Kamis, 22 Oktober 2015

[Book Review] Love, Lemon and The Last Kiss

Judul Buku : Love, Lemon and The Last Kiss
Penulis : Ida Ernawati
Penerbit : GPU
Tebal : 192 Halaman
Terbit : Juni 2015
Meski Delia tergila-gila lemon yang kecut, tapi urusan kisah cinta, ia penggemar kisah cinta supermanis. Buat Delia, cerita tentang kesetiaan dan ketulusan Ardan merawat dan mendampingi istrinya masuk ke kategori kisah supermanis.

Namun, ketika kekaguman terhadap kisah Ardan yang manis itu perlahan berubah menjadi cinta, Delia terjebak dalam dilema.

Delia menekan perasaannya dalam-dalam terhadap Ardan dan memutuskan menerima cinta Reza yang gigih memperjuangkannya. Delia belajar satu hal: kisah cinta sejati tak selalu berjalan mulus dan manis. Seperti lemon yang kecut tapi menyehatkan, ujian kesetiaan membuat nilai cinta menjadi lebih berharga.

--------------------------

Ini novel ke-2 penulis yang kubaca dan aku jauh lebih menyukai novel ini. Walau awalnya aku sempat gregetan banget dengan karakter Delia yang super duper galau tetapi menjelang ending aku benar-benar dibuat terharu.

Ini tentang kisah Delia, wanita 27 tahun yang bekerja sebagai PR di sebuah Hotel "The Lemon" di Batu, Malang. Hidupnya terasa baik-baik saja, tetapi tidak dengan hatinya. Kehadiran Ardan, rekan kerjanya membuat hidupnya jungkir balik, terutama perasaannya.

Sejak awal Delia dan Ardan, seperti kucing dan tikus. Selalu saja berdebat, apalagi Ardan sering sekali mangkir dari pekerjaannya karena mengurus Socha, istrinya yang sedang koma. Sehingga Delia sering ketiban pekerjaan yang seharusnya dihandle oleh Ardan. Hal ini makin diperparah dengan sikap Ardan yang dingin, ketus, membuat Delia sering naik pitam.

Tetapi Delia pun tetap saja jatuh kasihan dengan Ardan, apalagi melihat Ardan yang begitu setia mendampingi istrinya. Awalnya Delia merasa kasihan, tetapi perasaan itu datang tak dijemput, tahu-tahu Delia sudah jatuh hati terhadap Ardan. Perasaan terlarang yang seharusnya tidak pernah ada, apalagi Ardan sudah menikah.

Disamping itu, ada sosok Reza, teman SMPnya yang sedang mendekatinya. Tetapi Delia tidak merasakan perasaan yang sama seperti perasaannya terhadap Ardan. Ketika desakan untuk Delia segera menikah, minimal bertunangan datang dari keluarganya, Delia pun makin dilema. Apalagi tiba-tiba kejadian yang seharusnya tidak terjadi begitu saja terjadi diantara Delia dan Ardan...

Delia pun berada di persimpangan, memilih Reza yang mencintainya atau mencintai Ardan dengan segala risiko yang ada...

Sampai disini, jujur aku dibuat jengkel setengah mati dengan Delia, yang seakan-akan menjadi drama queen, menjadi orang paling menderita karena cinta. Tetapi, aku pun tak bisa menyalahkan dirinya karena cinta memang kadang-kadang tidak bisa memakai logika.

Bagaimana akhir kisah Delia???

Ah, aku tidak ingin banyak mengisahkan kisah ini, takutnya malah berujung spoiler. Membaca kisah ini membuatku belajar mengenai mencintai dan arti kesetiaan. Mencintai dengan sepenuh hati dalam suka dan duka, belajar dan berdamai dengan masa lalu.

Sejak awal aku sudah jatuh cinta dengan sosok Reza, walau memang part tentangnya sangat sedikit sekali. Tetapi menjelang ending, aku benar-benar dibuat terharu olehnya, membaca surat Reza itu membuatku terharu dan bisa merasakan cinta yang begitu dalam.

Nice story =)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design