Senin, 26 Oktober 2015

[Blog Tour] Merindu Cahaya de Amstel --------------------- Giveaway!!!!!

Judul Buku : Merindu Cahaya de Amstel
Penulis : Arumi E
Penerbit : GPU
Tebal : 272 Halaman
Terbit : September 2015
Cahaya mentari sore menciptakan warna keemasan di permukaan Sungai Amstel. Mengingatkan Nicolaas van Dijk, mahasiswa arsitektur yang juga fotografer, pada sosok gadis Belanda dengan nama tak biasa, Khadija Veenhoven. Gadis yang terekam kameranya dan menghasilkan sebuah foto “aneh”.

Rasa penasaran pada Khadija mengusik kenangan Nico akan ibu yang meninggalkannya saat kecil. Tak pernah terpikir olehnya untuk mencari sang ibu, sampai Khadija memperkenalkannya pada Mala, penari asal Yogya yang mendapat beasiswa di salah satu kampus seni di Amsterdam.

Ditemani Mala, Nico memulai pencariannya di tanah kelahiran sang ibu. Namun Pieter, dokter gigi yang terpikat pada Mala, tak membiarkan Nico dan Mala pergi tanpa dirinya. Dia menyusul dan menyelinap di antara keduanya.

Tatkala Nico memutuskan berdamai dengan masa lalu, seolah Tuhan belum mengizinkannya memeluk kebahagiaan. Dia didera kehilangan dan rasa kecewa itu dia lampiaskan pada Khadija yang telah mengajarinya menabur benih harapan.

Kembali Nico mencari jawaban. Hingga sinar yang memantul di permukaan Sungai Amstel menyadarkannya. Apa yang dicarinya ada di kota Amsterdam ini dan sejak awal sudah mengiriminya pertanda. Akankah kali ini Nico berhasil memeluk kebahagiaannya?



-------------------

Ini bukan pertama kalinya aku membaca karya Mba Arumi E, setelah sebelumnya aku cukup menikmati membaca Pertemuan Jingga dan Eleanor. Kali ini, Mba Arumi hadir kembali dengan karya terbarunya yang seperti biasa masuk novel romance religi.
"Soal keyakinan adalah soal hati. Biarkan hatimu mencari sendiri apa yang paling nyaman untuk kamu jalani."
Ini tentang kisah Khadija, seorang mualaf. Khadijah, seorang gadis Belanda yang dulu bernama Marien Veenhoven. Khadijah memutuskan untuk memeluk muslim sejak 3tahun lalu sejak mengalami perjalanan spritual yang cukup menyejukkan hatinya, yang membuat dirinya mantap dengan keyakinan barunya. Sekalipun pilihannya ini membuat dirinya harus tersisih dari keluarga besarnya.

Khadija dulunya juga seperti gadis Eropa lainnya, yang hidup bebas dan pernah punya kisah masa lalunya sendiri, tetapi sejak memutuskan menjadi muslim, Khadija mengubah penampilannya layaknya wanita muslimah seutuhnya, termasuk menutup auratnya dengan berhijab dan hubungannya dengan lawan jenis juga lebih dijaga.

Nicoolas van Dijk yang sedang hunting foto begitu penasaran dengan sosok yang terpotret dalam kameranya. Sosok yang dinaungi cahaya layaknya malaikat. Sosok itu adalah Khadija yang sedang asyik membaca buku di Museumplein, tempat favoritnya.

Nico penasaran dengan sosok Khadija dan ingin memotretnya lagi, tetapi Khadija keberatan. Sosok Khadija yang teguh dengan pendiriannya membuat Nico makin penasaran, perlahan-lahan mereka pun semakin dekat walau tetap dalam batas kewajaran.

Suatu hari Khadija pun bertemu dengan sosok Mala, gadis Indonesia yang menggeluti dunia menari. Awalnya Mala tidak ingin berdekatan dengan Khadija, karena takut akan dinasihati soal islam, mengingat Mala walaupun muslim tapi sudah lama tidak melaksanakan ibadah seperti Khadija.


Berkat Khadija pula, Nico akhirnya bertemu dengan Mala dan akhirnya membuka peluang bagi Nico untuk ke Indonesia, mencari sosok mamanya sudah tidak ditemuinya sekian lama. Nico masih penasaran dengan keputusan mamanya untuk meninggalkannya dan papanya hanya karena keyakinan yang tidak sama.

Bagaimana akhir kisah Khadija, Mala dan Nico?

Membaca novel ini begitu menyenangkan, ini bukan hanya tentang kisah Khadija yang berjuang menjalani kehidupan barunya sebagai seorang mualaf, tetapi ini lebih daripada itu. Kita akan melihat sosok Khadija yang begitu teguh dalam menjalani kehidupan barunya, yang tentunya tidak mudah. Perubahan yang sedemikian besar dalam hidupnya, hingga pertentangannya dengan keluarga besarnya. Belum lagi pandangan orang-orang di sekelilingnya. Interaksinya dengan sosok Nico yang begitu apatis dengan Islam karena punya kejadian buruk dengan ibunya. Hingga sosok Mala, yang terlahir muslim tapi lupa dengan semua kewajibannya.

Aku suka dengan cara penulis menggambarkan kisah ini, tidak terkesan menggurui atau menasihati, semua berjalan apa adanya dan mengalir lancar. Kita akan diajak berkenalan dengan sosok Khadija, pertemuannya dengan Mala, dan Nico. Berbagai konflik muncul seiring berjalannya waktu, hingga mereka pun akhirnya saling berkaitan satu sama lain.

Aku benar-benar dibuat jatuh cinta dengan sosok Khadija yang santun dan berpendirian teguh terkait masalah keyakinannya. Aku yang terlahir sebagai muslim saja masih terasa susah sekali untuk menjadi muslimah seutuhnya. Sosok Khadija yang berdakwah tentang Islam pelan-pelan, tidak berusaha untuk memaksa terhadap Mala, maupun Pieter sepupunya yang juga tertarik terhadap Islam.

"Aku tidak akan memaksamu menjalani hidup seperti aku, Mala. Karena yang akan menjalani hidupmu adalah kamu sendiri."
Sosok Khadija juga tidak digambarkan sebagai sosok wanita yang sempurna, ia juga manusia yang punya salah dan khilaf. Khadija juga punya kehidupan masa lalu yang buruk bahkan cenderung kelam, tetapi dia mau berubah sebagai sosok yang baru dan selalu berusaha menjadi manusia yang lebih baik.
"Kalau kamu sudah punya niat kuat untuk ingin mewujudkan sesuatu, selalu ada jalan untuk mencapainya. Itu law of attraction namanya. Yakinlah dengan keinginanmu."
Overall, novel ini tidak hanya cantik covernya, tetapi juga cantik isinya. Semoga bisa mengambil hikmah dari kisah ini.^^


------------------GIVEAWAY TIME-------------------


Dalam Rangka Blog Tour "Merindu Cahaya de Amstel", kali ini aku dan Mba Arumi mau berbagi 1 eks gratis berttdan dan pin cantik ney untuk kamu yang beruntung. Caranya gampang banget kok:

1. Peserta harus berdomisili di wilayah Indonesia.

2.Follow akun twitter @rumieko . Jangan lupa share GA ini dengan mention @rumieko dan @RizkyMirgawati dan tagar #MerinduCahayadeAmstel

3. Follow blog ini via GFC (Google Friend Connect)

4. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar, jangan lupa cantumkan nama, akun twitter, link share, kota tempat tinggal dan jawabanmu.

Kalau kamu diberi kesempatan untuk mengubah 1 (satu) sifatmu, sifat apa yang ingin kamu ubah? Kenapa?
5. Giveaway ini berlangsung 6 hari ya, dimulai hari ini sampai tanggal 31 Oktober 2015 Pkl.23.59. Pengumuman pemenang paling lambat 2hari setelah GA ini berakhir ya :)

Semoga beruntung!!!!!
Minggu, 25 Oktober 2015

[Book Review] Lara

Judul Buku : Lara
Penulis : Sybill Affiat
Penerbit : Stiletto Book
Available @bukupedia
"L-a-r-a? Tolong aku?!"

Tampilan layar komputer memunculkan sosok perempuan yang berwajah putih pucat. Rambut panjang kusut masai menutup sebagian wajahnya yang semakin mendekat, hingga hanya tampak sepasang mata yang terus menatap dengan sorot dingin dan hampa. Lara menjerit sekencang-kencangnya dan menutup komputernya dengan sekali empasan.

