Rabu, 23 September 2015

[Ask Author] Perfect Scenario with Kezia Evi Wiadji


Halooo, selamat berkunjung ke Ky's Book Journal. Sebagai pembuka Giveaway "Perfect Scenario" by Kak Kezia Evi Wiadji, aku berkesempatan untuk mengadakan "Ask Author" nih. Nah, Ask Author ini berupa kumpulan pertanyaan-pertanyaan dari teman-teman follower twitterku @RizkyMirgawati yang terpilih untuk dijawab oleh Kak Kezia.

Jadi, formatnya siapa saja boleh bertanya melalui mention di twitter atau langsung ke emailku. Periode mengajukan pertanyaan kubatasin dari tanggal 9-18 September 2015, dan wah alhamdulilah teman-teman semua sungguh antusias sekali, melihat banyaknya pertanyaan yang masuk.

Nah, inilah pertanyaan terpilih yang beruntung untuk dijawab langsung oleh Kak Kezia:

Me : Hai, Kak. Kenalin dunk sama pembaca, biodata singkatmu dan kesibukanmu sekarang?
Aku gadis manis dari Kota Bengawan Solo. Hobi : travelling, berkebun, baca dan nonton. Warna fav: biru dan orange. Bintang:Pisces. Pekerjaan:karyawan. Karakter:moody, galak, tapi mudah terharu dan humoris (hmm...). Doyan banget sama mangga mentah dan makanan khas sunda. Pakaian fav:yang enak dipake.

@Lenny66677291 : Kak, sejak kapan sih kakak mulai menulis?
Januari 2011

@astiyuliana05 : Menurut Kakak, menulis itu butuh bakat?
Menurut aku, menulis itu butuh kerja keras, kedisiplinan & latihan. Punya potensi/bakat menulis tetapi tidak banyak berlatih, maka hasilnya tidak akan maksimal.

@eldwi_cha : Kak, kalau boleh tahu gimana cara nerbitin novel pertama kali? Apa melalui agensi Kak?
Sejak 2011 s/d sekarang tidak pernah mengirimkan naskah ke penerbit melalui agensi. Jadi mulai dari menulis, mengedit/merevisi sebelum naskah dikirim ke penerbit, lalu mengirimkan naskah ke penerbit s/d tik-tok dengan editor, aku lakukan sendiri. Lebih capek, pasti. Tapi puas.

@angels_rutherfo : Mengapa buku terbaru Kak Kezia diberi judul "Perfect Scenario" dan berasal darimanakah ide membuat cerita ini?
Judul "Perfect Scenario" itu sesuai dengan inti ceritanya sendiri. Kenapa dibilang "skenario itu menjadi sempurna", jawabannya ada di novelku. Jadi, silahkan dibaca nanti ya. 
Ide berasal dari cerita temanku mengenai papanya yang ingin menikah lagi dengan sahabat almarhum mamanya.

@dust_pain : Siapa tokoh favorit di "Perfect Scenario", kenapa bisa suka?
Tokoh favoritku di novel ini ada 4 orang (Finda, Farel, Niko dan Olly). Jadi bukan hanya tokoh utama saja. Alasannya karena ke-4 tokoh ini masing-masing mempunyai karakter yang unik, dinamis, dan menggemaskan.

@Jm_nim : Adegan favorit Kakak di novel ini apa?
Paling suka adegan di perkemahan Lembang, terutama di lembahnya. Dan kebetulan itu juga merupakan titik balik bagi tokoh Finda dan Farel (yang sudah membaca, pasti tahu apa yang saya maksud).

@LiebeIs0503 : Siapa sih karakter tokoh yang susah ngebentuknya dalam novel ini?
Sebetulnya tidak ada kesulitan dalam menentukan/membentuk karakter tokoh karena sebelum menulis sudah diset lebih dulu akan seperti apa karakter mereka. Tetapi hanya dua karakter yang mengalami perubahan drastis nantinya, yaitu Finda dan Farel. Dan ini bertahap terjadi dengan berjalannya kisah.

@dellavitaa_ : Di "Perfect Scenario" khan banyak adegan lucu, susah gak sih bikinnya adegan yang lucu itu?
Sebetulnya menulis semua adegan di "Perfect Scenario" ini gampang-gampang susah. Baik narasinya maupun dialognya. Tapi terbantu karena aku sudah tahu akan menulis apa di tiap babnya (untuk poin-poin pentingnya).

