Kamis, 22 Oktober 2015

[Book Review] Can't Let Go

Judul Buku : Can't Let Go
Penulis : Esi Lahur
Penerbit :GPU
Tebal : 312 Halaman
Terbit : Maret 2015
Massimo Sukarno Rozzoni, pesepakbola blasteran Jawa Tengah-Italia, masuk program naturalisasi, menjadi WNI, dan menjadi pemain utama tim nasional Indonesia. Sikap baik dan wajah tampan membuatnya menjadi idola baru. Denisa Sridevi Suharyo, wartawan tabloid Lady yang hobi narsis di media sosial, terpaksa meliput Massimo karena penugasan, padahal tidak mengerti dan sama sekali tidak tertarik dengan dunia sepak bola.

Kebersamaan Denisa dan Massimo terus terjalin hingga keduanya sama-sama jatuh cinta. Denisa tahu kode etik wartawan: Jangan ada hubungan percintaan dengan narasumber. Tapi, bisakah Denisa melepaskan Massimo?

-----------------------

Novel ini sederhana dan khas romance biasa, yang membuat berbeda adalah profesi para tokoh. Kalau melihat seorang pesebakbola pacaran dengan artis/model itu sudah biasa, tetapi kalau dengan wartawati mungkin agak berbeda lagi.

Ini tentang kisah Massimo, pesebakbola asal Italia yang telah melakukan naturalisasi di Indonesia. Massimo yang tampan dan punya fisik menawan merupakan paket komplit pria pujaan hati wanita. Berawal dari sebuah wawancara sederhana bersama Denisa, wartawati tabloid Lady, hubungan mereka pun perlahan-lahan semakin dekat saja.

Ternyata sosok Massimo benar-benar down to earth, walau memang terkesan cool ternyata Massimo memang seperti apa yang ditunjukkannya selama ini. Dan Denisa pun yang awalnya tidak tahu apa-apa tentang dunia sepakbola menjadi membangun khayalan berpacaran dengan Massimo. Hal yang awalnya hanya iseng tetapi lama-lama Denisa pun mulai tertarik kepada Massimo, apalagi hubungannya dengan Nigo, seorang aktivis sedang tidak baik karena perbedaan prinsip diantara mereka.

Awalnya aku pikir Denisa terkesan gampang banget melupakan Nigo dan beralih ke Massimo, tapi aku bisa mengerti karena bagaimanapun wanita juga butuh kepastian dan rasa nyaman terutama masa depan yang jelas, sedangkan Nigo untuk hidup saja masih susah.

Massimo pun ternyata hanya pria biasa, pria yang terkesan khas bule yang mudah terjerat dengan sosok Dora, model papan atas yang cantik. Walau katanya bukan karena cinta, tetapi Massimo menikmati kebersamaannya termasuk berbagi ranjang dengan Dora.

Konflik yang ditawarkan sederhana, tetapi aku dibuat betah membaca kisah ini. Ringan dan mengalir lancar. Kita akan diajak mengenal sedikit dunia selebritis dan lika liku wartawan, disamping perkembangan kisah cinta Massimo-Denisa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design