Selasa, 04 Agustus 2015

[Book Review] 3 (Tiga)

Judul Buku : 3 (Tiga)
Penulis : Alicia Lidwina
Penerbit : GPU
Tebal : 320 Halaman
Terbit : Juli 2015
“Selama seseorang masih memiliki sesuatu untuk diperjuangkan, dia tidak akan bunuh diri. Kecuali jika memang bunuh diri adalah satu-satunya cara mempertahankan apa yang dia perjuangkan.”

Kalimat Hashimoto Chihiro membekas di kepala Nakamura Chidori, bahkan setelah perempuan itu bunuh diri. Apa sebenarnya yang mengubah pandangan hidup Hashimoto sampai dia mengakhiri hidupnya? Mungkinkah karena Nakamura tidak pernah menepati janjinya? Mungkinkah karena Nakamura menyimpan perasaan kepada Sakamoto, yang seharusnya merupakan sahabat mereka?

Setelah tujuh tahun tidak bertemu, Nakamura harus kembali berhadapan dengan masa lalunya. Di antara memori akan persahabatan, janji yang diingkari, impian, dan cinta yang tak berbalas, tersembunyi alasan kepergian Hashimoto yang sebenarnya.

--------------------

Semua bermula dari kematian Hashimoto Chihiro, sahabat yang sudah sekian lama tidak ditemui oleh Nakamura dan Sakamoto. Kematian yang sungguh tragis, kematian yang diduga karena bunuh diri, tetapi pesan kematian berupa angka 3 yang digoreskan dengan lipstik yang sama dengan lipstik yang digunakan dalam buku harian Hashimoto menimbulkan misteri dan tanda tanya besar, terutama pihak kepolisian.

Kematian Hashimoto sendiri membawa Nakamura dan Sakamoto bertemu kembali yang akhirnya membuka kembali segala kepingan kenangan yang mewarnai persahabatan mereka. Nakamura dan Sakamoto pun memutuskan untuk sementara tinggal bersama, apalagi Nakamura mengaku sedang mengalami kesulitan ekonomi. Dimulailah kehidupan Nakamura dan Sakamoto pasca kematian Hashimoto, sahabatnya.

Beberapa hari setelah kematian Hashimoto, Nakamura mendapatkan dirinya sering menemukan bayangan Hashimoto yang senantiasa hadir, apalagi jika Nakamura sedang sendiri, Sakamoto sedang pergi bekerja. Hal ini membuat Nakamura menjadi semakin depresi dan berpikir dia sudah gila, karena melihat Hashimoto yang telah meninggal. Namun, sosok Hashimoto seakan nyata dan ingin menagih janji yang telah sekian lama terucap diantara mereka. Ada apa sesungguhnya?

Diceritakan dengan alur maju mundur, dengan sedikit flashback mengenai kisah persahabatan Hashimoto, Nakamura dan Sakamoto yang berbeda kepribadian. Persahabatan yang begitu erat hingga akhirnya mereka harus berpisah karena situasi dan kondisi, mengorbankan impian yang telah sekian lama mereka bangun. Impian untuk mendirikan sebuah panti asuhan.

Novel ini sungguh kompleks sekali, tidak hanya tentang kisah persahabatan, ada juga cinta terpendam, mimpi yang ingin diraih. Awalnya aku salah menebak, kupikir ini novel misteri/horor apalagi semua cerita berawal dari kematian Hashimoto yang cukup misterius.

Awalnya aku seakan lupa dengan pesan kematian Hashimoto, karena aku larut dengan kisah flashback pertemuan Hashimoto, Sakamoto dan Nakamura, bagaimana akhirnya mereka menjadi sahabat dan berbagi mimpi bersama. Aku pun semakin dibuat penasaran mau dibawa kemana kisah ini, hingga menuju ending akhirnya aku menemukan jawabannya.

Penulis benar-benar membawaku secara perlahan-lahan menyusun keping demi keping kehidupan 3 sahabat ini. Membuatku bisa merasakan ikatan persahabatan mereka yang begitu erat, mereka saling melengkapi satu sama lain. Aku bisa merasakan suasana yang begitu suram dan mengharu biru selama membaca novel ini, dan alhamdulilah dengan lega menutup kisah ini.

Overall, debut yang menyenangkan. Tak akan ragu untuk membaca karya penulis lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design