Namaku Larashinta. Panggil aku Lara.

Aku benar-benar tak mampu lagi menyangkal perasaan aneh yang semakin berat menggelayuti hati dan pikiran. Aku merasa seperti mengambang dan tidak berada di dalam kehidupanku. Aku bahkan tidak bisa mengingat jadwal kuliah dan tugas-tugasku. Aku benar-benar terasing, seolah hidup sendirian di dunia ini. Aku tidak bisa bertemu dengan sahabat dan teman-temanku, aku juga tidak bisa mengobrol santai dengan Mbak Saras, kakakku.

Situasi ini membuatku frustrasi. Rasanya bagaikan berjalan di atas bumi yang kehilangan daya gravitasi. Segala usaha yang aku lakukan untuk menjejakkan kaki di atas daratan terasa sia-sia. Apa yang sebenarnya terjadi padaku?

-----------------------------
"Ketidakadilan dalam hidup ini memang penting untuk keseimbangan hidup itu sendiri. Semuanya harus serba berpasangan."

Ini novel pertama karya Kak Sybill Affiat yang kubaca. Melihat covernya saja, aku sudah membayangkan akan disuguhkan dengan sebuah kisah yang tidak biasa, bukan seperti novel biasa yang sering kubaca.

Membaca sinopsis novel ini, aku pun dibuat bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada Lara? Apa yang membuatnya frustasi sedemikian rupa? Jawaban itu baru kutemui setelah membuka halaman demi halaman kisah ini.

Ketika mulai membuka halaman awal novel ini, aku sudah disuguhkan dengan suasana yang cukup kelam, aku dibuat tercengang dengan suatu adegan di sebuah rumah sakit. Memasuki halaman demi halaman selanjutnya, aku dibuat menebak-nebak mengenai sosok Lara dan kehidupannya. 

Diceritakan dengan sudut pandang orang pertama, kita diajak menemani sosok Lara menghadapi hal yang membingungkan dirinya. Lara yang kebingungan mengenai dirinya, dengan apa yang sesungguhnya terjadi, sejak Lara bangun di atas sofa ruang tengah di depan televisi, mulai muncul perasaan ganjil yang menyesakkan dadanya, seakan Lara telah menjalani sebuah perjalanan yang terasa begitu nyata dan juga seperti mimpi buruk.

Sejak hari itu Lara mulai bingung dengan eksistensi dirinya, termasuk dengan waktu. Lara seakan ada dan tiada, apa yang sesungguhnya terjadi? Lara pun entah kenapa sulit berkomunikasi dengan orang-orang terdekatnya, dimulai dari Mba Saras, Ibunya serta Mbok Yam, seakan dirinya ini sudah tidak ada lagi di dunia.

Hal ini makin membuat Lara bingung, walau memang sudah sejak lama komunikasi diantara Lara dan ibunya hanya melalui Mbok Yam dan catatan-catatan yang tertempel di kulkas. Ibu Lara mulai menutup dirinya, meresapi kesedihannya sendiri sejak ayah Lara meninggal. Tidak ada lagi kehangatan keluarga seperti dulu saat ayahnya masih ada. Semua terasa hambar...Hanya kakaknya, Mba Saras yang masih dekat dengannya.

Diceritakan dengan alur campuran, disertai flashback kenangan masa kecil dan kehidupan Lara sebelum hari itu, sebagai pembaca aku dibuat menyusun kepingan demi kepingan yang akhirnya menjadi sebuah kepingan utuh mengenai apa yang sesungguhnya terjadi pada Lara. Perasaan dan emosiku dibuat campur aduk, aku bisa ikut merasakan kebingungan Lara hingga akhirnya Lara harus menerima kenyataan mengenai dirinya.

Novel ini bisa dikatakan “a dark story” seperti judulnya, karena kita akan diajak untuk mengenal sosok Lara dan kehidupannya yang tidak biasa sejak Lara terbangun di hari itu. 

Coba saja bayangkan ketika kamu dibangun suatu hari dan hidupmu sudah tidak sama lagi, semuanya terasa membingungkan yang bisa kamu lakukan hanya menerima semuanya?

Novel ini paket kompleks, tidak hanya mengisahkan tentang kehidupan Lara saja, tetapi kita juga akan diajak berkenalan dengan orang-orang terdekat Lara, yaitu Ibu, Mba Saras dan juga Mbok Yam yang sangat terkait erat dengan kisah Lara. Semua misteri akan terkuak secara perlahan-lahan.

Aku suka cara penulis membangun kisah ini, awalnya aku pikir aku akan disuguhkan dengan kisah horor, ternyata aku salah. 

Membaca novel ini membuka pemahaman baru bagiku sebagai pembaca untuk bersyukur dengan apa yang kita miliki dan tentunya menghargai waktu sebaik-baiknya bersama orang-orang yang kita sayangin sebelum terlambat.

Over all, aku sangat menikmati kisah Lara dan sekelumit kehidupannya yang gelap ini. Buat kamu yang ingin mencoba membaca novel dengan tema yang berbeda, apa salahnya mencoba novel ini.
Kamis, 22 Oktober 2015

[Book Review] Love, Lemon and The Last Kiss

Judul Buku : Love, Lemon and The Last Kiss
Penulis : Ida Ernawati
Penerbit : GPU
Tebal : 192 Halaman
Terbit : Juni 2015
Meski Delia tergila-gila lemon yang kecut, tapi urusan kisah cinta, ia penggemar kisah cinta supermanis. Buat Delia, cerita tentang kesetiaan dan ketulusan Ardan merawat dan mendampingi istrinya masuk ke kategori kisah supermanis.

Namun, ketika kekaguman terhadap kisah Ardan yang manis itu perlahan berubah menjadi cinta, Delia terjebak dalam dilema.

Delia menekan perasaannya dalam-dalam terhadap Ardan dan memutuskan menerima cinta Reza yang gigih memperjuangkannya. Delia belajar satu hal: kisah cinta sejati tak selalu berjalan mulus dan manis. Seperti lemon yang kecut tapi menyehatkan, ujian kesetiaan membuat nilai cinta menjadi lebih berharga.

--------------------------

Ini novel ke-2 penulis yang kubaca dan aku jauh lebih menyukai novel ini. Walau awalnya aku sempat gregetan banget dengan karakter Delia yang super duper galau tetapi menjelang ending aku benar-benar dibuat terharu.

Ini tentang kisah Delia, wanita 27 tahun yang bekerja sebagai PR di sebuah Hotel "The Lemon" di Batu, Malang. Hidupnya terasa baik-baik saja, tetapi tidak dengan hatinya. Kehadiran Ardan, rekan kerjanya membuat hidupnya jungkir balik, terutama perasaannya.

Sejak awal Delia dan Ardan, seperti kucing dan tikus. Selalu saja berdebat, apalagi Ardan sering sekali mangkir dari pekerjaannya karena mengurus Socha, istrinya yang sedang koma. Sehingga Delia sering ketiban pekerjaan yang seharusnya dihandle oleh Ardan. Hal ini makin diperparah dengan sikap Ardan yang dingin, ketus, membuat Delia sering naik pitam.

Tetapi Delia pun tetap saja jatuh kasihan dengan Ardan, apalagi melihat Ardan yang begitu setia mendampingi istrinya. Awalnya Delia merasa kasihan, tetapi perasaan itu datang tak dijemput, tahu-tahu Delia sudah jatuh hati terhadap Ardan. Perasaan terlarang yang seharusnya tidak pernah ada, apalagi Ardan sudah menikah.

Disamping itu, ada sosok Reza, teman SMPnya yang sedang mendekatinya. Tetapi Delia tidak merasakan perasaan yang sama seperti perasaannya terhadap Ardan. Ketika desakan untuk Delia segera menikah, minimal bertunangan datang dari keluarganya, Delia pun makin dilema. Apalagi tiba-tiba kejadian yang seharusnya tidak terjadi begitu saja terjadi diantara Delia dan Ardan...

Delia pun berada di persimpangan, memilih Reza yang mencintainya atau mencintai Ardan dengan segala risiko yang ada...

Sampai disini, jujur aku dibuat jengkel setengah mati dengan Delia, yang seakan-akan menjadi drama queen, menjadi orang paling menderita karena cinta. Tetapi, aku pun tak bisa menyalahkan dirinya karena cinta memang kadang-kadang tidak bisa memakai logika.

