Jumat, 06 November 2015

[Book Review] Above the Stars

Judul Buku : Above the Stars
Penulis : D Wijaya
Penerbit : Ice Cube Publisher
Tebal : 248 Halaman
Terbit : Juni 2015
“ Kau tidak takut jatuh?” tanya Mia.

Danny menggeleng.

“Aku takut jatuh,” aku Mia dengan polos. “Kalau kau takut apa?”

Danny tidak langsung menjawab. Ia juga tidak menolakkan kaki ke tanah lagi untuk menambah kecepatan ayunan. Senyuman di wajahnya perlahan-lahan memudar. “Aku takut tidak bisa melihat selamanya.”

Menurut Danny Jameson, hidupnya tidak pernah mudah. Ia punya orangtua yang protektif, mesin tik Braille yang tidak dimiliki teman-temannya, dan semacam magnet yang menarik John Schueller untuk terus mengganggunya. Namun, yang paling buruk adalah ia punya sepasang mata biru yang tidak bisa melihat. Ketika Danny berpikir Mia Berry akan menjadi satu-satunya teman yang ia punya, Will Anderson datang dan mengubah hidupnya. Will memperlihatkan kepadanya dunia yang ingin ia lihat. Will juga membuat Danny mempertanyakan sesuatu tentang dirinya. Tapi, sebelum Danny sempat menemukan jawabannya, Will menghilang.

-------------------------
"Hiduplah dengan bahagia, Danny. Pohon kehidupanmu tidak boleh mati hanya karena ia kehilangan sehelai daun sweet gum. Akan ada daun-daun lain yang melindungi pohon kehidupanmu dari sinar matahari yang menyengat. Jadi, lakukan apa yang ingin kau lakukan, gunakan setiap kesempatan, dan bahagialah."
Ini salah satu seri YARN yang paling kusuka dan favoritku. Novel debut yang menyenangkan sekali oleh D Wijaya. Aku suka cara bercerita D yang seperti terjemahan, baku tetapi begitu mengalir. 

Ini tentang kisah Danny Jameson. Hidupnya sejak lama tidak pernah mudah. Danny yang tidak bisa melihat, punya orang tua dan Mia, sahabatnya yang sungguh protektif terhadapnya. Perlakuan teman-teman disekolahnya yang juga tidak baik, entah kenapa John selalu mengganggunya.

Hingga suatu hari Will Anderson, murid baru di sekolahnya hadir dalam kehidupannya. Hidup Danny berubah seketika. Will membuat Danny melihat warna lain dalam kehidupannya, tidak hanya hitam yang selama ini dilihatnya.

Bersama Will, Danny menemukan dunia baru yang sudah lama sekali ingin dilakukannya, tetapi karena keterbatasan dirinya dan keadaan dia sulit melakukannya. Will dan Danny kemudian bersahabat, Will pun menawarkan 3 permintaan yang bisa diminta oleh Danny.

Walau hanya 3 permintaan saja, tetapi itu semua terasa luar biasa bagi Danny. Danny meminta agar dia bisa bersikap layaknya orang biasa (orang lain tidak sadar dirinya tidak bisa melihat), pergi ke klub malam dan terakhir merasakan sebuah kecupan/ciuman.

Apakah Will bisa mengabulkan semua permintaan Danny? Kenapa disaat Danny dan Will sudah berteman dengan baik, kemudian Will menghilang tanpa jejak? Apa yang sesungguhnya terjadi?

Aku suka dengan idenya yang menarik, lain daripada yang lain. Penulis berani mengambil tema yang berbeda, untuk sebuah novel remaja/Young Adult, tema yang sungguh berani dan mungkin jarang kutemui untuk novel lokal. Tema LGBT yang diangkat, tidak membuatku alih-alih jijik, aku malah menikmati kisah Danny-Will

Karakter tokohnya, baik Will dan Danny juga benar-benar menyentuh sekali, mereka sama-sama punya masalahnya sendiri, tetapi saling melengkapi. Mereka hanyalah remaja yang "haus kasih sayang". Walau gaya berceritanya seperti terjemahan, tetapi aku sangat menikmati kisah ini, karena bahasanya indah, alurnya begitu mengalir, penulis mampu meramu kisahnya secara perlahan membuatku ingin terus membaca hingga akhir.

Adegan demi adegan dalam novel ini begitu membekas dihati, aku suka sekali dengan saat-saat terkuaknya rahasia Danny terhadap Will, ah aku hampir menangis di bab ini. Kisah ini tidak hanya memfokuskan hubungan Danny dan Will saja, tetapi juga kisah keluarga, baik keluarga Danny yang segitu protektifnya terhadap Danny dan Keluarga Will yang memang "berbeda" sejak meninggalnya ibu Will. Part favoritku saat aku membaca surat Will, rasanya nyesek banget bacanya, aku bisa merasakan chemistry yang begitu kuat.

Sebagai novel debut, aku sangat menikmati kisah ini. Penulis benar-benar membuatku bertahan membaca sejak halaman awal hingga akhir, tanpa terasa aku sudah di penghujung akhir. Sayangnya aku "kurang suka" dengan endingnya, walau memang endingnya benar-benar terasa realistis dan menutup kisah ini dengan baik, tetap saja aku..... (no spoiler)

Walau memang tidak ada gading yang tak retak, novel ini pun memang tidak mulus dari kesalahan ketik, tetapi karena aku terlalu menikmati membaca kisah ini, aku pun membiarkannya saja. Semoga jika novel ini mendapat kesempatan untuk dicetak ulang, bisa lebih diperhatikan masalah typonya.

Overall, kalau kamu ingin membaca kisah YA yang berbeda, lain daripada yang lain, aku merekomendasikan novel ini. Kisah cinta terlarang yang begitu memikat. Ditunggu karya lainnya, D karena aku tidak akan ragu lagi membaca karyamu selanjutnya...

Selamat jatuh cinta.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design