Kamis, 06 Agustus 2015

[Book Review] Beautiful Bastard

Judul Buku : Beautiful Bastard
Penulis : Christina Lauren
Penerbit : Elex Media
Tebal : 404 Halaman
Terbit : Mei 2015
Chloe Mills, wanita cerdas, pekerja keras, dan sedang mengejar gelar MBA-nya. Masalahnya hanya satu: bosnya, Bennet Ryan. Mr. Ryan adalah pria yang teliti, kasar, acuh tak acuh—dan menggiurkan. Seorang Bajingan Tampan.

Bennet kembali ke Chicago dari Prancis untuk mengambil posisi penting di bisnis raksasa keluarganya. Dia tidak pernah menduga kalau asisten yang akan membantunya di luar negeri adalah makhluk cantik dan provokatif dengan kepolosannya yang harus ditemuinya setiap hari, benar-benar menjengkelkan. Berbeda dengan rumor yang beredar, dia tidak suka menjalin hubungan asmara di kantornya. Tapi wanita ini sangatlah menggairahkan hingga dia menolak prinsip itu, jika itu berarti dia bisa mendapatkannya.

Ketika hasrat di antara mereka mulai sampai ke puncaknya, Bennet dan Chloe harus memutuskan dengan tepat apa yang harus mereka lepas agar bisa mendapatkan apa yang mereka mau.

-------------------------------

"Ah, the book is not my cup of tea."
Awalnya tertarik banget baca ini, tetapi melihat rating teman2 GR lainnya yang lumayan tidak memuaskan membuatku sedikit menunda bacanya. Akhirnya, berhasil juga menamatkan buku ini...

Novel ini merupakan novel duet Christina dan Lauren, aku tidak menyangka bahwa novel ini ditulis oleh 2 orang dan merupakan fanfiction Twilight yang katanya lebih bagus dari buku serupa lainnya Fifty Shades of Gray, dan ternyata memang benar novel ini benar-benar penuh dengan adegan sex, tetapi minus BDSMnya loh.

Sebenarnya terjemahannya rapi dan enak dibaca, tetapi aku dibuat bingung ada apa dengan 2 pasangan Chloe dan Benneth ini, kok isi kepalanya ini hanya sex dan sex lagi. Novel ini mengisahkan mengenai Chloe dan Benneth, pasangan atasan dan bawahan yang sejak awal sudah tidak saling cocok. Mereka saling menjaga jarak diluar hubungan atasan dan bawahan, hingga suatu hari ketertarikan fisik memenangkan semuanya. Mereka berdua tak lagi kuasa menahan gelombang nafsu yang mendera, hingga ruang rapat konferensi kantor menjadi saksi percintaan panas diantara keduanya. Dan itu tidak berhenti disitu, masih akan ada sesi demi sesi adegan sex lainnya sepanjang membaca buku ini, yang tentunya liar, cepat dan tidak mengenal tempat.

Ya ampun, Chloe dan Benneth ini menganggap pertengkaran demi pertengkaran kecil yang mewarnai mereka malah semacam "pemanasan terselubung" bagi hubungan mereka, malah membuatnya semakin menantang. Apalagi dengan hobby Chloe yang suka memakai pakaian dalam mahal dan sexy, ini malah membuat Benneth semakin tergila-gila.

Mereka tidak lagi sekedar menjadi "teman tidur", tetapi mereka berdua saling tidak mau mengakui perasaan satu sama lain. Tetapi mereka pun tak kuasa untuk menahan nafsu, ya semacam tarik ulur antara saling benci dan cinta.

Diceritakan dari sudut pandang baik Chloe maupun Benneth membuatku sebagai pembaca, bisa memahami apa yang ada dalam pikiran dan yang mereka berdua rasakan. Apalagi ketika mereka dihadapkan dengan pilihan pekerjaan, nafsu dan perasaan mereka, mana yang akan dipilih?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design