Bagaimana akhir kisah Delia???

Ah, aku tidak ingin banyak mengisahkan kisah ini, takutnya malah berujung spoiler. Membaca kisah ini membuatku belajar mengenai mencintai dan arti kesetiaan. Mencintai dengan sepenuh hati dalam suka dan duka, belajar dan berdamai dengan masa lalu.

Sejak awal aku sudah jatuh cinta dengan sosok Reza, walau memang part tentangnya sangat sedikit sekali. Tetapi menjelang ending, aku benar-benar dibuat terharu olehnya, membaca surat Reza itu membuatku terharu dan bisa merasakan cinta yang begitu dalam.

Nice story =)

[Book Review] Can't Let Go

Judul Buku : Can't Let Go
Penulis : Esi Lahur
Penerbit :GPU
Tebal : 312 Halaman
Terbit : Maret 2015
Massimo Sukarno Rozzoni, pesepakbola blasteran Jawa Tengah-Italia, masuk program naturalisasi, menjadi WNI, dan menjadi pemain utama tim nasional Indonesia. Sikap baik dan wajah tampan membuatnya menjadi idola baru. Denisa Sridevi Suharyo, wartawan tabloid Lady yang hobi narsis di media sosial, terpaksa meliput Massimo karena penugasan, padahal tidak mengerti dan sama sekali tidak tertarik dengan dunia sepak bola.

Kebersamaan Denisa dan Massimo terus terjalin hingga keduanya sama-sama jatuh cinta. Denisa tahu kode etik wartawan: Jangan ada hubungan percintaan dengan narasumber. Tapi, bisakah Denisa melepaskan Massimo?

-----------------------

Novel ini sederhana dan khas romance biasa, yang membuat berbeda adalah profesi para tokoh. Kalau melihat seorang pesebakbola pacaran dengan artis/model itu sudah biasa, tetapi kalau dengan wartawati mungkin agak berbeda lagi.

Ini tentang kisah Massimo, pesebakbola asal Italia yang telah melakukan naturalisasi di Indonesia. Massimo yang tampan dan punya fisik menawan merupakan paket komplit pria pujaan hati wanita. Berawal dari sebuah wawancara sederhana bersama Denisa, wartawati tabloid Lady, hubungan mereka pun perlahan-lahan semakin dekat saja.

Ternyata sosok Massimo benar-benar down to earth, walau memang terkesan cool ternyata Massimo memang seperti apa yang ditunjukkannya selama ini. Dan Denisa pun yang awalnya tidak tahu apa-apa tentang dunia sepakbola menjadi membangun khayalan berpacaran dengan Massimo. Hal yang awalnya hanya iseng tetapi lama-lama Denisa pun mulai tertarik kepada Massimo, apalagi hubungannya dengan Nigo, seorang aktivis sedang tidak baik karena perbedaan prinsip diantara mereka.

Awalnya aku pikir Denisa terkesan gampang banget melupakan Nigo dan beralih ke Massimo, tapi aku bisa mengerti karena bagaimanapun wanita juga butuh kepastian dan rasa nyaman terutama masa depan yang jelas, sedangkan Nigo untuk hidup saja masih susah.

Massimo pun ternyata hanya pria biasa, pria yang terkesan khas bule yang mudah terjerat dengan sosok Dora, model papan atas yang cantik. Walau katanya bukan karena cinta, tetapi Massimo menikmati kebersamaannya termasuk berbagi ranjang dengan Dora.

Konflik yang ditawarkan sederhana, tetapi aku dibuat betah membaca kisah ini. Ringan dan mengalir lancar. Kita akan diajak mengenal sedikit dunia selebritis dan lika liku wartawan, disamping perkembangan kisah cinta Massimo-Denisa.

[Book Review] Coppelia

Judul Buku : Coppelia
Penulis : Novellina A
Penerbit : GPU
Tebal : 192 Halaman
Terbit : Juli 2015
Sejak kecil Oliver sudah jatuh cinta pada Nefertiti yang aneh. Namun, tetangga depan rumah sekaligus teman sekelasnya itu tiba-tiba menghilang. Oliver ditinggalkan sebelum sempat membuat gadis itu mengingat namanya.

Sampai ke Jerman, Oliver mencari cinta pertamanya. Hingga akhirnya mereka bertemu. Tetapi, keadaan telah berubah. Nefertiti bukan lagi gadis yang dulu. Penari balet itu terluka sangat dalam dan menganggap cinta sebagai rasa asing yang terlalu mewah untuk ia miliki.

Akankah cinta menemukan jalannya, atau Nefertiti tidak akan dapat meloloskan diri dari masa lalunya yang begitu dingin… sedingin kisah boneka Copp√©lia yang begitu dicintai ibunya.

-----------------------

Sejak membaca debutnya Fantasy aku sudah suka dengan tulisan Novellina A.dan ketika novel ini terbit, aku tidak membutuhkan waktu lama untuk membacanya.

Novel ini mengisahkan tentang kehidupan seorang Nefertiti. Nefertiti yang dianggap aneh oleh teman-teman dan bahkan lingkungan sekitarnya, Nefertiti yang jarang berbicara dengan orang lain. Bagi Nefertiti, hanya Mia, sahabatnya yang bisu dan ayahnya saja yang mengerti dirinya. Sedangkan ibunya terasa terlalu jauh dan sulit untuk dijangkau.

Nefertiti pun tumbuh menjadi wanita yang berbeda. Nefertiti merasa tidak memiliki bakat apapun, hal yang sungguh berbeda dengan kedua orangtuanya yang berbakat. Lahir dari ayah yang seorang arsitek terkenal sekaligus ibu yang memiliki bakat melukis yang indah membuat Nefertiti memikul beban yang berat. Nefertiti pun menemukan dirinya dalam balet, tetapi tetap saja ibunya seakan tidak bisa menganggapnya luar biasa.

Nefertiti pun semakin sulit untuk dijangkau, menjadi semakin tertutup apalagi kemudian ayah dan ibunya memutuskan untuk bercerai, tidak ada lagi tempat untuknya. Nefertiti pun memutuskan untuk melanjutkan ke sekolah Balet di Jerman, tetapi tetap saja ada perasaan kosong dalam dirinya, yang membuatnya akhirnya memutuskan untuk berhenti dan menghilang.

Dilain sisi, ada sosok Oliver teman SMA sekaligus tetangganya yang ternyata memendam perasaan cinta sejak lama. Oliver jatuh cinta terhadap Nefertiti, walau mereka mengobrol kurang dari dua kali, bahkan Oliver ragu Nefertiti masih mengingatnya.

Membaca novel ini jujur perasaanku dibuat sesak sekali, penulis benar-benar membangun suasana muram, kelam bahkan dark begitu erat dalam karakter Nefertiti. Penulis membuatku terus terkejut dengan fakta-fakta yang terungkap selama perjalanan aku membaca novel ini. Sesuatu yang memang tidak bisa kutebak sebelumnya.

Diceritakan dari sudut pandang Nefertiti dan Oliver, sebagai pembaca aku bisa merasakan apa yang mereka rasakan dan pikirkan. Nefertiti yang selalu merasa tidak pernah dicintai tanpa tahu keluarga dan bahkan ada seorang pemuja rahasianya. Disisi lain, Oliver yang sudah cenderung terobsesi dengan sosok Nefertiti, yang membuat dirinya malah mendekat ke kehidupan Ibu Nefertiti dan terkuaklah segala misteri yang melingkupi.

Penulis benar-benar membuat alur yang cukup mengalir, walau kadang-kadang ada bagian-bagian yang membuatku bingung dengan siapa yang sedang berbicara tetapi aku tetap menikmatinya. Profesi tentang balet yang memang jarang dipakai, membuat kisah ini lebih berwarna. Setting tempat pun mendukung keseluruhan cerita.

