Kamis, 22 Oktober 2015

[Book Review] Coppelia

Judul Buku : Coppelia
Penulis : Novellina A
Penerbit : GPU
Tebal : 192 Halaman
Terbit : Juli 2015
Sejak kecil Oliver sudah jatuh cinta pada Nefertiti yang aneh. Namun, tetangga depan rumah sekaligus teman sekelasnya itu tiba-tiba menghilang. Oliver ditinggalkan sebelum sempat membuat gadis itu mengingat namanya.

Sampai ke Jerman, Oliver mencari cinta pertamanya. Hingga akhirnya mereka bertemu. Tetapi, keadaan telah berubah. Nefertiti bukan lagi gadis yang dulu. Penari balet itu terluka sangat dalam dan menganggap cinta sebagai rasa asing yang terlalu mewah untuk ia miliki.

Akankah cinta menemukan jalannya, atau Nefertiti tidak akan dapat meloloskan diri dari masa lalunya yang begitu dingin… sedingin kisah boneka CoppĂ©lia yang begitu dicintai ibunya.

-----------------------

Sejak membaca debutnya Fantasy aku sudah suka dengan tulisan Novellina A.dan ketika novel ini terbit, aku tidak membutuhkan waktu lama untuk membacanya.

Novel ini mengisahkan tentang kehidupan seorang Nefertiti. Nefertiti yang dianggap aneh oleh teman-teman dan bahkan lingkungan sekitarnya, Nefertiti yang jarang berbicara dengan orang lain. Bagi Nefertiti, hanya Mia, sahabatnya yang bisu dan ayahnya saja yang mengerti dirinya. Sedangkan ibunya terasa terlalu jauh dan sulit untuk dijangkau.

Nefertiti pun tumbuh menjadi wanita yang berbeda. Nefertiti merasa tidak memiliki bakat apapun, hal yang sungguh berbeda dengan kedua orangtuanya yang berbakat. Lahir dari ayah yang seorang arsitek terkenal sekaligus ibu yang memiliki bakat melukis yang indah membuat Nefertiti memikul beban yang berat. Nefertiti pun menemukan dirinya dalam balet, tetapi tetap saja ibunya seakan tidak bisa menganggapnya luar biasa.

Nefertiti pun semakin sulit untuk dijangkau, menjadi semakin tertutup apalagi kemudian ayah dan ibunya memutuskan untuk bercerai, tidak ada lagi tempat untuknya. Nefertiti pun memutuskan untuk melanjutkan ke sekolah Balet di Jerman, tetapi tetap saja ada perasaan kosong dalam dirinya, yang membuatnya akhirnya memutuskan untuk berhenti dan menghilang.

Dilain sisi, ada sosok Oliver teman SMA sekaligus tetangganya yang ternyata memendam perasaan cinta sejak lama. Oliver jatuh cinta terhadap Nefertiti, walau mereka mengobrol kurang dari dua kali, bahkan Oliver ragu Nefertiti masih mengingatnya.

Membaca novel ini jujur perasaanku dibuat sesak sekali, penulis benar-benar membangun suasana muram, kelam bahkan dark begitu erat dalam karakter Nefertiti. Penulis membuatku terus terkejut dengan fakta-fakta yang terungkap selama perjalanan aku membaca novel ini. Sesuatu yang memang tidak bisa kutebak sebelumnya.

Diceritakan dari sudut pandang Nefertiti dan Oliver, sebagai pembaca aku bisa merasakan apa yang mereka rasakan dan pikirkan. Nefertiti yang selalu merasa tidak pernah dicintai tanpa tahu keluarga dan bahkan ada seorang pemuja rahasianya. Disisi lain, Oliver yang sudah cenderung terobsesi dengan sosok Nefertiti, yang membuat dirinya malah mendekat ke kehidupan Ibu Nefertiti dan terkuaklah segala misteri yang melingkupi.

Penulis benar-benar membuat alur yang cukup mengalir, walau kadang-kadang ada bagian-bagian yang membuatku bingung dengan siapa yang sedang berbicara tetapi aku tetap menikmatinya. Profesi tentang balet yang memang jarang dipakai, membuat kisah ini lebih berwarna. Setting tempat pun mendukung keseluruhan cerita.

Novel ini mungkin bukanlah kisah romance sepasang kekasih yang mengharu biru, tetapi ini lebih ke kisah drama keluarga Nefertiti. Hubungan Nefertiti dan ibunya yang terlihat menonjol. Mereka saling mencintai dengan caranya masing-masing, dan jujur aku agak kecewa dengan endingnya. Walau memang penulis sudah mengutarakan sendiri, memang sengaja dibuat seperti ini, tetapi tetap saja aku tidak rela...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design