Minggu, 25 Oktober 2015

[Book Review] Lara

Judul Buku : Lara
Penulis : Sybill Affiat
Penerbit : Stiletto Book
Available @bukupedia
"L-a-r-a? Tolong aku?!"

Tampilan layar komputer memunculkan sosok perempuan yang berwajah putih pucat. Rambut panjang kusut masai menutup sebagian wajahnya yang semakin mendekat, hingga hanya tampak sepasang mata yang terus menatap dengan sorot dingin dan hampa. Lara menjerit sekencang-kencangnya dan menutup komputernya dengan sekali empasan.

Namaku Larashinta. Panggil aku Lara.

Aku benar-benar tak mampu lagi menyangkal perasaan aneh yang semakin berat menggelayuti hati dan pikiran. Aku merasa seperti mengambang dan tidak berada di dalam kehidupanku. Aku bahkan tidak bisa mengingat jadwal kuliah dan tugas-tugasku. Aku benar-benar terasing, seolah hidup sendirian di dunia ini. Aku tidak bisa bertemu dengan sahabat dan teman-temanku, aku juga tidak bisa mengobrol santai dengan Mbak Saras, kakakku.

Situasi ini membuatku frustrasi. Rasanya bagaikan berjalan di atas bumi yang kehilangan daya gravitasi. Segala usaha yang aku lakukan untuk menjejakkan kaki di atas daratan terasa sia-sia. Apa yang sebenarnya terjadi padaku?

-----------------------------
"Ketidakadilan dalam hidup ini memang penting untuk keseimbangan hidup itu sendiri. Semuanya harus serba berpasangan."

Ini novel pertama karya Kak Sybill Affiat yang kubaca. Melihat covernya saja, aku sudah membayangkan akan disuguhkan dengan sebuah kisah yang tidak biasa, bukan seperti novel biasa yang sering kubaca.

Membaca sinopsis novel ini, aku pun dibuat bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada Lara? Apa yang membuatnya frustasi sedemikian rupa? Jawaban itu baru kutemui setelah membuka halaman demi halaman kisah ini.

Ketika mulai membuka halaman awal novel ini, aku sudah disuguhkan dengan suasana yang cukup kelam, aku dibuat tercengang dengan suatu adegan di sebuah rumah sakit. Memasuki halaman demi halaman selanjutnya, aku dibuat menebak-nebak mengenai sosok Lara dan kehidupannya. 

Diceritakan dengan sudut pandang orang pertama, kita diajak menemani sosok Lara menghadapi hal yang membingungkan dirinya. Lara yang kebingungan mengenai dirinya, dengan apa yang sesungguhnya terjadi, sejak Lara bangun di atas sofa ruang tengah di depan televisi, mulai muncul perasaan ganjil yang menyesakkan dadanya, seakan Lara telah menjalani sebuah perjalanan yang terasa begitu nyata dan juga seperti mimpi buruk.

Sejak hari itu Lara mulai bingung dengan eksistensi dirinya, termasuk dengan waktu. Lara seakan ada dan tiada, apa yang sesungguhnya terjadi? Lara pun entah kenapa sulit berkomunikasi dengan orang-orang terdekatnya, dimulai dari Mba Saras, Ibunya serta Mbok Yam, seakan dirinya ini sudah tidak ada lagi di dunia.

Hal ini makin membuat Lara bingung, walau memang sudah sejak lama komunikasi diantara Lara dan ibunya hanya melalui Mbok Yam dan catatan-catatan yang tertempel di kulkas. Ibu Lara mulai menutup dirinya, meresapi kesedihannya sendiri sejak ayah Lara meninggal. Tidak ada lagi kehangatan keluarga seperti dulu saat ayahnya masih ada. Semua terasa hambar...Hanya kakaknya, Mba Saras yang masih dekat dengannya.

Diceritakan dengan alur campuran, disertai flashback kenangan masa kecil dan kehidupan Lara sebelum hari itu, sebagai pembaca aku dibuat menyusun kepingan demi kepingan yang akhirnya menjadi sebuah kepingan utuh mengenai apa yang sesungguhnya terjadi pada Lara. Perasaan dan emosiku dibuat campur aduk, aku bisa ikut merasakan kebingungan Lara hingga akhirnya Lara harus menerima kenyataan mengenai dirinya.

Novel ini bisa dikatakan “a dark story” seperti judulnya, karena kita akan diajak untuk mengenal sosok Lara dan kehidupannya yang tidak biasa sejak Lara terbangun di hari itu. 

Coba saja bayangkan ketika kamu dibangun suatu hari dan hidupmu sudah tidak sama lagi, semuanya terasa membingungkan yang bisa kamu lakukan hanya menerima semuanya?

Novel ini paket kompleks, tidak hanya mengisahkan tentang kehidupan Lara saja, tetapi kita juga akan diajak berkenalan dengan orang-orang terdekat Lara, yaitu Ibu, Mba Saras dan juga Mbok Yam yang sangat terkait erat dengan kisah Lara. Semua misteri akan terkuak secara perlahan-lahan.

Aku suka cara penulis membangun kisah ini, awalnya aku pikir aku akan disuguhkan dengan kisah horor, ternyata aku salah. 

Membaca novel ini membuka pemahaman baru bagiku sebagai pembaca untuk bersyukur dengan apa yang kita miliki dan tentunya menghargai waktu sebaik-baiknya bersama orang-orang yang kita sayangin sebelum terlambat.

Over all, aku sangat menikmati kisah Lara dan sekelumit kehidupannya yang gelap ini. Buat kamu yang ingin mencoba membaca novel dengan tema yang berbeda, apa salahnya mencoba novel ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design