Novel ini mungkin bukanlah kisah romance sepasang kekasih yang mengharu biru, tetapi ini lebih ke kisah drama keluarga Nefertiti. Hubungan Nefertiti dan ibunya yang terlihat menonjol. Mereka saling mencintai dengan caranya masing-masing, dan jujur aku agak kecewa dengan endingnya. Walau memang penulis sudah mengutarakan sendiri, memang sengaja dibuat seperti ini, tetapi tetap saja aku tidak rela...
Senin, 19 Oktober 2015

[Blog Tour] Giveaway Winner : Love Is The End


Akhirnya, Blog Tour Love Is The End diblogku selesai juga. Terima kasih kuucapkan untuk Kak Christina Tirta yang telah mengajakku berpartisipasi menjadi salah satu host dari Blog Tour Love Is The End, novel romance terbarunya. Ini memang bukan pengalaman pertamaku membaca karya Kak Christina, dan setelah membaca novel ini, aku makin menyukai tulisannya yang memang punya ciri khas tersendiri.

Alhamdulilah, walau hanya 6 hari saja, antusiasme peserta Blog Tour Love Is The End sungguh besar, alhamdulilah postingannya mencapai 950an tayang dan diikuti oleh 42 peserta.  Setelah mengecek komen-komen yang masuk dan mengecek syarat-syarat yang diminta, saatnya memilih 1 pemenang yang beruntung:

[Blog Tour] Berlabuh di Lindoya ------------------ Giveaway!!!!


Judul Buku : Berlabuh di Lindoya
Penulis : K Fischer
Penerbit : GPU
Tebal : 280 Halaman
Terbit : Agustus 2015
Available @bukupedia
Tidak ada yang tahu luka batin yang disimpan Sam rapat-rapat. Hingga gadis itu memutuskan melarikan diri dari Indonesia dan memulai hidup baru dengan bekerja di perusahaan pengeboran minyak di ujung dunia, di Norwegia. Ketika harus pindah ke kantor pusat di Oslo, Sam menolak tinggal di apartemen dan menyewa rumah tua di Pulau Lindoeya.

Di Lindoeya, Sam bertemu dengan Rasmus Knudsvigsson, tetangga barunya. Meskipun diawali rasa takut dan curiga, perlahan ketulusan pria tampan bermata biru itu dapat mencairkan kebekuan hati Sam.

Namun, ketika Sam merasa sudah siap membuka hati sepenuhnya untuk Rasmus, salah satu anggota dewan yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Oslo menarik Sam kembali ke pusaran intrik masa lalu....


---------------------

Ini buku ke-4 Kak K Fischer yang kubaca, kali ini penulis mencoba membawa imajinasiku terbang ke sebuah pulau bernama Lindoya. Sejak melihat covernya saja, jujur aku sudah tertarik sekali membacanya dan alhamdulilah aku begitu menikmati proses membacanya sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.

Ini mengisahkan tentang Putri Samahita, suatu kejadian pahit di masa lalu membawanya melarikan diri sejauh-jauhnya dari Indonesia. Sam akhirnya menerima pekerjaan sebagai insinyur mesin di sebuah perusahaan pengeboran minyak di Norwegia. Selama bertahun-tahun hidupnya tentram tinggal di Harstad, hingga tawaran untuk pindah ke kantor pusat di Oslo membuat dirinya khawatir. Sejak kejadian itu, Sam menjadi seseorang yang tidak suka bersosialisasi, Sam begitu ketakutan masa lalunya akan terungkap, Sam takut dikenali sehingga foto pun Sam tidak mau.

Untungnya ada Inge, rekan kerjanya yang akhirnya menawarkan rumahnya untuk disewakan di Lindoya, sebuah pulau kecil yang tidak terlalu jauh dari Oslo. Awalnya Sam pikir, tetangga rumahnya adalah pasangan tua seperti Inge, sayangnya dugaannya salah. Sam akhirnya bertemu dengan sosok Rasmus, tetangga rumahnya yang ternyata seorang pria muda yang tampan dengan matanya yang begitu menggoda.

Awalnya Sam menjaga jarak terhadap Rasmus, Sam tidak ingin kehidupannya terusik. Namun, perlahan-lahan interaksi keduanya mencair. Rasmus yang selalu tidak segan menawarkan bantuan terhadap Sam, walau sikap Sam kadang tidak bersahabat. Tidak mudah membuat Sam percaya kepadanya, hingga perlahan-lahan benteng pertahanan itu runtuh juga. Sam mendapatkan kenyamanan saat bersama Rasmus, apalagi saat mengetahui pekerjaan sesungguhnya Rasmus, Sam makin yakin kalau Rasmus pria yang baik.

Kenyamanan yang tercipta akhirnya terusik saat rombongan DPR dari Indonesia sedang mengadakan kunjungan ke perusahaannya. Berawal dari sebuah foto dengan rombongan itu, kembali membuka kisah pahit Sam dan membuat Sam berada di persimpangan, kembali untuk menyelesaikan masa lalunya atau tetap bersama Rasmus, pria yang membuatnya nyaman. Bagaimana akhir kisah Sam?

Sejak awal membaca novel ini, aku dibuat penasaran dengan masa lalu Sam. Apa alasan di balik semua sikap Sam yang memilih kabur sejauh-jauhnya dari Indonesia, meninggalkan ibunya. Mengapa Sam begitu berhati-hati dan menjaga jarak dengan orang lain, terutama pria hingga keengganannya untuk sekedar berfoto. Penulis secara perlahan-lahan menguraikan satu demi satu kepingan masa lalu Sam, sehingga membuatku sebagai pembaca begitu larut dengan kisahnya.

Interaksi Sam dengan Rasmus, tetangga barunya juga begitu terasa chemistrynya. Rasmus yang baik dan tidak segan membantu walau Sam begitu tidak bersahabat dengannya. Aku jatuh cinta dengan sosok Rasmus, apalagi saat terungkap pekerjaan Rasmus sesungguhnya, pekerjaan yang tentunya tidak mudah dan hanya orang-orang tertentu yang mau mengabdikan dirinya seperti Rasmus.

Baik Sam dan Rasmus sama-sama punya masa lalu yang buruk dan akhirnya bertemu, disinilah sebagai pembaca aku diajak penulis perlahan-lahan membangun hubungan keduanya, hingga akhirnya kepercayaan itu tumbuh.

Sayangnya, ketika masa lalu Sam datang menerpa, yang memang sudah sejak awal kutunggu-kutunggu, aku merasakan penulis terlalu terburu-buru, tidak ada penjelasan lebih lanjut. Padahal aku sangat berharap ada sesuatu yang "lebih" dari penyelesaian konflik Sam ini. Untungnya penulis menutup kisah ini sesuai harapanku.

Aku suka sekali dengan setting Lindoya, penulis memang selalu bagus dalam membuat setting tempat ceritanya, seakan imajinasiku terbang bersama Sam ke Lindoya. Jujur, aku malah tidak pernah tahu dan mendengar mengenai Lindoya sebelumnya, melalui novel ini aku mendapatkan info baru. Aku benar-benar bisa membayangkan setiap tempat yang disebutkan dalam novel ini, karena penulis cukup detail menggambarkannya.

Overall, melalui kisah Sam, kamu akan belajar banyak hal. Novel ini tidak hanya tentang cinta tapi juga berdamai dan bangkit dari masa lalu. Sepahit apapun masa lalumu, tidak boleh sampai menghalangi kebahagiaan yang akan datang di masa depan. Selamat jatuh cinta dengan kisah Sam!!!!!

------------------GIVEAWAY TIME-------------------


                   
Selamat datang ke pemberhentian ke-5 Blog Tour "Berlabuh di Lindoya" karya Kak K Fischer , kali ini Kak K Fischer ingin membagikan PAKET BUKU untuk kamu 1 orang yang beruntung. Caranya gampang banget kok:

1. Peserta harus berdomisili di wilayah Indonesia.

2.Follow akun twitter @RizkyMirgawati @utiauthor dan like Fanpage Kusumastuti. Jangan lupa share info GA ini di twitter dengan mention kedua akun di atas dengan hastag #BerlabuhdiLindoya

3. Follow blog ini via GFC (Google Friend Connect)

4. Giveaway kali ini tidak menjawab pertanyaan ya, tetapi kamu harus membuat Photo Quotes dari novel Berlabuh di Lindoya. Photo Quotes boleh hanya 1 atau lebih dari 1 ya, jumlah tidak dibatasi. Quote yang bisa dipilih:
"Tidak. Aku tidak ingin begini terus. Kehilangan cahaya karena orang lain? Membiarkan onak bersarang di hati? Tidak. Aku harus pergi. Ke tempat aku dapat meninggalkan semua ini. Sejauh mungkin, sehingga aku dapat melahirkan diriku lagi sebagai manusia berhati penuh warna. Ke dunia baru. Ke hidup baru." - hal.171

