dan Jodoh Untuk Naina dan aku suka dengan ceritanya, sehingga saat melihat buku ini dan membaca sinopsisnya, aku pun tertarik untuk membacanya.

Awalnya, aku tak menaruh ekspektasi apa-apa, karena aku belum pernah membaca karya penulis juga sebelumnya, tetapi setelah membuka halaman demi halaman aku cukup menikmatinya...

Ini tentang kisah Krishna dan Dita yang menikah karena "simbiosis mutualisme" diantara mereka, Krishna membutuhkan anak sedangkan Dita membutuhkan suami untuk anak yang sedang dikandungnya. Ya, Dita sedang hamil karena diperkosa oleh kekasihnya, Adit saat itu. Kekasih yang malah meninggalkannya begitu saja dan malah memintanya untuk melakukan aborsi.

Dita sendiri bukanlah orang lain dalam kehidupan Krishna. Dita adalah adik kelas Krishna saat SMA dan Krishna pernah menyukai bahkan hingga bertahun-tahun lamanya pun Dita selalu punya tempat teristimewa dihati Krishna. Sehingga saat mengetahui kondisi Dita, Krishna pun menawarkan sebuah pernikahan kepadanya.

Hubungan pernikahan mereka awalnya biasa-biasa saja layaknya pasangan pengantin baru, apalagi mereka sudah bersahabat dan saling mengenal cukup lama. Bedanya Dita masih sangat berhati-hati dengan hubungan fisik, karena Dita masih menyimpan trauma mengenai perbuatan Adit, dan untungnya Krishna adalah sosok suami yang siap menunggu sampai Dita siap.

Ah, Krishna ini sosok suami yang lovable banget dey, tampan, kaya dan penyayang banget. Too good too be true banget dey, Dita benar-benar beruntung. Apalagi perlahan-lahan hubungan mereka pun semakin mencair. Namun, rasanya gak afdhol membaca sebuah novel tanpa drama khan ya...Hadirlah sosok Sashi, mantan kekasih Krishna saat bekerja di London. Dita sempat cemburu dengan keberadaan Sashi, tapi ternyata aku salah...Konflik malah datang dari sosok Adit, mantan kekasih Dita...

Membaca novel ini aku cukup terhibur, gaya menulisnya enak dan mengalir. Kocak sekali, kadang-kadang aku dibuat tersenyum melihat interaksi Krishna-Dita, apalagi Krishna itu punya panggilan kesayangan "Ijah" buat Dita sampai mereka menikah pun. Chemistrynya dapat banget, apalagi didukung dengan tokoh-tokoh lainnya seperti Arimbi, Barga, Bayu keluarga Krishna juga Bima, sahabatnya. Malah mereka sepertinya cocok juga untuk dibuatkan novel tersendiri, Arimbi-Barga, Bayu-Padmi juga Bima yang kayaknya masih bingung memilih antara Nania atau Sashi..

Sebagai debut, novel ini cukup menarik dan aku tidak akan ragu untuk membaca karya penulis lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design