Senin, 23 November 2015

[Book Review] Renjana Dyana

Judul Buku : Renjana Dyana
Penulis : Adimodel
Penerbit : Elex Media
Tebal : 300 Halaman
Terbit : Mei 2015
Gairah adalah cinta yang tersulut api.
Aku menginginkan api itu dalam cintaku. Aku ingin api yang benar-benar membakar, bukan hanya sekadar menghangatkan. Aku ingin api yang ke dalamnya aku rela terjun mengorbankan diri, demi sebuah kenikmatan.

Mencintaimu adalah satu-satunya hal yang membuatku hidup.

Mencintaimu membuatku tergila-gila, tetapi juga membuatku sembuh

dari kegilaan-kegilaanku. Kau penawar sekaligus racun bagiku.

Tetapi api gairah itu menyilaukan mata. Membuatku rapuh dan jatuh ke dalam lubang hitam yang mengisapku begitu liar. Aku merasa seperti orang bodoh, yang selalu kembali dan kembali kepada rasa sakit yang tidak pernah kuizinkan pergi.

Kau akan selalu kembali kepada orang yang kau sayangi, sampai kau terbangun dari mimpi-mimpi yang mengelabui hati. Dan di saat itulah, cinta berubah menjadi sebilah pisau yang menikam dalam kegelapan.

Namaku Dyana...

Gairah-gairahku ingin menguasaimu

dalam seluruh mimpiku

dengan segenap hidupku.

-------------------------
"Inikah cinta? Keinginan untuk kembali dan selalu kembali ke pasangan jiwamu, seberapa pun sakit rasanya?"
Ini tentang kisah Dyana, seorang wanita bebas yang tidak mudah terpikat dengan pesona pria. Dyana yang sangat menyukai seks, bergonta-ganti pasangan sudah menjadi gaya hidupnya. Namun, semua menjadi berbeda hari itu. Hari dimana Dyana bertemu dengan Petra, sosok yang telah memikatnya sejak pertemuan pertama mereka di sebuah stasiun kereta. Sejak melihat Petra, Dyana seakan tak kuasa menolak rasa yang ada, Petra begitu saja mencuri hatinya. Namun, ternyata pertemuan pertama itu berakhir begitu saja, tanpa perkenalan keduanya. Setelahnya Dyana terus mengunjungi stasiun itu dan tempat-tempat lainnya, namun tak juga menemukan Petra. Petra bak hilang ditelan bumi. Ketika Dyana sudah menyerah, ternyata takdir berkata lain...
"Konon, pertemuan pertama adalah kesempatan. Kesempatan yang mengujimu apakah kau berani mengambil tindakan atau tidak. Kesempatan yang memancingmu untuk bertindak atau diam saja." 
"Pertemuan kedua adalah hal yang menegaskan, agar kau bisa meyakinkan dirimu, meyakinkan kalau pertemuan pertama bukanlah sembari lalu saja. "
Petra begitu saja hadir kembali, dan pertemuan kedua ini menjadi awal pertemuan demi pertemuan lainnya. Petra pun pelan-pelan menjadi seorang yang istimewa di hati Dyana. Dyana yang dulunya tak pernah percaya dengan cinta, mulai merasakan perasaan itu. Dyana yang dulunya sangat menyukai seks, suka bergonta-ganti pasangan, mulai memikirkan untuk berhubungan dengan Petra saja. Sayangnya, kebahagiaan itu runtuh sudah. Ana, sahabatnya telah sekian lama mengingatkan untuk tidak begitu saja percaya. Pada akhirnya, Dyana harus terluka lagi...

Bagaimana akhir kisah Dyana?

Ini pertama kalinya aku berkenalan dengan tulisan Adimodel. Sejak pertama kali melihat covernya yang sederhana, jujur aku sedikit terkecoh, aku tidak membayangkan akan disuguhkan kisah yang "tidak sesederhana" covernya.

Sejak membuka halaman awal aku dibuat penasaran dengan kisah Dyana. Penulis mempunyai gaya bercerita yang unik sekali. Dengan menggunakan alur maju mundur, kita akan diajak berkenalan dengan sosok Dyana dewasa dan flashback masa kecilnya. 

Novel ini mencoba memotret kehidupan Dyana secara keseluruhan, membuatku sebagai pembaca bisa memahami perubahan karakter Dyana dan mengapa Dyana menjadi seperti itu. Sayangnya, karena alur maju mundur dan tidak ada penanda waktu, sehingga ketika aku sedang menikmati kisah Dyana dewasa tiba-tiba saja sudah berganti ke masa kecil begitupun sebaliknya.

Novel ini benar-benar minim dialog, malah memuat banyak sekali narasi. Untungnya penulis meramu kisah ini menjadi halaman-halaman yang singkat sehingga ada jeda saat membacanya. Setiap sub bab diberikan judul yang mewakili isi cerita, mulai dari judul-judul biasa hingga judul unik yang belum pernah sama sekali kutahu, membuatku penasaran artinya. Alangkah baiknya, kalau dikasih semacam catatan kaki, biar memudahkan pembaca memahami.

Mungkin untuk pembaca yang tidak terbiasa dengan gaya menulis seperti ini, akan muncul kebosanan bahkan cenderung memilih untuk berhenti, tapi aku cukup menikmati kisah Dyana. Aku seakan bisa merasakan semua yang bergolak dalam hati Dyana. Dyana yang kadang-kadang begitu liar, juga sekaligus rapuh di saat yang sama.

Ketika satu demi satu keping cerita mulai tersusun, aku mulai bisa mereka-reka kisah kehidupan Dyana. Namun, lagi dan lagi penulis mampu mengecohku. Aku sebenarnya sudah menebaknya sebelumnya, tetapi ternyata perkiraanku sedikit meleset. 

Overall, novel ini memberikan pengalaman baru bagiku membaca sebuah karya romance dengan gaya menulis yang berbeda. Novel ini kurekomendasikan untuk kamu penyuka kisah romance yang membutuhkan asupan bacaan yang berbeda. Selamat bertualang ke dunia Dyana yang tanpa batas.

Gairah.
Cinta.
Rasa sakit.
Ketiadaan.
Hidup.
Keabadian.

Semoga jatuh cinta!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulansari | Blogger Theme By Black Coffee Design