"Kamu tahu, Sam, bekerja dengan anak-anak itu mengajariku untuk tidak langsung menilai orang atas apa yang telah mereka lakukan. Karena masing-masing punya alasan tersendiri, mengapa mereka bereaksi seperti itu. Trauma masa lalu membuat cara orang menyikapi sesuatu juga jadi berbeda."- hal.184

"Jika kaca retak, bisa direparasi atau diganti. Jika jiwa manusia yang retak, bagaimana aku dapat memperbaikinya?"- hal.216

"Jika saja aku dapat meminta Sam memindahkan rasa sakitnya kepadaku, semua akan aku tanggung untuknya. Jika saja robek di jiwanya dapat kubalut, jika saja aku dapat menyembuhkan kembali luka hatinya. Aku ingin membuatnya bahagia. Aku akan membuatnya bahagia. Aku mencintainya! - hal. 217

"Kamu ada di sisi lain, beribu-ribu kilometer jauhnya dariku. Apakah kamu juga melihat bintang yang sama? Ketika kaki langit terbelah dua, menjadi lautan di bawah dan langit di atasnya, bukankah horizon kita sama? Tapi mengapa kita tidak sanggup menyetujui hal yang sama?" - hal.253

"Pada akhirnya, dengan alasan ingin melindungi orang-orang yang paling kucintai, aku malah menyakiti mereka." - hal.258

"Aku mencintaimu sebelum aku tahu masa lalumu. Aku mencintaimu lebih dalam lagi setelah aku tahu masa lalumu. Kalaupun aku mengkhawatirkan dirimu, itu karena aku sayang padamu. Aku mencintai kamu, Sam. Cuma kamu!" - hal. 274

"Sebelum kamu hadir, aku berpikir hidupku sudah lama berlalu. Ketika kamu menyeruak masuk, aku baru menyadari aku masih hidup." - hal. 277
 5. Upload Photo Quotes di twitter dan jangan lupa mention @RizkyMirgawati dan @utiauthor sertakan hastag #BerlabuhdiLindoya selama periode Giveaway dimulai dari 19 - 25 Oktober 2015 Pkl.23.59 WIB

6.  Jangan lupa masukkan datamu nama, akun twitter dan link photo quotes mu di kolom komentar untuk memudahkan pendataan peserta.

Giveaway ini berlangsung 1 minggu ya, dimulai hari ini sampai tanggal 25 Oktober 2015 Pkl.23.59. Pengumuman pemenang paling lambat 2hari setelah GA ini berakhir ya :)

Semoga beruntung!!!!!

*********UPDATE*********

Alhamdulilah, akhirnya Blog Tour dan GA Berlabuh di Lindoya berakhir sudah, gak menyangka akan sesukses dan semeriah ini. Kali ini, aku menantang peserta GA untuk membuat #PhotoQuotes dari 8 Quote Pilihan, dan hasilnya diluar ekspektasiku.

Ada 40 peserta yang berpartisipasi dengan 242 #PhotoQuotes yang masuk, saatnya memilih pemenang:

- Pemenang Utama mendapatkan Paket Buku Gramedia

Putri Prama/ @PutriPramaa


Pemenang Tambahan mendapatkan Postcard Cantik dari Austria:

- Kategori Pengirim Terbanyak #PhotoQuotes, ada 2 pemenang karena sama-sama mengirim 16 #PhotoQuotes:


1. Tri Indah Permatasari / @LiebeIs0503
2. Anggita Dewi Ravina/ @anggitarav

- Kategori Pengirim #PhotoQuotes Pilihan Penulis
Aya Murning/ @murniaya


Selamat buat pemenang, aku tunggu email data lengkapmu untuk pengiriman hadiah ke emailku kikyavis@gmail.com ya :) 
Kamis, 15 Oktober 2015

[Blog Tour] Giveaway Winner : Re-Write


Akhirnya, Blog Tour Re-Write diblogku selesai juga. Terima kasih kuucapkan untuk Kak Emma Grace yang telah mengajakku berpartisipasi menjadi salah satu host dari Blog Tour Re-Write, YA terbarunya ini. Sejak aku membaca debutnya, Pay It Forward, aku sudah jatuh cinta dengan tulisannya, dan tentu saja aku tidak menolak ketika ditawari membaca Re-Write ini. Karya terbarunya ini membuatku semakin menyukai tulisannya dan menjadikannya sebagai salah 1 penulis yang akan selalu kutunggu karyanya.

Alhamdulilah, walau hanya 6 hari saja, antusiasme peserta GA Re-Write sungguh besar, alhamdulilah postingannya mencapai 900an tayang dan diikuti oleh 46 peserta.  Setelah mengecek komen-komen yang masuk dan mengecek syarat-syarat yang diminta, saatnya memilih 1 pemenang yang beruntung:
Nova Indah Putri Lubis/@n0v4ip
Jawaban: 
Kalau diberi kesempatan untuk Re-Write momen, aku pengen mengulang momen dimana aku ngompol di celana waktu sekolah dulu... haha aib bgt ya. Kenapa ingin aku ulang, krn aku gak mau dibilang TUKANG NGOMPOL ataupun diingatkan lagi mengenai kejadian itu sama teman2ku saat kami ketemu atau ngadain reuni. Padahal aku gk berniat pipis dicelana waktu itu, cuma krn guru kami mengunci pintu ruangan kelas dari luar, alhasil aku gak bisa pergi ke toilet. Seharusnya saat itu aku teriak aja dari kelas atau minta tolong satpam yg lagi keliling utk minta tolong bukain. Alhasil krn udah gak tahan, aku pipisin aja tuh kursi... :D setelah pipis tuh lega bgt rasanya tapi malunya itu keingat sampek tua... -__-
Selamat buat pemenang, aku akan mention dan DM kamu ditwitter ya untuk data lengkapmu. Mohon segera direspon. Yang belum beruntung, jangan khawatir masih ada Blog Tour Love Is The End yang sedang berlangsung dan Blog Tour lainnya selama Oktober, jangan pantang menyerah ya, siapa tahu kamu giliran berikutnya....
Selasa, 13 Oktober 2015

[Blog Tour] Love Is The End -------- Giveaway!!!!

Judul Buku : Love Is The End
Penulis : Christina Tirta
Penerbit : Elex Media
Tebal : 192 Halaman
Terbit : Oktober 2015
Available @bukupedia
Walau sudah lama tak bertemu, Naira tak sanggup melepaskan obsesinya terhadap Aidan Rahardja. Katakan saja norak, tapi Aidan memang cinta pertamanya. Katakan saja ini takdir, yang membuat mereka akhirnya kembali berjumpa di kantor tempat Naira bekerja dengan jabatan sebagai atasan baru Naira. 

Sayangnya, bukan membawa harapan baru, Aidan malah kembali membuat Naira patah hati dengan mengumumkan bahwa ia telah memiliki kekasih yang bernama Ami. Tidak tanggung-tanggung, kekasihnya adalah keponakan GM di tempat ia bekerja sekaligus anak pemilik perusahaan. 

Bobbi, kakak Ami, yang merupakan atasan Naira, membuat Naira semakin "gerah" dengan sifatnya yang jelas-jelas menunjukkan rasa tidak sukanya pada Naira. Tidak hanya itu, Bobbi seolah-olah menyimpan banyak rahasia dan melibatkan Naira di dalamnya. Merasa tak punya pilihan lain, Naira pun menjalankan tugasnya dengan perasaan kesal. Tugas-tugas yang akhirnya membuat Naira merasakan sesuatu yang lain pada Bobbi.
----------------------------
Ini kesempatan keduaku membaca karya Kak Christina Tirta, setelah sebelumnya mencicipi Dangerous Love. Kali ini, Kak Christina mencoba menghadirkan kisah cinta lainnya.
"Cinta itu sesuatu yang aneh. Lo pikir manusia yang dikendalikan oleh cinta. Tapi bukan....Bukan seperti itu. Cinta cuma kambing hitam yang selalu disalahkan oleh manusia. Yang sebenarnya, manusialah yang mengendalikan cintanya."
Love Is The End mengisahkan kehidupan Naira. Naira yang sejak lama memendam perasaan terhadap Aidan Rahardja. Setelah sekian lama, Aidan menghilang dari kehidupannya, Aidan hadir kembali membuka semua kenangan yang pernah ada diantara keduanya.

