Rabu, 11 November 2015

[Book Review] Awaiting You


Judul Buku : Awaiting You
Penulis : Nadia Prayudhi
Penerbit : Stiletto Book
Tebal : 260 Halaman
Terbit : Juni 2015
Available @bukupedia

Hilang!

Sam, suami Amora, sang chief editor Majalah Fashionette, mendadak hilang. Di tengah kekalutan dan kekacauan hidupnya, Amora dihadapkan berbagai macam ujian: anaknya bermasalah di sekolah, didekati Lody si brondong di kantornya, mendapat simpati berlebihan dari sahabat sang suami, bertemu kembali dengan cinta lama, dan diteror oleh seorang wanita yang tidak diketahui identitasnya. Semua itu membuat dirinya semakin frustrasi hingga akhirnya Amora memutuskan cuti sementara dari pekerjaannya.


Seiring berjalannya waktu, ia mulai menemukan foto-foto baru yang diunggah ke laman Facebook Sam–yang membuat Amora semakin bertanya-tanya:

Ke manakah Sam? Apa yang terjadi padanya?

Jika dia masih hidup, mengapa tidak menghubungi Amora?

Akankah dia pulang? Atau, akankah dia menghilang selamanya? 

--------------------------

"Di mataku, dia pria yang pas. Pas segala-galanya. Mengapa aku tak menyebut Sam sempurna? Karena orang yang sempurna itu tidak pernah ada. Tapi pria yang pas segala-galanya itu ada. Sayangnya, pria ini seakan menghilang entah ke mana."
Dulunya semua terasa pas dalam kehidupan Amora. Punya suami dan 2 buah hati, karir yang cemerlang, keluarga besar yang hangat dan teman-teman yang baik. Hingga suatu hari hidupnya berubah 180 derajat. Katakanlah ini mimpi, tapi ini bukanlah mimpi. Ini semua takdir yang harus dihadapi oleh Amora. Hidupnya yang berjalan baik-baik saja dan terkendali, berubah seketika. Sam, suami yang sangat dicintainya menghilang. Ya, menghilang begitu saja, bak ditelan bumi.



Tak ada tanda-tanda sebelumnya. Tak ada pula pesan terakhir, tiba-tiba saja Sam menghilang. Sam yang awalnya hanya pamit untuk mengurus bisnis ke Tokyo, malah tak pernah sampai kesana. Dari manifestasi penerbangan, nama Sam tercatat sebagai salah satu penumpang, tetapi Sam tidak pernah berangkat ke Tokyo. Sam dinyatakan menghilang sejak transit di Hongkong.


Kemana Sam sesungguhnya? Apa yang sebenarnya terjadi?

Membaca novel ini sungguh menguras emosi. Penulis mampu membuatku sebagai pembaca penasaran mengenai apa yang sesungguhnya terjadi. Jujur, aku dibuat penasaran dengan menghilangnya Sam, suami Amora. Awalnya aku pikir kepergian Sam karena ada masalah rumah tangga dengan Amora. Namun, semakin membaca halaman demi halaman novel ini aku salah besar. Malah rumah tangga mereka aman dan harmonis, jadi kenapa Sam pergi dan bahkan menghilang tanpa kabar?

Salut sekali dengan Amora, banyak hal yang terjadi dalam kehidupannya pasca menghilangnya Sam. Dan wow, Amora masih bisa hidup layaknya orang normal. Entahlah, aku tak bisa membayangkan kalau itu terjadi dalam hidupku. Apalagi ketika tiba-tiba saja cobaan demi cobaan hadir, sedangkan kita harus berjuang sendirian. 

Dimulai dari pertanyaan demi pertanyaan dari anak-anak karena ayahnya tak kunjung pulang, hingga akhirnya malah bermasalah di sekolah. Suster yang merawat memutuskan pamit pulang. Waduh, sebagai istri dan ibu bekerja itu sudah menjadi momok terbesar sekali. Aku sedang berada di posisi Amora sekarang, menjadi seorang ibu sekaligus bekerja, sehingga aku bisa merasakan sepenuhnya apa yang dirasakan oleh Amora. Aku kagum dengan Amora yang bisa menyikapi permasalahan anak-anaknya dengan kepala dingin, berusaha seadil mungkin terhadap anaknya, tidak langsung memarahi. Pelajaran berharga sekali untukku dalam mendidik anak.

Sebuah pernikahan tentunya butuh 2 orang, suami dan istri. Ketika salah satu hilang, tentunya akan menjadi permasalahan sendiri. Disinilah butuh jiwa yang besar, untuk menghadapi semuanya. Dan Amora mampu melewatinya. Ketika godaan demi godaan datang, berupa Lody, brondong manis yang sungguh memikat dan terang-terangan menunjukkan ketertarikan kepadanya, Davin sahabat suaminya yang menawarkan bahu untuk bersandar, hingga Juan, cinta masa lalunya, bagaimana Amora menghadapinya?
Saat sedang susah, manusia seringkali bilang "Why me"?Padahal bisa saja Tuhan mengatakan "Why not"?
Ketika bulan demi bulan terlewati dan tak kunjung ada kabar yang berarti, bagaimana Amora bisa terus bertahan dalam penantiannya? Haruskah Amora menyerah dan melanjutkan hidupnya tanpa Sam atau tetap menanti hingga Sam kembali? Apa arti foto-foto yang diunggah Sam di akun facebook miliknya? Kenapa Sam tidak kembali ke Amora dan anak-anaknya?

Wow, hidup Amora sungguh kompleks sekali ya. Masalah demi masalah hadir tak terkendali sejak Sam meninggal dan tentunya tidak mudah. Namun, sayangnya aku merasakan begitu banyaknya konflik membuat novel ini menjadi tidak fokus, apalagi menjelang ending terasa diselesaikan terlalu sederhana.

Jujur sampai menjelang ending, aku masih bertanya-tanya mau dibawa kemana sey kisah ini? Dan ketika aku menutup halaman akhir, aku benar-benar terkejut dengan endingnya, karena sungguh tidak terbayangkan akan ditutup seperti itu, walau memang mungkin itu yang terbaik. Aku sangat berharap kisah ini akan dilanjutkan lagi karena terasa "menggantung", walau ending yang dipilih memang terasa realistis.

Overall, kisah penantian istri yang luar biasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design