Minggu, 02 Agustus 2015

[Book Review] Pertemuan Jingga

Judul Buku : Pertemuan Jingga
Penulis : Arumi E
Penerbit : GPU
Tebal : 256 Halaman
Terbit : Desember 2014
Available @bukupedia
Perempuan pencinta bangunan dan laki-laki pencinta tumbuhan
Bertemu kala matahari berubah jingga menawan
Di Bukit Merah ini, tersimpan misteri yang mengusik damai

Bukit Merah. Begitulah mereka menyebut area pertanian cabai di Megamendung ini. Anthea, arsitek junior yang bekerja di kantor konsultan desain, tiba-tiba harus menerima tugas sebagai pengawas lapangan pertanian, sebuah tugas yang bertolak belakang dengan keahliannya. Awalnya ia meremehkan tempat yang jauh dari keramaian kota dan memaksanya bekerja dengan orang-orang desa itu. Namun kala misteri dan masalah pelik datang silih berganti, Anthea tahu tugasnya tak bisa dianggap enteng.

Beruntung ia tak harus berjuang sendirian. Bastian, si pencinta tumbuhan, sosok menawan yang sering mengajaknya berdebat, selalu menemukan jalan untuk menjadi dewa penyelamatnya. Sanggupkah mereka mengatasi segala masalah yang mengusik kedamaian Bukit Merah?

Dan tatkala secercah cinta tumbuh di antara keduanya, mana yang harus dikalahkan—gengsi atau masa depan?

-------------------------
"Aku capek-capek kuliah arsitektur bukan untuk terdampar di pertanian cabai." - Anthea
Pernahkan kamu dihadapkan dengan 2 pilihan, antara kenyataan dan mimpimu? Inilah sekelumit hal yang berkecamuk di benak Anthea. Ketika Anthea dihadapkan dengan pilihan dan kondisi nyata kehidupannya, antara memilih untuk mengambil kesempatan yang ada atau mengikuti passionnya.

Ya, Anthea seorang arsitek junior yang sedang membangun karirnya harus berada di persimpangan jalan. Perusahaan dimana dia bekerja sedang mengalami masalah, bosnya malah memikirkan untuk melebarkan sayap ke bidang lain, yaitu bisnis pertanian cabai, sesuatu yang sangat awam bagi Anthea.

Anthea pun ditawari untuk bekerja di pertanian cabai itu mengurusi perataan lahan sebelum ditanami bibit-bibit cabai. Pekerjaan yang sesungguhnya tidak mudah, tetapi bosnya percaya dengan kemampuannya. Anthea pun bingung, untuk melamar ke perusahaan lain, dirinya belum punya pengalaman dan bekal yang cukup. Sedangkan untuk menerima tugas baru itu sungguh bukan passionnya.

Setelah memikirkan dengan cermat, akhirnya Anthea pun memilih untuk menerima tugas barunya itu selama 6 bulan. Dan dimulailah kehidupan barunya di pertanian cabai yang disebut "Bukit Merah". Semua awalnya tentu tidak mudah bagi Anthea, yang harus bisa menjadi pemimpin yang baik. Apalagi kebanyakan pekerjanya adalah pria, Anthea harus bisa menunjukkan kalau dia memang pantas berada disana.

Di "Bukit Merah" Anthea bertemu dengan sosok Bastian yang entah kenapa selalu membuatnya kesal, yang meragukan dirinya. Mereka sungguh berbeda, yang satunya pecinta tumbuhan dan satunya lagi pecinta bangunan, akankah perbedaan menyatukan mereka?

Masalah demi masalah pun hadir mewarnai, ditambah dengan mitos/kepercayaan lokal yang masih sangat mempengaruhi kehidupan pekerja dan segala intrik hingga penculikan Niken, rekan kerjanya.

Apakah Anthea sanggup memegang amanahnya dengan baik? 

Ini novel ke-2 Mba Arumi yang kubaca setelah Eleanor dan aku cukup menikmati membacanya. Ceritanya ringan dan banyak pengetahuan baru yang kudapatkan mengenai seluk beluk pertanian cabai. 

Aku bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Anthea, bagaimanapun memilih pekerjaan itu memang tidak mudah, apalagi di tengah persaingan yang ada. Bekerja sesuai passion tentunya menjadi impian semua orang, tetapi tetap harus realistis juga dengan kondisi yang ada. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design