Sayangnya, Naira tetap harus memendam perasaannya. Aidan hadir sebagai atasan baru Naira. Dan lebih parahnya lagi, status Aidan pun telah berubah. Aidan telah mempunyai kekasih bernama Ami, sosok wanita cantik yang kebetulan keponakan GM di perusahaan tempat Naira bekerja.

Naira berusaha move on dan melupakan Aidan, tetapi kenapa Aidan selalu ingin dekat dengannya. Bagi Naira, Aidan sudah seperti obsesi yang tak pernah terjangkau. Obsesi yang membuatnya patah hati berulang kali.

Kedekatannya dengan Aidan, ternyata tidak disukai oleh Bobbi. Bobbi adalah sahabat Aidan, sekaligus wakil GM yang baru dan kakak Ami, kekasih Aidan. Sosok Bobbi yang dingin dan misterius, membuat Naira bingung. Namun, perlahan-lahan hubungan Naira dan Bobbi pun mencair, mereka menjadi semakin dekat. Tawaran untuk menjadi asisten Bobbi pun malah semakin mendekatkan mereka.

Namun, anehnya Naira mendapatkan tugas tambahan yang tidak diduganya. Tugas untuk memata-matai seseorang, bahkan menyamar. Ada apa sesungguhnya? Mengapa Naira tak kuasa menolak segala permintaan Bobbi? Ada apa dengan perasaannya?
"Cinta itu memang bukan matematika. Tidak ada jawaban yang pasti dari satu pertanyaan."
Membaca novel ini begitu menyenangkan, apalagi novel ini termasuk novel yang tipis, sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membacanya. Aku dibuat larut dengan kisah Naira, interaksinya dengan Aidan dan Bobbi. Ah, aku jatuh cinta dengan sosok Bobbi yang dingin. Ternyata dibalik sikapnya yang dingin, Bobbi ternyata menyimpan sejuta rahasia kehidupan yang membuatnya seperti itu.

Novel ini sederhana, tetapi aku dibuat menebak-nebak keping demi keping rahasia Bobbi dan kehidupannya, yang ternyata saling terkait dan membuat satu kesatuan utuh. Jujur, aku tidak menyangka sekali dengan twistnya, aku cukup terkejut dan Kak Christina sukses membangun suasananya secara perlahan-lahan, hingga tak terasa aku sudah di penghujung akhir membacanya.

Walau novel ini cenderung tipis, tapi dari segi konflik Kak Christina bisa membuat suatu kisah cinta yang tidak biasa, masih dengan sentuhan khasnya yang memasukkan unsur rahasia dan misteri, aku suka. 
"Saya menyukaimu walau mungkin saya hanya punya nasi panas tanpa sambal sebagai teman nasi. Saya menyukaimu karena saya memang merasa meleleh saat melihatmu. Saya menyukaimu karena jantung saya bekerja lebih giat saat melihatmu. Saya menyukaimu karena cinta yang nggak terdefinisi."
Overall, kalau kamu suka dengan kisah romansa yang ringan dan bisa sambil menemani waktu luangmu, aku rasa kamu bisa mencoba membaca novel ini. Selamat jatuh cinta dengan kisah Naira.^^
------------------GIVEAWAY TIME-------------------


Dalam Rangka Blog Tour "Love Is The End", kali ini aku dan Kak Christina Tirta mau berbagi 1 eks gratis berttdan ney untuk kamu yang beruntung. Caranya gampang banget kok:
1. Peserta harus berdomisili di wilayah Indonesia.

2.Follow akun twitter @RizkyMirgawati @MVFShop dan @elexmedia . Jangan lupa share GA ini dengan mention dan tagar #LoveIsTheEnd

3. Follow blog ini via GFC (Google Friend Connect)

4. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar, jangan lupa cantumkan nama, akun twitter, link share, kota tempat tinggal dan jawabanmu. 
Apa sey arti cinta untukmu?
5. Giveaway ini berlangsung 6hari ya, dimulai hari ini sampai tanggal 18 Oktober 2015 Pkl.23.59. Pengumuman pemenang paling lambat 2hari setelah GA ini berakhir ya :)

Semoga beruntung!!!!!
Jumat, 09 Oktober 2015

[Giveaway Winner] Kristi Jo Giveaway!!!!!!


Akhirnya, Kristi Jo Giveaway diblogku selesai juga. Terima kasih kuucapkan untuk Kak Kristi Jo yang telah mengirimkan kedua bukunya, At The Park dan Promises untuk kureview sekaligus mengadakan Giveaway bukunya ini. Alhamdulilah, bahagia rasanya diberikan kepercayaan seperti ini, apalagi untuk aku yang baru banget dalam dunia blogger ini. Beruntung banget juga bisa berkenalan dengan Kak Kristi dan bukunya ini, debut dan perkenalan yang manis untukku, semoga bisa terus menerbitkan karya-karya yang lebih baik tentunya. 

Terima kasih juga untuk semua yang telah berpartisipasi dalam mengikuti Kristi Jo Giveaway ini. Walau hanya berlangsung selama 4hari saja, alhamdulilah ada 39 peserta yang ikutan. Saatnya memilih 1 pemenang yang beruntung:
Agustine W/@agustine_w
Jawaban: 
baca kisah remaja yg memadukan romance dg kekurangan/disorder psikologis/ disability. kenapa? krn aku yakin yg punya kisah cinta dan problematika bukan semata remaja kaum borjuis dan sempurna aja, tapi mereka yang juga 'kurang'. aku pengen tahu dan baca kisah semacam itu tapi dibalut kesan lucu, smooth, dan tentu saja jatuhnya nggak norak. :)
Selamat buat pemenang, aku akan mention dan DM kamu ditwitter ya untuk data lengkapmu. Mohon segera direspon. Yang belum beruntung, jangan khawatir masih ada Blog Tour dan GA Re-Write yang sedang berlangsung dan Blog Tour lainnya selama Oktober, jangan pantang menyerah ya, siapa tahu kamu giliran berikutnya....
Kamis, 08 Oktober 2015

[Blog Tour] Re-Write -------------------- Giveaway!!!!!

Judul Buku : Re-Write
Penulis : Emma Grace
Penerbit : GPU
Tebal : 256 Halaman
Terbit : Oktober 2015
Kehidupan Beth Samodro berjalan seperti layaknya gadis berumur dua puluh tahun. Ia kuliah di Sydney. Memiliki keluarga yang sayang padanya. Jatuh cinta luar biasa pada laki-laki yang telah ia kenal sejak sekolah menengah di Jakarta.

Perjalan hidup Derick Bhrasongko dimulai dari kota Sydney. Ia lahir dan besar di kota tersebut. Ia tak suka pada orang Indonesia. Masa lalu telah mengajarnya untuk membenci gadis lemah yang hanya bisa menganggukkan kepala dan menurut pada orang lain, atas nama cinta.

Beth dan Rick memiliki latar belakang dan pribadi yang berbeda. Kesamaan di antara mereka hanyalah sama-sama menyimpan rahasia kelam yang membebani langkah mereka saat ini. Kedua manusia yang tak pernah cocok untuk bersama dalam kondisi apa pun. Lalu pada satu persimpangan, jalan mereka bertemu.

Dan garis hidup berkata lain.


----------------------------
"Hidup tak berhenti ketika kita kehilangan. Kita harus tetap berjalan, sesakit apa pun itu. Hanya saja percayalah, waktu memudarkan luka. Percayalah itu ketika hatimu sakit."

