Jumat, 06 November 2015

[Book Review] Brink of Senses

Judul Buku : Brink of Senses
Penulis : Mertha Sanjaya
Penerbit : Ice Cube Publisher
Tebal : 254 Halaman
Terbit : Agustus 2015

“Mengapa kau menari di sini?” tanya Kevin lantang. “Bukankah kau bisa menari di panggung dan dapat uang lebih banyak?”

“Aku tidak butuh uang. Aku hanya suka menari. Menari, menari, dan menunggu.”

Keputusan sang ayah untuk pindah ke New York membawa angin segar dalam kehidupan Kevin Huston. Di kota yang sibuk itu, dia bisa melupakan kenangan buruk akan ibunya dan bisa memulai hidup baru tanpa ada yang tahu riwayatnya sebagai mantan pasien di Pusat Rehabilitasi Mental Golden Sunshine (“Senyum, senyum, senyum karena kau ada di Golden Sunshine!”). Kevin berhasil menarik perhatian Carla Friday, gadis paling populer di sekolah dan dia bisa berteman dengan siapa pun yang dia mau. Siapa pun kecuali Scarlett Mendelsohn, gadis penari yang ia temui di Battery Park. Berulang kali Kevin mencoba mendekati Scarlett, tapi gadis itu tidak menggubrisnya, seolah pikirannya berada di tempat lain. Tapi Kevin tidak mau menyerah. Karena ada sesuatu dari gadis itu yang mengingatkannya pada kondisinya dahulu.

----------------------------

Aku sudah mengikuti seri YARN ini sejak awal, sehingga saat melihat buku ini akan terbit aku tidak ragu lagi membacanya. Dan aku cukup menikmati saat membacanya.

Brink of Senses mengisahkan tentang kepindahan Kevin Huston dan keluarganya ke New York. Kepindahan yang sangat disyukuri dan bisa menjadi awal yang baik bagi kehidupan baru seorang Kevin Huston. Kevin punya kehidupan yang sangat ingin sekali dilupakannya. Dulunya, Kevin pernah menjalani rehabilitasi kejiwaan, dan menjalani serangkaian terapi demi terapi untuk mengatasi kondisinya. Kevin bertekad melupakan semuanya dan Kevin tidak ingin kembali lagi ke tempat itu.

Kevin dulunya tidak seperti itu. Tetapi kematian ibunya didepan matanya, membuat Kevin trauma dan depresi karena selalu menyalahkan dirinya karena tidak mampu menyelamatkan ibunya.

Di sekolahnya yang baru, Kevin bertemu dengan sosok Carla, tetangga apartemen sekaligus cewek populer di sekolahnya. Bersama Carla, Kevin pun menjadi salah satu cowok populer di sekolahnya. Dan teman-temannya tidak tahu masa lalunya. 

Namun, semua berbeda ketika Kevin bertemu dengan sosok Scarlett, seorang gadis remaja yang sangat suka menari. Setiap pagi diwaktu yang sama, Scarlett akan menari balet dan tariannya begitu menghipnotis semua yang melihatnya. Anehnya Scarlett seakan punya dunianya sendiri. Scarlet hanya ingin menari, menari dan terus menari. Uang yang didapatkannya pun tidak pernah diambilnya. Kevin pun terusik dan ada semacam dorongan untuk mengenal sosok Scarlett yang misterius ini. Karena Kevin seperti melihat bayangan dirinya di masa lalu setiap melihat Scarlett.

Kevin pun berusaha mendekati Scarlett tapi tentunya tidak mudah. Scarlett selalu berusaha menjaga jarak. Scarlett selalu berkata dia sedang menunggu Henry. Siapa Henry sesungguhnya? 

Membaca novel ini tidak membutuhkan waktu lama. Aku bisa merasakan perasaan Kevin maupun Scarlett tentang kehidupannya. Mereka hanya terlalu mencintai dan membangun pertahanan diri agar tidak terluka lagi. Baik Kevin maupun Scarlett seakan hidup dengan kenangan, disinilah mereka butuh seseorang...

Diceritakan dari sudut pandang Kevin, sebagai pembaca aku diajak mengikuti aktivitas Kevin dengan kehidupan barunya. Pertemuannya dengan Scarlett yang mengusik dirinya, kemudian ada sosok Marcus, sepupu Scarlett yang mencurigakan hingga perlakuan teman-teman sekolahnya yang sungguh berbeda dengan kehidupan lamanya.

Membaca novel ini seperti mencicipi suatu karya terjemahan. Rasa yang sama saat aku membaca Above the Stars. Sebagai novel debut, novel ini menarik. Premis yang diangkat pun berbeda dan tidak biasa, membuatnya menjadi suatu karya yang layak untuk dinikmati.

Aku suka dengan covernya yang hitam dan putih memberikan kesan misterius, kemudian saat membaca sinopsisnya aku semakin dibuat penasaran. Karakter yang unik, Scarlett yang misterius dan hanya suka menari membuat diriku penasaran apa yang sesungguhnya terjadi. 

Sayangnya ketika semua rahasia Scarlett terbuka, aku merasakan sesuatu yang kurang dramatis. Aku begitu dibuat penasaran dengan semua kemisteriusan Scarlett hingga ketika klimaks, sebagai pembaca aku butuh sesuatu yang "lebih". 

Namun, penulis cukup sukses membangun ceritanya. Sebagai pembaca, aku dibuat terus menebak-nebak apa yang sesungguhnya terjadi dan ternyata dugaanku benar. Penulis mampu membuatku melahap halaman demi halaman dan merangkainya menjadi sebuah kisah yang utuh. Novel psikologi remaja yang sayang sekali untuk dilewatkan =)
"Karena cinta tidak perlu menunggu......"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design