@DiddySyaputra : Apa hal unik yang Kak Kezia gagas di novel ini?
Kadangkala kita suka "menghakimi" orang lain secara membabi-buta (entah dari penampilannya, cara bicaranya, dll) tanpa ingin tahu alasan dibalik sikapnya itu. 
Bila kita mau mencoba mengenali musuh kita, bisa jadi, suatu saat dia akan menjadi sahabat kita.

@ratnaShinju2chi : Pesan apa yang mau disampaikan dalam novel ini?
Pesan novel teenlit "Perfect Scenario" : Hati-hati bagi kalian yang mempunyai musuh bebuyutan. Karena diambang batas benci, ternyata ada setitik rasa lhooo. 
@dedulfaithful : Apa yang membedakan cerita di "Perfect Scenario" dengan teenlit GPU lainnya?
Jawabannya ada di pertanyaan nomer 5 s/d 11.
@DellaSagitaDewi : Kalau nulis novel, plotnya direncanain dulu atau "biarlah si plot mengalir lancar lewat jari-jariku."?
Biasanya sebelum menulis satu naskah, aku membuat kerangkanya terlebih dahulu dari awal s/d akhir. Agak rinci karena kerangka yang aku buat adalah perbab. Jadi bikin kerangka saja bisa memakan waktu 2-3 jam kalau lancar. Kalau macet ya bisa beberapa hari. Tapi di "Perfect Scenario" ini, aku hanya selesai membuat separuh kerangka, tidak sampai kelar karena aku sudah keburu ingin menulis. Jadi pertengahan menulis agak sedikit gamang dan tersendat. Tapi bersyukur, kelar juga.
@DhaniRamadhani : Bacaanmu biasanya mempengaruhi tulisanmu. Apa Kak Kezia dalam menuliskan novel ini juga begitu, buku apa yang dibaca saat menulis novel ini?
Kalau dipikir-pikir, aku lebih suka membaca novel bertema keluarga. Mau novel karangan siapapun dan bentuk apapun, intinya ada keluarganya. Nah, sadar tidak sadar, ini kebawa dalam naskahku meskipun eksekusinya berbeda-beda.
Kalau aku "sedang" menulis, biasanya tidak membaca novel apapun. Jadi memang fokus menulis. Tapi "sebelum" menulis, misal nantinya akan menulis naskah remaja dan warna naskahnya hepi seperti Perfect Scenario ini, maka sebisa mungkin aku membaca novel dengan warna yang mendekati sama. Jadi semacam pemanasan dulu.
@kendengpanali : Pernah gak Kak bersilang pendapat dengan editor dan saling kekeuh? Seberapa penting editor buat karya Kakak?
Bersyukur, selama ini tidak pernah yang namanya bersilang pendapat yang sampai gimana begitu dengan editor, apalagi berantem. Aku termasuk penulis yang manis dan nurut dengan editor. Hehehe. Karena bagiku, siapapun editornya, mereka bertujuan membantu mempertajam dan membuat naskahku ini menjadi lebih baik. 
Kalau seberapa penting, wuahhh, penting sekali.
@Thia1498 : Pernah ngalamin "Author's Block" waktu nulis PS, kalau iya kenapa? Bagaimana cara mengatasinya?
Menulis "Perfect Scenario" ini "lumayan" lancar. Aku nggak bilang lancar banget karena waktu itu harus memaksa diri untuk terus menulis sampai kelar. Selain karena kerangka hanya separuh kelar, kerjaan di kantor juga lumayan banyak dan kondisi kesehatanku sendiri agak kurang fit. Jadi bawaannya moody melulu waktu itu. Hehehe
Cara mengatasinya: membuat DL dan memaksa diri terus menulis.
@Visca_Apr : Bagaimana caranya agar bisa memotivasi diri sendiri untuk tetap menulis, menulis dan menulis?
Memotivasi diriku sendiri dengan cara melihat novel-novelku yang sudah terbit yang berjajar di rak buku di kamar kerjaku. Seneng. Pengen nambah lagi. 
Kalau itu ngga mempan, jalan ke Gramedia, lihat rak buku baru. Kepengen dong novel baruku nanti mejeng di situ. 
Kalau ini nggak mempan juga, baca dan nonton.
Masih nggak mempan juga, ya sudah, maksa harus nulis. Hehehe. Mau hasil jadinya jelek ya ngga papa. Kan masih dalam bentuk draft, nanti bisa direvisi.