Ini kali ke-2 aku membaca karya Emma Grace, setelah sebelumnya aku cukup menikmati debutnya Pay It Forward. Masih masuk lini Young Adult, kali ini aku diajak berkenalan dengan kisah Beth Samodro. Beth seorang gadis remaja yang sedang melanjutkan pendidikannya di Sidney, menyusul kakaknya Sheila.
"Masalah itu akan terus mengikuti dan baru akan pergi ketika keberanian untuk mengucapkan selamat tinggal hadir." 
Beth seorang pecinta Canon D Major, pembenci casserole dan pecinta kaus kaki abu-abu. Beth yang sedang patah hati dengan sahabatnya, Jared. Ya, Beth telah sekian lama memendam perasaannya terhadap Jared, sahabatnya sejak SMA. Tapi, tunggu dulu ini bukan kisah tentang sahabat jadi cinta yang biasa kamu baca di novel-novel lainnya.
"Pepatah itu benar! Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan hanya dengan memeriksa notifikasi ponsel. Hidup terlalu pendek untuk dilalui dengan berharap, lalu kecewa."
Ada alasan tersendiri mengapa sosok Jared begitu berarti untuk seorang Beth. Jared layaknya "dewa" untuk Beth. Apapun yang dimintanya, seakan tidak pernah ada kata "TIDAK" untuk Beth. 
"Jangan pernah menaruh kunci kebahagiaanmu di tangan orang lain, selain dirimu sendiri."
Hingga suatu hari Jared memintanya untuk menggantikan dirinya bekerja part-time di FashionSheet. Awalnya Beth menolak mentah-mentah, tetapi Jared tetap sulit untuk ditolak. Beth akhirnya setuju bekerja selama 1bulan saja, tetapi ternyata malah molor dan lebih lama lagi. Jared malah lebih memilih untuk mendampingi Gwen, kekasih barunya audisi dibandingkan melanjutkan pekerjaan part-timenya, dan Jared butuh bantuan Beth yang tak pernah menolaknya. Walaupun Beth jelas-jelas sakit hati, tetapi tetap saja dirinya takluk dan tidak bisa menolak.
"Ketika kau peduli kepada seseorang, terluka adalah syaratnya. Terluka merupakan satu bagian yang akan kau terima dan pasti kau terima. Terluka adalah sesuatu yang takkan dapat kautolak."
"Dalam cinta dan peduli, kau akan terluka. Dalam susah dan senang, kau akan terluka. Itu adalah harganya, Rick. Kita akan terluka karena dan oleh orang yang kita kasihi."
Tanpa diduga Beth, pekerjaan barunya di FashionSheet mempertemukannya dengan sosok Rick, rekan kerjanya yang sejak awal terkesan tidak menyukai kehadirannya. Hal ini dibuktikan dengan sikapnya yang meragukan kemampuan Beth, semua terasa salah dimatanya. Apalagi Beth orang Indonesia dan ini makin memperparah semuanya. Ada apa sesungguhnya dengan Rick? 

Membaca novel ini begitu menyenangkan. Aku benar-benar larut dengan kisah Beth.  Aku penasaran dengan sosok dan kehidupannya. Sebagai pembaca aku diajak berkenalan dengan sosoknya yang melankolis. Kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan dan kehidupan keluarganya yang juga "tidak baik-baik saja".

Awalnya aku sangat tidak suka dengan karakter Beth yang seakan pasrah sekali jika berhadapan dengan Jared. Tapi begitulah cinta, kita bisa menjadi orang paling tidak rasional jika berhadapan dengan orang yang kita cinta. Beth mungkin gambaran pada umumnya, seseorang yang rela digantungin sama orang yang dicinta.
"Beth, kau tak perlu melakukan hal yang tidak ingin kau lakukan demi orang lain. Jangan merendahkan dirimu sedemikian rupa pada laki-laki. Seberapa dalam pun kau mencintai mereka."
Orang ke-2 yang tidak kusukai adalah Jared, ya ampun sejak awal dia sudah memposisikan dirinya sebagai cowok paling gak banget dey. Cowok yang memanfaatkan gadis yang menyukainya, malah sebaliknya bertekuk lutut untuk cewek yang dicintainya. Ironis memang...

Novel ini benar-benar komplit sekali, tidak hanya berkisah tentang kisah percintaan Beth yang layu sebelum berkembang saja, tetapi ada cerita keluarga yang benar-benar membuatku terharu sekali. Ada alasan yang membuat Beth menjadi seseorang seperti itu dan aku malah jatuh kasihan kepadanya. Peluk erat Beth.^^

Aku menyukai kisah Beth dan Rick, aku larut selarutnya. Aku dibuat penasaran dan terus membaca hingga akhir. Kadang-kadang aku merasa tersindir dengan quote-quote yang bertebaran dalam novel ini, dan tahu-tahu aku sudah dihalaman akhir saja. Walaupun memang endingnya bisa diprediksi, tetapi aku tidak peduli. Interaksi tokoh, gaya menulis yang mengalir dan kisah yang indah, membuatku makin jatuh cinta dengan tulisan Emma. Aku tak akan ragu lagi jika disuguhkan novel karyanya lagi.

Novel ini sederhana tapi tidak sesederhana yang kau pikirkan,  tidak hanya mengisahkan tentang move-on dari masa lalu, tetapi juga mengingatkanku kembali sebagai pembaca untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, karena waktu tidak bisa terulang kembali.
"Ketika seseorang siap melepaskan dan menyiapkan tempat yang kosong di hatinya, akan ada cinta yang baru, yang tak kalah indah, untuk menggantikannya. Bukan dengan cara yang persis seperti yang kau rencanakan. Tapi jelas tak kalah indah dari yang dibayangkan."
------------------GIVEAWAY TIME-------------------



Dalam Rangka Blog Tour "Re-Write", kali ini aku dan Emma Grace mau berbagi 1 eks gratis berttdan ney untuk kamu yang beruntung. Caranya gampang banget kok:
1. Peserta harus berdomisili di wilayah Indonesia.

2.Follow akun twitter @RizkyMirgawati dan @emmagrac3 . Jangan lupa share GA ini dengan mention dan tagar #ReWrite

3. Komen di postingan Ask Author Emma Grace (wajib)

4. Follow blog ini via GFC (Google Friend Connect) atau G+

5. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar, jangan lupa cantumkan nama, akun twitter, link share, kota tempat tinggal dan jawabanmu. 
Kalau kamu diberi kesempatan mengulang 1 momen penting dalam hidupmu? Momen apa yang ingin kamu ulang? Kenapa?
6. Kamu bisa juga loh ajak teman-temanmu untuk ikutan GA ini biar rame.

7. Giveaway ini berlangsung 6hari ya, dimulai hari ini sampai tanggal 13 Oktober 2015 Pkl.23.59. Pengumuman pemenang paling lambat 2hari setelah GA ini berakhir ya :)

Semoga beruntung!!!!!

[Blog Tour] Ask Author Emma Grace : Re-Write


Halo, Ky's Book Journal punya kabar baik nih buat kamu pengunjung setia blogku. Alhamdulilah, Kak Emma Grace, penulis novel Pay It Forward, baru saja menerbitkan novel terbarunya loh, masih masuk lini Young Adult. Kali ini, Kak Emma Grace mengajakku dan 2 teman lainnya untuk menjadi host Blog Tour "Re-Write". 

Namun, sebelum kita mulai Giveaway berhadiah 1eks Re-Write bertandatangan, Ky's Book Journal pengen ngajak kamu semua untuk kenalan dulu ney sama penulisnya. Khan ada kata pepatah tuh "Tak Kenal Maka Tak Sayang", jadi aku juga pengen ngobrol-ngobrol dikit sama Kak Emma Grace, simak yuk:

Hai, Kak Emma. Kenalan dunk, biodata dan kesibukannya sekarang?
Hai, kesibukan saya sekarang ini, selain menulis, saya juga baru merintis karier di sebuah perusahaan setelah lulus kuliah. Jadi menulisnya belum terlalu bisa intensif karena masih dalam taraf belajar, dan juga membagi waktu dengan urusan pribadi serta pekerjaan.
Sejak kapan sey Kak Emma mulai suka nulis dan kemudian mutusin buat jadi penulis?
Saya suka membaca sejak kecil. Kemudian menulis diary dan personal blog. Setelah itu mulai mencoba-coba menulis cerita pendek di word, untuk konsumsi pribadi sih.
Setelah itu baru memberanikan diri mengirim pada penerbit.
Dan puji Tuhan, karya saya bisa diterima dan published dalam bentuk buku.
Biasanya menulis kapan? Ada waktu khusus nggak atau tempat favorit mungkin?
Waktu khusus biasa di akhir minggu, atau di malam hari.
Pada dasarnya, menulis di mana pun saya bisa, selama ada lagu-lagu yang mengalun dari playlist saya dan juga menggunakan laptop yang sudah saya kenal baik.
Tapi biasanya, saya menulis di kamar saya 
Siapa sey orang yang paling berpengaruh dalam hidup Kak Emma yang memotivasi untuk menjadi seorang penulis?
Tidak ada yang secara khusus memotivasi saya menulis. Memang keinginan itu tumbuh dari dalam diri saya, berawal karena kesukaan saya pada buku bacaan.
 Apakah Kak Emma juga suka baca? Genre favorit apa? Penulis favorit?
Saya suka banget baca. Saya suka baca segala jenis genre. Mulai dari romance, thriller, psikologi, sampai buku komik
Penulis favorit banyak sekali. Karena banyak penulis bagus yang menghasilkan karya yang juga bagus
Tapi jika saya harus sebutkan, saya bisa mengatakan bahwa Colleen Hoover dan Jenny Han adalah salah satunya. Kalau penulis Indonesia, saya suka Winna Efendi dan Ilana Tan.
Kenapa memilih judul Re-Write? Apakah sudah sejak awal berjudul "Re-Write"?
Judul awal novel ini adalah The Bucket List. Untuk yang sudah baca, pasti mengerti kenapa judul awalnya adalah itu :D
Tapi karena pertimbangan tertentu, juga masukan dari editor , maka judul diganti menjadi Re-Write dengan tagline yang pas sekali menggambarkan kehidupan Beth.
Boleh cerita sedikit bagaimana Kak Emma mendapatkan inspirasi menulis "Re-Write"?
Inspirasi Beth datang ketika saya berpikir tentang seorang gadis yang sulit move on. Gadis yang begitu cinta dengan teman SMA-nya, yang malah memanfaatkan kondisi itu untuk keuntungannya sendiri.
Kemudian begitu saja tokoh Beth hadir di benak saya. Mulai dari kesukaannya pada lagu Canon in D'Major, benci caserolle dan suka dengan kaus kaki abu-abu
Lalu perlahan cerita terbentuk.
Apakah ada alasan khusus memilih lini Young Adult, bukan lini lainnya, seperti teenlit, amore, atau metropop mungkin?
Tidak ada alasan khusus. Hanya saja tulisan saya kebetulan dikelompokkan di lini Young Adult, oleh penerbit.
Berapa lama proses penulisan Re-Write? Apakah ada kendala selama penulisannya? 
Penggarapan penulisannya sendiri makan waktu 6 bulan. Kemudian masuk ke penerbit, mendapat masukan dan saya revisi, lalu saya kirimkan kembali. Setelah mereka setuju, lalu mulai masuk di antrean editing. 
Kak, pernah gak merasakan namanya "blank idea" buat menulis? Bagaimana caranya selama ini Kak Emma menemukan ide-ide tulisanmu? 
Blank sih pasti pernah. Lebih tepatnya mungkin tidak mood. Saya berusaha mengatasi ini semua dengan kembali pada hal yang jadi hobi saya. Yaitu membaca, menonton film dan mendengarkan musik.
Apakah ada adegan favorit yang Kak Emma sukai dari novel ini? Tokoh favorit mungkin?
Saya suka Beth. Entah bagaimana, tokoh Beth ini spesial untuk saya. Saya suka kegalauan dia, dan keminderan dia. Bukankah kadang kita semua juga seperti Beth :p
Salah satu adegan favorit adalah ketika Rick mengajak Beth makan malam setelah audisi tari Gwen, dan dari jukebox, dia memutarkan lagu kesukaan Beth sebanyak...
Ah, baca sendiri ceritanya ya :D
Apa ada pesan khusus yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui "Re-Write"?
Pesan saya ke pembaca, juga ke diri saya sendiri tentu, ialah nikmatilah hidup
Jangan habiskan waktumu dengan melihat ponsel :p
Nanti kita semua hanya akan kehilangan momen penting yang tak akan kembali.
Pertanyaan terakhir, bocoran dikit dunk sekarang sedang nulis novel tentang apa? Masih masuk lini Young Adult juga kah atau mencoba nulis lini baru mungkin?
Saya sedang menulis satu kisah, masih tentang kegalauan remaja pra dewasa
Tentang apa, saya masih belum bisa cerita
Jalannya masih sangat jauh
Bantu doa supaya lancar ditulis, dan bisa diterima oleh penerbit juga, ya :)
Kalau mengenai lini, saya serahkan sepenuhnya pada penerbit saya.
Saya yakin mereka akan mengelompokkan tulisan itu ke lini yang paling tepat.
Nah, itu obrolan singkatku dengan Kak Emma tentang novel terbarunya Re-Write, YA terbarunya yang diterbitkan oleh Gramedia.

Terima kasih Kak Emma, atas waktu dan kesempatannya untuk mengobrol bersamaku. Sukses terus dan makin banyak karyamu yang diterbitkan ya.

Love,
Rizky Mirgawati
Selasa, 06 Oktober 2015

[Book Review] The Last 2%

Judul Buku : The Last 2%
Penulis : Kim Rang
Penerbit : Haru
Tebal : 424 Halaman
Terbit : Februari 2014
Available @bukupedia
Jeongha, si ratu pemenang undian, memang selalu beruntung. Kali ini ia mendapatkan hadiah menginap di Arizona, hotel bintang lima yang sangat terkenal. Sayangnya, keberuntungan sepertinya tidak menyertai wanita ini dalam hal percintaan. Jeongha melihat sendiri pacarnya, Minsu, bermesraan dengan seorang wanita berpakaian merah layaknya cabai!

Saking kesalnya, saat Minsu meneleponnya, Jeongha malah berpura-pura sedang menikmati malam yang menyenangkan di Hotel Arizona bersama pria lain. Saat Jeongha sedang mengeluarkan suara-suaranya yang dipenuhi kenikmatan palsu, pria yang tinggal persis di sebelah kamar Jeongha memergokinya.

Alih-alih menertawainya, pria itu justru membantunya memberi pelajaran bagi Minsu. Mencurigakan! Apakah pria itu benar-benar tulus?

-------------------------
"Apakah kau tahu 2% terakhir untuk mencapai cinta yang sempurna? Hari ini, besok dan selamanya menyambut pagi bersama dengan orang yang kita cintai."
Ini pertama kalinya aku membaca karya Kim Rang, mengisahkan tentang kehidupan Jeongha, si ratu undian. Entah sudah berapa banyak dia berhasil memenangkan undian, hingga suatu hari dia berhasil mendapatkan voucher menginap di Hotel Arizona, sebuah hotel yang sangat terkenal.

Sayangnya keberuntungannya tidak berpihak untuk urusan percintaan. Jeongha awalnya ingin menggunakan voucher menginap itu bersama Minsu, kekasihnya. Sayangnya Jeongha malah dikagetkan dengan ulah Minsu yang telah menduakannya. Jeongha akhirnya tetap menggunakan voucher menginap itu walau hanya sendirian.

Jeongha yang patah hati pun akhirnya berpura-pura menghabiskan malam bersama pria lain untuk membalas Minsu. Hal ini malah malah membuat dirinya terpergok oleh Seongwoo, pria yang kebetulan tinggal di kamar sebelah. Jeongha pun dibuat malu setengah mati karena ulahnya, dia berharap itu pertemuan terakhirnya. Namun, itu hanya pertemuan awal pembuka pertemuan selanjutnya.

Kemudian muncul sosok Inyoung, mantan teman Jeongha yang pernah mencuri naskahnya. Inyoung pun berusaha menghalangi hubungan Jeongha dan Seongwoo, apalagi sekarang Inyoung sudah sukses dan dia tidak menginginkan keberhasilan Jeongha.

Disinilah cinta Jeongha dan Seongwoo diuji? Apakah Inyoung berhasil? Bagaimana kisah ini akan bergulir?

Membaca novel ini cukup menyenangkan, terjemahannya enak dan tidak terlalu kaku. Ada bagian-bagian yang membuatku ikut tersenyum. Interaksi Jeongha dan Seongwoo juga terasa sekali, cinta yang perlahan-lahan tumbuh dihati keduanya sangat menarik.

Walau memang novel ini sederhana dan mudah tertebak, aku bisa menikmati kisah ini. Karakter Jeongha yang polos, pantang menyerah dan selalu ceria bertemu dengan sosok Seongwoo yang rendah hati dan baik hati. Ah pasangan yang klop sekali.

Aku dibuat gregetan dengan ulah Inyoung yang penuh trik dan akal untuk menggagalkan semua usaha Jeongha. Sayangnya kurang dieksplor lebih jauh, padahal bisa menjadi salah satu konflik yang menarik sekali.

Walaupun novel ini masuk dalam kategori novel dewasa, jangan khawatir novel ini cukup aman kok dibaca, karena tidak terlalu mengeksplor hal-hal dewasa lebih jauh.

Nice story.^^
Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design