Senin, 22 Juni 2015

[Book Review] Rust in Pieces

Judul Buku : Rush in Pieces
Penulis : Nel Falisha
Penerbit : Ice Cube
Tebal : 224 Halaman
Terbit : Maret 2015
“Pantas belakangan ini pernak-pernikku hilang satu-satu. Ternyata dia pelakunya!” Sarah menunjuk-nunjuk ke arah Tiana.

Yunita memicingkan mata dan melipat lengan di depan dada. Pom-pommerah jambu tergeletak di kakinya. “Baru kemarin ikat rambut favoritku hilang.”

“Bukan gitu, aku cuma mau pin—”

“Nonsense!” cetus Sarah.

Yunita menyeringai puas. “Kamu klepto, Ti.”

Usaha Tiana mempertahankan popularitas di SMP sia-sia setelah aksi mengutilnya dipergoki teman-teman di klub pemandu sorak. Tak hanya didepak dari klub, ia juga harus menerima julukan Miss K alias Miss Klepto hingga lulus sekolah. Namun Tiana tidak bisa berhenti mengutil. Ia frustrasi dan memutuskan untuk menghindar dari teman-teman lamanya dengan memilih SMA yang berbeda. Sayangnya, prediksi Tiana meleset. Masih ada Dinda yang di SMP dulu ikut memusuhinya setelah aib Tiana terbongkar. Ada Stefan yang terkenal kepo dan tahu ada yang tak beres dengan Tiana. Ada Sherry yang sering memperhatikan Tiana dari jauh. Ada Ardhan yang cuek tapi berani bicara frontal. Semua orang tampaknya mencurigai tindak-tanduk Tiana. Tiana pun sadar ada yang salah dengan dirinya. Namun Tiana tetap tak mampu mengendalikan jari-jarinya.

----------------------------
Novel ini mengisahkan mengenai Tiana. Dulunya dia seorang remaja yang punya banyak teman, termasuk dalam geng populer disekolahnya, tetapi semua berubah sejak Tiana ketahuan mengutil saat SMP. Tiana pun disisihkan oleh teman-temannya.

Tiana pun memutuskan untuk bersekolah di SMA yang tidak terkenal, SMA yang tidak mungkin dilirik oleh teman-teman SMPnya dulu. Sayangnya, keinginan Tiana hanyalah khayalan. Tiana bertemu lagi dengan Dinda, teman SMPnya dan entah kenapa Dinda seakan ingin sekali dekat dengannya.

Tetapi Tiana sudah bukanlah Tiana yang dulu lagi. Tiana terlalu takut teman-teman SMAnya tahu akan dirinya yang suka mengutil. Apalagi kebiasaannya itu tetap masih berlanjut. Tiana seakan tidak bisa membendung keinginan untuk "mencuri" ketika dia datang. Padahal barang-barang itu pun bukanlah barang-barang yang diinginkannya, tetapi ada rasa puas ketika berhasil mendapatkannya.

Tiana pun malah didekati oleh Stefan, teman sekolahnya yang selalu ingin tahu. Stefan pula yang akhirnya berhasil membujuk Tiana untuk mendapatkan pertolongan dari ahlinya.Tiana yang awalnya ragu pun, akhirnya mau untuk berobat, karena tidak mungkin selamanya Tiana akan seperti ini terus.

Tetapi ketika Tiana sedang berusaha untuk sembuh, tetap saja keinginan itu terus datang. Berhasilkah Tiana? Apalagi ada sosok Dinda, dan teman-teman lainnya yang seakan tahu rahasianya.

Novel debut yang cukup mengalir. Novel ini sukses menceritakan mengenai seorang remaja yang menderita "kleptomania" karena lingkungan. Bagaimana seorang kleptomania perlu pertolongan, bukan dijauhi.

Nice debut =)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design