@N0v4ip : Menurut Kak Kezia, lebih sulit mana, menulis novel bergenre remaja atau romance dewasa?
Pengalamanku, semua naskah yang aku tulis punya tingkat kesulitannya sendiri-sendiri. Bisa dari konfliknya. Apakah warna novel ini ceria atau melow. Memakai POV apa. Romancekah? Atau misteri? Novel atau cerpen? Perlu banyak riset atau ngga. Jadi bukan karena merujuk ke pangsa pembaca dewasa atau remaja.
Menurutku, menulis naskah apapun, ide dan kelengkapannya harus mantap dulu, karena ini sangat membantu memperlancar proses.
@ruth_shiela : Sejauh ini, apa hambatan/ rintangan terbesar yang dialami Kak Kezia selama menjadi penulis dan bagaimana mengatasinya?
Hambatan terbesar: keterbatasan waktu, tidak sabaran dan mengalahkan diri sendiri.
Waktu karena aku kerja full-time.
Mengalahkan diri sendiri ya seperti yang dialami oleh semua penulis: kadang malas.
Tidak sabaran : Aku tipe orang yang sangat ngga sabaran (tanya suamiku kalau ngga percaya. Hihihi). Nah, sementara menulis itu butuh banget yang namanya kesabaran. Contoh aja, menulis naskah novel bisa beberapa bulan. Bayangin orang yang ngga sabaran menulis novelJ
@RiniCipta : Dari semua novel Kak Kezia yang sudah terbit, yang mana yang menjadi favorit Kakak? Dipilih satu saja ya Kak, kenapa itu jadi favorit?
Sebetulnya aku ngga mau menganak-tirikan. Semua novelku punya "kisah perjalanan uniknya" sendiri-sendiri, tapi harus memilih, oke:
Novel ter-favorit : The Unbroken Vow.
Novel ter-Fun : Perfect Scenario.
Kalau ditanya alasannya kenapa memilih TUV sebagai novel ter-fav, nah, aku bingung jawabnya. Karena kadang-kadang aku sendiri ngga tahu alasannya. Pokoknya paling fav aja.
@Agatha_AVM : Berapa lama proses menunggu naskah diterima penerbit, pengeditan dan penentuan kapan naik cetak, Kak?
Jawaban ini ngga bisa dipukul rata untuk semua naskah. Untuk dua buku yang berbeda di satu penerbit saja, prosesnya juga beda. Banyak faktor yang mempengaruhi. Tapi anggap saja, kalau berjalan normal, 1 naskah dari mulai disetujui/diterima oleh penerbit sampai dengan mejeng di rak membutuhkan sekitar 6-12 bulan. Bisa lebih cepat. Bisa lebih lama.
@aprlboanarges : Kasih tips dunk buat pembaca novelmu biar bisa nulis teenlit juga!
Untuk menulis novel teenlit/remaja, aku mencoba untuk bisa 'masuk' ke dunia mereka. Pahami kebutuhan mereka. Bercandanya. Emosi/suasana hatinya. Cara bicaranya. Cara berdandannya, dll.
Nah, untuk umurku yang 17tahun+++ini, aku siasati dengan menonton dan membaca novel remaja. Lalu curi dengar dan lihat gaya mereka di mal/bioskop/baca komentar-komentar pembaca remaja di sosmed. Kadang beli majalah atau tabloid khusus remaja. Juga membayangkan ketika aku dulu di usia tokohku, kira-kira apasaja yang aku lakukan/rasakan ( nanti dikombinasikan dengan keadaan/situasi sekarang).
Wow, semua pertanyaan terpilih yang dijawab oleh Kak Kezia ini luar biasa keren-keren ya. Aku jadi banyak dapat info loh dari Kak Kezia soal proses kreatif menerbitkan sebuah novel.

Terima kasih kuucapkan untuk Kak Kezia, yang berkenan untuk menjawab semua pertanyaan di atas. Semoga tidak kapok ya, karena ternyata awalnya hanya untuk beberapa pertanyaan saja, ternyata melihat antusiasme peserta "Ask Author" jadi membludak dey.^^

Saatnya, aku memilih 1 penanya beruntung yang mendapatkan 1 eksemplar gratis bertandatangan "Perfect Scenario":
@ruth_shiela
Kamu yang belum beruntung, jangan khawatir setelah ini akan ada Giveaway "Perfect Scenario" juga loh, ada 2buku yang akan dibagikan. Siapa tahu kamu yang beruntung berikutnya!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design