Rabu, 04 November 2015

[Book Review] I Remember You

Judul Buku : I Remember You
Penulis : Stephanie Zen
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 330 Halaman
Terbit : September 2015

Available @bukupedia
Kau datang meminta sisa rasa yang ada. Meraih tanganku, menatapku dengan isyarat cinta tulus; berjanji bahwa ini akan selamanya. Tak ada alasanku untuk menolaknya. Namun, apakah kata-kata masih bisa kujadikan pegangan?

Dea tak pernah menyangka sebuah pekerjaan paruh waktu dapat menjungkirbalikkan hidupnya. Membuatnya tak mampu lagi menerka apa warna masa depan—bahkan ketika seseorang meyakinkan ia masih bisa memiliki segala warna yang ia suka.

Aurelie selalu mampu menemukan keping puzzle yang hilang dalam pekerjaannya. Sayangnya, ia takut untuk tahu apa keping yang hilang dalam hidupnya. Suatu hari, seorang pria dengan senyum meneduhkan membawakannya cinta. Namun, sebuah alasan membuat Aurelie tak pernah lagi percaya bahwa cinta itu nyata—bahkan ada.

Dea dan Aurelie mencoba pelan-pelan membangun rasa percaya yang pernah porak-poranda. Selalu waspada karena tahu bahwa bangunan itu masih rapuh. Namun, selalu saja ada waktu kita tak waspada sepenuhnya, salah satunya ketika jatuh cinta.

--------------------------

“A true relationship is having someone who accepts your past, supports your present and encourage your future.”

Ini bukan pertama kalinya aku membaca karya Stephanie Zen, dan aku dibuat jatuh cinta dengan kisahnya. Awalnya aku pikir novel ini tentang kisah cinta 2 sahabat yang sama-sama terluka karena cinta, namun ternyata AKU SALAH BESAR. Novel ini bukan tentang itu, jujur aku agak terkejut dengan twist yang ada dalam novel ini, dan aku suka bagaimana penulis membuatku agak terkecoh dengan kisahnya.


Ini tentang kisah Dea, mahasiswi yang baru menyelesaikan kuliahnya di Singapura. Sebuah tawaran menjadi seorang dresser dari temannya ternyata menjungkirbalikkan hidupnya. Dea yang sama sekali buta dengan dunia fashion, dan kuliahnya juga bukan di bidang fashion design, ternyata tak menyangka pekerjaan part-timenya malah membuatnya jatuh cinta. Pekerjaannya sebagai dresser jugalah yang mempertemukannya dengan seorang model yang akhirnya membuatnya jatuh cinta, Janes.

Ini juga tentang kisah Aurelie, seorang fashion stylist, dulunya dia juga seorang dresser seperti Dea. Namun berbeda dengan Dea, Aurelie tidak percaya lagi terhadap cinta. Pekerjaannya yang menyenangkan dan keluarganya yang hangat membuatnya berusaha untuk bangkit dari masa lalu. Aurelie pernah punya kejadian buruk di masa lalu, yang membuatnya menutup diri terhadap lawan jenis. Hingga suatu hari hadir sosok Ruben Tan, seorang model yang membuatnya merasakan kembali yang namanya cinta. 

Membaca novel ini aku begitu larut dibuatnya. Penulis merangkai kisah Dea dan Aurelie dengan baik, dikemas dengan gaya bahasa yang mengalir membuatku betah membacanya. 
Diceritakan secara bergantian, baik dari sudut pandang Dea dan Aurelie, sebagai pembaca aku bisa merasakan apa yang sedang berkecamuk di hati dan pikiran mereka, bagaimana mereka begitu berbeda menyikapi cinta. Kesamaan mereka adalah jatuh cinta terhadap seorang model.

Salut buat penulis yang berani mengambil profesi tokoh yang berbeda dari novel kebanyakan. Profesi seorang dresser dan fashion stylist memang jarang sekali dibahas, dan penulis cukup sukses menggambarkan dan cukup detail.

Sejak awal aku dibuat penasaran kenapa profesi Dea dan Aurelie ini hampir sama, tetapi mengapa mereka tidak pernah bertemu. Padahal mereka berinteraksi dengan orang yang sama. Ternyata setelah membaca halaman demi halaman aku tahu kenapa. Premis yang diangkat memang sederhana dan banyak ditemui di novel lainnya, tetapi cara mengemas novel ini berbeda, yang membuatku sangat menikmatinya.

Dari segi karakter, aku jatuh cinta dengan sosok Ruben Tan, ah dia sosok pria yang loveable banget dey. Calon suami idaman banget, tampan, berpenampilan menarik, baik dan penyayang. Walau agak disayangkan keputusan Ruben terhadap karirnya di penghujung akhir rasanya bisa dikatakan sedikit berlebihan, tetapi ya begitulah cinta semua bisa terjadi hanya karena cinta.

Sebagai pembaca, aku belajar banyak dari sosok Dea dan Aurelie. Menjaga diri sebaik-baiknya, berhati-hati dengan orang lain, jangan sampai hanya kesalahan satu malam bisa mengubah hidup kita sedemikian rupa dan akan menjadi kenangan buruk sepanjang hidup kita.

Disini juga kita akan belajar mengenai arti keluarga, untuk saling mendukung di saat-saat terburuk sekalipun. Jangan hanya sekedar basa-basi, apalagi ketika kita menjadi orangtua.

Overall, kalau kamu mencari kisah tentang move on dari masa lalu yang buruk, kamu bisa mencoba membaca kisah ini. Semoga bisa mengambil hikmah dari kisah Dea dan Aurelie.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design